Brilio.net - Setiap hubungan memang tidak bisa berjalan dengan mulus. Ada saja halangan dan rintangan yang dihadapi. Terlebih ketika seseorang sudah menikah, rasanya permasalahan dan tantangan mengadang.

Perubahan perilaku dan tuntutan rumah tangga pun akan turut mewarnai kehidupan. Hal ini lah kemudian menjadi konflik dalam rumah tangga yang terkadang membawa pada perceraian.

Oleh karenanya, jika salah satu di antara kamu mulai merasakan adanya perubahan, maka cepat-cepat dikomunikasikan agar mendapatkan jalan keluarnya. Masalah dalam rumah tangga beragam, mulai dari masalah keuangan, intensitas bertemu, atau masalah yang berkaitan dengan anak, bahkan adanya orang ketiga atau perselingkuhan.

Buat kamu yang merasakan bahwa sikap suami sekarang ini berubah, kamu bisa menyampaikannya dengan kata-kata berikut ini, seperti dilansir brilio.net dari berbagai sumber, Kamis (7/1).

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

1. "Suamiku, jangan jadikan kesibukanmu membuat kau melupakan istrimu yang menginginkan perhatianmu"

2. "Luangkan lah waktu mu, pekerjaanmu yang padat membuatku ingin segera memelukmu dan mencegahmu pergi."

3. "Disela-sela kesibukanmu, aku selalu menunggu. Tolong jangan melupakan istrimu."

4. "Rasanya aku sudah lelah dengan perilakumu akhir-akhir ini. Bagaimanapun aku berusaha untuk tetap mempercayaimu, namun sayang aku tak bisa menahan rasa kecewaku padamu."

5. "Rasanya menyedihkan saat aku sudah berusaha semaksimal mungkun untukmu. Tapi semua ternyata belum cukup."

6. "Aku tahu aku tak secantik dan semenarik waktu dulu, tapi rasa sayang dan cintaku padamu mengalahkan rasa lelah membesarkan buah cinta dari kamu."

7. "Aku berusaha menyukaimu dari berbagai sisi. Namun pernahkah kau berusaha menengok hati ini? aku tak lagi mengenali. Siapa kau? Mengapa kau begini?"

8. "Aku memang sering bersabar, namun alangkah baiknya jika kamu tidak menguji kesabaranku."

9. "Setiap kali aku sedang menangis, kamu selalu membuatku seolah dia bisa mengubah dunia agar nggak menyakitiku. Namun kini aku menangis dan kamu tak ada di sampingku lagi."

10. "Mengapa kau menghancurkan jiwaku ketika sebelumnya kamu tak bisa menghancurkan hatiku lagi. Karena hatiku sudah cukup hancur."

11. "Kamu pikir semua wanita itu tegar. Padahal menangis adalah salah satu cara untuk mengungkapkan rasa kecewa."

12. "Suamiku, jika aku berbuat salah, aku mencoba mengerti mungkin itulah alasanmu marah. Tapi bisakah kau memberiku alasan mengapa kau menyakitiku hari ini?"

13. "Ada yang menjalin hubungan jarak jauh, ada pula yang sebenarnya tak berjarak namun tetap terasa jauh. Ku mohon mengertilah perasaanku!"

14. "Jangan terlalu sibuk pada pekerjaanmu. Ketahuilah sayangku, aku tidak bisa terus muda, dan anak-anak hanya punya masa kecil sekali dalam hidup mereka."

15. "Air mata adalah kata-kata yang tidak bisa diungkapkan oleh hati. Suamiku, apakah kau mengerti perasaanku?"

16. "Suamiku, aku berharap aku bisa memberimu rasa sakitku hanya untuk sesaat, sehingga kamu bisa mengerti betapa kamu telah menyakitiku. Tapi, aku tak sanggup melakukannya."

17. "Akan aku nantikan hari itu, dimana aku mendapati kamu telah mau berubah, atau aku bangkit karena telah terbiasa dengan kekecewaan."

18. "Sebagai seorang istri, aku sangat iri dengan semua wanita yang bekerja sekantor denganmu. Karena setidaknya mereka bisa menghabiskan seharian bekerja bersama pria paling tampan didunia ini."

19. "Jika takdir wanita hanya menemani dari awal hingga pria capai kesuksesan kemudian ditinggalkan, maka kemungkinan wanita akan melihat pria hancur dengan pasangan barunya."

20. "Katakanlah jika istrimu ini sudah tak menarik lagi, jangan kamu diam dan tenggelam asyik dalam duniamu sendiri, seolah aku seperti bukan siapa-siapa kamu."

Terkadang istri tak sanggup mengatakan kata-kata yang bisa membuat suaminya tersinggung. Padahal dirinya sendiri sudah cukup menderita, namun masih tetap ingin menjaga perasaan pasangannya. Sedih memang, seorang perempuan memang memiliki hati yang cukup besar untuk menerima dan memaafkan.

Kata-kata suami berubah freepik.com

foto: freepik.com

Ketika suami mulai berubah, yang pertama kali dilakukan wanita adalah mencari apa yang salah dengan dirinya. Mereka tidak serta merta menyalahkan suaminya. Terkadang hal yang mereka anggap sudah benar saja, masih diperbiki agar sang suami bisa nyaman bersamanya.

21. "Bukan marah tapi kecewa, bukan tidak peduli tapi hanya ingin dimengerti."

22. "Aku berkorban untuk dirimu, dan kamu berkorban untuk dirinya. Walau menyakitkan, aku anggap saja itu adil."

23. "Suatu saat semua akan berbalik. Yang menyakiti akan disakiti. Yang mengkhianati akan dikhianati. Yang melukai akan dilukai. Yang meninggalkan akan ditinggalkan."

24. "Baik dan buruknya seorang istri tergantung suami."

25. "Jangan engkau sia-siakan keluargamu."

26. "Lidah itu sangat kecil dan ringan. Tapi bisa mengangkatmu ke derajat yang paling tinggi dan bisa menjatuhkanmu ke derajat paling rendah."

27. "Diamnya seorang istri bukan berarti membiarkanmu berbuat semakin menyakitiku dan semaumu, sungguh aku tak mengerti dengan jalan pikiranmu wahai suamiku."

28. "Karena ketika sudah kecewa, apapun yang baik akan tetap terlihat buruk."

29. "Saat ini juga aku tak akan bertanya di mana dan bagaimana kamu daripada aku harus menerima kekecewaan karenamu."

30. "Luangkan lah waktu mu, pekerjaanmu yang padat."

31. "Karena orang yang menyayangimu tidak mungkin membuat kamu kecewa, menangis, sedih, apalagi sampai menyakitimu."

32. "Aku akan meresapi semua makna di balik kenangan pahit yang kau berikan itu, dan akan kujadikan pelajaran untuk menuju masa depan yang lebih baik."

33. "Pergilah. Suatu saat kau akan menyadari bahwa, tak akan ada seorang pun yang lebih sabar merawat segala tentangmu selain aku."

34. "Aku hancur berantakan, aku hampir tidak dapat bernafas, dengan patah hati yang masih berdetak."

35. "Ekspektasi yang berlebihan padamu adalah akar dari semua rasa sakit hati ini."

36. "Suamiku, aku harap aku bisa melukaimu seperti caramu menyakitiku. Tetapi aku tahu bahwa jika aku memiliki kesempatan itu, aku tidak akan melakukannya."

37. "Aku harus melepaskan harapan palsu ini, bahwa kamu akan berubah dan tidak mengingkari janji."

38. "Aku masih mencoba memahami mengapa alam semesta menyatukan dua insan hanya untuk menghancurkan mereka."

39. "Aku rangkai cinta seindah yang aku bisa hanya untukmu, namun aku hanya memperoleh luka yang amat dalam hingga membuatku tak ingin merasakan cinta lagi."

40. "Suamiku, aku sedih, sakit hati, marah, dendam, dan kecewa. Tapi tahukah kamu? Aku akan tersenyum dan melanjutkan. Itu memang akan menyakitkan, tetapi aku akan bertahan hidup."

(brl/lea)