Brilio.net - Selain puisi, pantun juga bisa dipakai sebagai ungkapan perasaan. Nggak hanya unik saat diucapkan, pantun juga punya kesan tersendiri dan penuh makna. Bagaimana tidak, membuat pantun itu tidak bisa sembarangan lho. Setidaknya butuh beberapa waktu untuk bisa merangkai kalimat jadi pantun cantik.

Ciri-ciri umum pantun satu bait terdiri dari empat baris. Bersajak a-b-a-b. Sajak ini adalah rima atau akhiran yang sama. Misal belakangnya menggunakan huruf u dan u. Kemudian dua baris awal disebut sampiran. Sedangkan dua selanjutnya merupakan isi. Untuk isi kamu bisa membuatnya secara bebas.

Kamu bisa menyesuaikan dengan jenis pantun apa. Misalnya pantun lucu atau jenaka, cinta, nasihat, dan lain sebagainya. Terpenting juga kamu harus memakai rima sama. Tapi ada juga pantun singkat yang hanya cukup diisi dua baris saja. Bebas sesuka hati dalam membuat barisnya, tapi tetap dengan huruf akhiran sama.

Begitu pula dengan pantun 2 bait. Pantun jenis ini, pada bait pertama bisa diisi pantun biasa. Kemudian bait kedua menjadi 'balasan' dari bait satu tadi. Namun ada juga yang dibuat sambungan atau berhubungan antara dua bait ini. Ada pula yang menjadikan bait dua sebagai pantun baru.

Penasaran dengan pantun 2 bait ini? Simak rangkuman brilio.net dari berbagai sumber pada Selasa (28/7).

Loading...

-Pantun 2 bait yang bisa bikin hari cerah.

Pantun 2 bait pixabay

foto: pixabay.com

Pantun 2 bait bisa disebut dengan pantun berkait. Jika cermat, kamu akan mudah menemukan hubungan dari satu bait dengan bait selanjutnya.

1. Pohon jambu pohon kelapa

Pohon kelapa dahannya rapat

Jika kamu ingin masuk surga

Ibu bapak hendaklah dihormat

Pohon kelapa dahannya rapat

Buah salak rasanya kesat

Ibu bapak hendaklah dihormat

Maka pahala akan kau dapat

2. Di mana kuang hendak bertelur

Di atas lata di rongga batu

Di mana tuan hendak tidur

Di atas dada di rongga susu

Elok berjalan kota tua

Kiri kanan berbatang sepat

Elok berbini orangtua

Perut kenyang ajaran dapat

3. Pergi ke toko membeli kain

Kainnya berwarna cokelat

Belajarlah dengan rajin

Agar kelak bisa bermanfaat

Jalan-jalan ke kota Blitar

Jangan lupa beli sukun

Jika kamu ingin pintar

Belajarlah dengan tekun

4. Ikan gabus di rawa-rawa

Ikan belut nyangkut di jaring

Perutku sakit menahan tawa

Gigi palsu loncat ke piring

Limau purut di tepi rawa

Buah di lanting belum masak

Sakit perut sebab tertawa

Melihat kucing duduk berbedak

5. Punggur berdaun di atas kota

Jarak sejengkal dua jari

Musang rabun, helang pun buta

Baru ayam suka hati

Ketika perang di negeri Jerman

Ramai askarnya mati mengamuk

Ranggup gunung dikunyah kuman

Lautan kering dihirup nyamuk

6. Memasang bunga di samping pagar

Bunga melati harum baunya

Jangan lupa untuk belajar

Agar sukses nantinya

Pergi toko beli buku

Jangan pilih dari sampulnya

Hormatilah orangtuamu

Karena mereka berjasa

7. Pokok pinang patanya condong

Dipukul ribut berhari-hari

Kucing berenang tikus berdayung

Ikan di laut berdiam diri

Tanam pinang di atas kubur

Tanam bayam jauh ke tepi

Walaupun musang sedang tidur

Mengira ayam di dalam mimpi

8. Kalau tuan pergi ke laut        

Pesan saya ketam jantan

Kalau tuan menjadi pulut  

Saya menjadi kepala santan

Kalau tuan pergi ke laut      

Carilah saya ketam betina

Kalau tuan menjadi rambut    

Saya menjadi bunga cina

9. Minyak ikan diolesin kawat

Ikannya besar karna disulap

Banyaklah makan biar kuat

Gedenya nanti jadi pembalap

Duku hilang dimakan pesulap

Makannya naik di atas ayunan

Aku emang seorang pembalap

Tapi ogah naik mobil mainan

10. Banyak bulan perkara bulan

Tidak semulia bulan puasa

Banyak Tuhan perkara Tuhan

Tidak semulia Tuhan Yang Esa

Daun terap di atas dulang

Anak udang mati dituba

Dalam kitab ada terlarang

Yang haram jangan dicoba

11. Jika pergi ke padang datar

Jangan lupa pulang berlabuh

Jika kita kepingin pintar

Belajarlah sungguh-sungguh

Jika ingin mendulang cadas

Jangan lupa palu baja

Jika murid tumbuh cerdas

Guru pun ikut bahagia

12. Jika kamu pergi ke dusun

Jangan lupa bawa beras

Belajarlah dengan tekun

Agar kita naik kelas

Jika kita makan petai

jangan lupa makan kerupuk

Jika kita ingin pandai

Rajin-rajin baca buku

13. Kalau tanam kayu ulin

Jangan digali berbagai arah

Bumi gersang bencana rutin

Karena pohon habis dijarah

Cabai merah rasanya pedas

Kalau makan jangan dikunyah

Hutan rusak berganti cadas

Air kering hewan pun punah

14. Di atas utama burung bersarang

Burung terbang di angkasa

Di dalam tersirat kitab ada terlarang

Jangan sekali-kali membuat dosa

Burung terbang di ruang angkasa

Jatuh ke laut namun tenggelam

Jangan sekali-kali membuat dosa

Wahai kaum yang beragama Islam

15. Minum jamu di rumah paklek

Rumah paklek di Surabaya

Eh kamu udah jelek

Jangan kebanyakan gaya

Si baju merah matanya melek

Si baju hijau cuka

Biarlah muka gue jelek

Yang penting banyak yang suka

-Pantun 2 bait singkat dan penuh makna.

Pantun 2 bait pixabay

foto: pixabay.com

Pantun berkait ini bisa dibuat lebih dari dua bait. Bahkan ada juga yang sampai 10 bait.

16. Anak ayam turun sepuluh

Mati satu tinggal sembilan

Tuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguh

Supaya engkau tidak ketinggalan

Anak ayam turun sembilan

Mati satu tinggal delapan

Ilmu boleh sedikit ketinggalan

Tapi jangan sampai putus harapan

17. Minum teh di atas genteng

Tidak lupa pakai bedak

Eh kamu jangan sok ganteng

Muka mu kayak ketombe landak

Enak rasanya buah cempedak

Buahnya jatuh jadi penyet

Biarlah mirip ketombe landak

Daripada mirip ingus monyet

18. Oh bulan kemana bintang

Atas pucuk kayu ara

Oh tuan kemana hilang

Dalam bilik anak dara

Atas pucuk kayu ara

Lebat daunnya pokoknya rindang

Hilang ke dalam bilik nak dara

Cuma meminta rokok sebatang

19. Bermain mata sambil berdiri

Bermain cinta tanpa perasaan

Tapi kamu tak mau introspeksi diri

Karena kamu tak punya perasaan

Bermain cinta tanpa perasaan

Bermain api harus hati-hati

Karena kamu tak punya perasaan

Makanya kamu banyak mempermainkan hati

20. Jalan jalan ke Cianjur

Di Cianjur ketemu Mumu

Kalau boleh aku jujur

Aku masih sayang pada mu

Di Cianjur ketemu Mumu

Setiba ketemu Mumu sudah tak kukuh

Aku masih sayang pada mu

Tapi mengapa kamu selingkuh

21. Buah jambu warnanya putih

Enak dimakan bersama Ganu

Hei kamu memang putih

Tapi sayang putih karena panu

Anak sekolah namanya Ganu

Mesin ketam terikat tali

Biarlah putih karena panu

Daripada hitam kayak kuali

22. Lurus jalan ke Payakumbuh

Kayu jati bertimbal jalan

Di mana hati tak kan rusuh

Ibu mati bapak berjalan

Kayu jati bertimbal jalan

Turun angin patahlah dahan

Ibu mati bapak berjalan

Kemana untung diserahkan

23. Beragam bunga terbit dari tangkainya

Harumnya bikin elus beta punya hati

Lelah ini jiwa sekadar untuk meraba

Cinta tak kunjunglah jua beta rasai

Harumnya bikin elus beta punya hati

Seakan takkan pernah tutup matanya

Cinta tak kunjunglah jua beta rasai

Hancur batin ditumbuk nestapa

24. Siap kalau ada rasa orang mau berbagi

Bunga memang dikau itu pelipur lara

Mampus beta punya hati dikoyak sepi

Teguk sempitnya hari beta kawan derita

Karena memang di dunia itu tugasnya

Siap kalau ada rasa orang mau berbagi

Beta jadi bingung mau jalan kemana

Mampus beta punya hati dikoyak sepi

25. Belok jalan ke Sambuhkumbuh

Kayu jati bertimbal jalan

Di mana hati tidak akan rusuh

Ibu mati bapak yang berjalan

Kayu jati bertimbal jalan

Kencang angin patahlah dahan

Ibu mati bapak yang berjalan

Kemana untung akan diserahkan

26. Setiba ketemu Mumu sudah tak kukuh

Aku pergi jalan jalan kemaluku

Tapi mengapa kamu selingkuh

Dengan teman baik ku

Aku pergi jalan jalan kemaluku

Setiba di Maluku ketemu Sintia

Dengan teman baik ku

Kamu katakana akan setia

27. Jalan–jalan di kota Serang

Di kota Serang membeli keripik

Keripik enak rasanya garing

Rasa garingnya mudah ditebak

Di kota Serang membeli keripik

Keripik saja tidaklah cukup

Rasa garingnya mudah ditebak

Rasa garingnya paling mantap

28. Seakan takkan pernah tutup matanya

Terus tersenyum bunga tiada malu

Hancur batin ditumbuk nestapa

Kotor hati jadi langsung mengguru

Terus tersenyum bunga tiada malu

Karena memang di dunia itu tugasnya

Kotor hati jadi langsung mengguru

Beta jadi bingung mau jalan kemana

29. Kalau tuan pergi ke Langat    

Saya menanti di batu sembilan

Kalau tuan menjadi mayat    

Saya menjadi air sembilan

Kalau tuan mencari buah        

Saya pun mencari pandan

Kalau tuan menjadi nyawa    

Saya pun menjadi badan

30. Kalau tuan pergi ke Tanjung

Belikan saya pisau lipat

Kalau tuan menjadi burung

Saya menjadi benang pengikat

Kalau tuan pergi ke Kelang

Saya hantar sampai ke Linggi

Kalau tuan menjadi helang

Saya menjadi kayu tinggi