Brilio.net - Dalam menjalani kehidupan kita tidak bisa lepas dari yang namanya drama. Baik saat di lingkungan keluarga, sekolah hingga saat di lingkungan bermasyarakat. Jika kebanyakan drama pasti akan sangat mengganggu. Hidup menjadi tidak tenang dan suram.

Istilah drama berasal dari bahasa Yunani 'draomai' yang berarti beraksi, bertindak, berbuat, dan berlaku. Sementara menurut KBBI, drama merupakan komposisi prosa yang diharapkan dapat menggambarkan kehidupan atau watak melalui dialog yng dipentaskan. Hakikatnya, drama menggambarkan beberapa tokoh untuk mengungkapkan dialog disertai gerak-gerik dan unsur artistik pertunjukan.

Dalam dunia seni, drama bisa menjadi salah satu hiburan untuk melepas penat. Pertunjukan yang seringkali ditampilkan di televisi ini bahkan mampu membuat penonton larut dalam alur kisahnya. Nah, bagi pemeran tentu pementasan ini tidak dilakukan secara spontan.

Sebelumnya mereka akan mempelajari teks drama untuk dihafalkan. Dibutuhkan kemampuan khusus untuk menampilkan sebuah drama. Mulai dari penghayatan, penghafalan teks, dan ekspresi wajah yang totalitas. Jika ingin mengasah kemampuan bermain drama, ada banyak contoh teks drama yang bisa dijadikan bahan untuk latihan.

Seperti ulasan brilio.net di bawah ini, 11 contoh teks drama dengan berbagai tema, yang dihimpun dari berbagai sumber pada Jumat (17/12).

Contoh teks drama dengan berbagai tema.

1. Contoh teks drama tentang cerita rakyat.

Contoh teks drama berbagai tema © berbagai sumber

foto: freepik.com

Malin Kundang adalah seorang anak yang telah lama merantau meninggalkan tanah kelahirannya. Ia mengembara mengadu nasib demi mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Ia meninggalkan Mande, ibu kandungnya seorang diri di tanah kelahirannya. Singkat cerita, akhirnya Malin Kundang berhasil menikah dengan seorang putri saudagar kaya raya. Ia pun kembali ke tanah kelahirannya bersama sang putri.

Malin : "Istriku, inilah tanah kelahiranku dulu." (Sambil menunjuk ke arah daratan dari atas perahu yang bersandar)

Putri : "Sungguh indah sekali tanah kelahiran kau ini Kanda."

Mande : (Berlari tertatih-tatih) "Malin! Kau kah itu nak?" (Berteriak kegirangan)

Putri : "Siapakah wanita tua itu Kanda?"

Malin : (Menyembunyikan wajah terkejut ketika melihat ibunya berlari ke arah perahu) "Kanda tak tahu Dinda. Mungkin itu hanya pengemis yang ingin meminta sedikit sumbangan dari kita saja. Sudah jangan pedulikan lagi dia."

Mande : "Malin, ini ibumu nak. Sudah lupakah kau pada ibu yang telah mengandung dan membesarkan kau ini Malin?"

Malin : "Wahai wanita tua! Jangan sekali-kali kau berani mengaku sebagai ibuku. Enyahlah kau! Ibuku bukan wanita tua renta sepertimu, dan ibuku sudah lama meninggal. Pergi kau dari sini! Jangan sampai kau mengotori kapalku ini!" (Berteriak emosi sambil menunjuk ke ibunya)

Mande : (Ia menangis menahan kesedihan) "Ya Tuhan, kenapa pula anakku berubah menjadi seperti ini? Apa salahku ini Tuhan? Jika memang ia bukan anakku, maka maafkanlah ia yang telah menghinaku ini. Namun jika ia benar anakku si Malin Kundang, maka hukumlah dia yang telah durhaka itu." (Sambil menengadahkan tangan memohon kepada Tuhan)

Tiba-tiba terdengar suara gemuruh, petir datang menggelegar. Badai besar tiba-tiba datang dan kapal Malin Kundang terbalik. Seketika kilat menyambar tubuh Malin dan istrinya. Anehnya, mereka berdua kemudian berubah menjadi batu. Itulah kekuatan doa seorang ibu. Jangan sampai kita menjadi anak yang durhaka kepada kedua orang tua.

2. Contoh teks drama tentang pergaulan bebas.

Contoh teks drama berbagai tema © berbagai sumber

foto: freepik.com

Pagi itu di sebuah sekolah SMA, Bayu berlari menghampiri Jono, Liyana, Nina, Ardi, Mira, Cici, dan Ahmad.

Bayu : "Teman-teman, kemarin ada salah seorang teman kita yang ditahan polisi karena terlibat kasus narkotika."

Jono : "Iya, kemarin saya mendengar kabar burung, tetapi saya tidak mengetahui siapa anak yang ditahan tersebut."

Nina : "Katanya sih, kalau tidak salah dengar yang ditangkap polisi itu si Riko anak kelas sebelah."

Ahmad : "Ya ampun, kasihan sekali, pasti dia ada masalah sehingga sampai mencoba obat-obatan terlarang sebagai pelariannya. Di satu sisi, kejadian tersebut merusak nama baik sekolah kita."

Liyana : "Tetapi, bisa saja dia merupakan korban atau dijebak orang. Kita tidak boleh menuduhnya sebagai pengguna terlebih dahulu sebelum ada bukti yang kuat."

Nina : "Setahuku, dia memang berasal dari keluarga cukup mampu, namun kurang kasih sayang dari orang tuanya."

Ardi : "Benar kata Liyana, sekarang banyak oknum tidak bertanggung jawab yang menjebak atau mencari korban lainnya."

Cici : "Sekarang memang sedang marak kasus narkotika di kalangan remaja. Hampir setiap hari tayangan di televisi menyiarkan berita tentang kasus narkotika.

Ahmad : "Kita harus pandai-pandai memilih teman bergaul dan mewaspadai orang asing di sekitar kita."

Mira : "Kasih sayang dan perhatian orang tua memang sangat berpengaruh pada kehidupan remaja yang masih labil. Kalau orang tua terus mengabaikan anak-anaknya, mereka akan terjerumus ke pergaulan bebas."

Bayu : "Katanya sih, dia tidak sampai dipenjarakan karena masih di bawah umur. Dia hanya akan melewati tahap rehabilitasi dan kedua orang tuanya perlu diselidiki lebih jauh terkait ketaktahuan mereka tentang anaknya yang sudah berulang kali menggunakan obat terlarang tersebut."

Cici : "Semoga saja setelah direhabilitasi, Riko bisa sembuh dan bersekolah seperti biasanya."

Liyana : "Semoga saja, perjalanan hidup kita masih panjang. Usia kita sekarang ini merupakan usia di mana kita menemukan jati diri dan merencanakan masa depan. Sangat disayangkan jika tindakan buruk yang kita perbuat sekarang dapat menghancurkan masa depan kita."

Jono : "Mari kita bersama-sama saling mendukung dan mengingatkan supaya kita tidak terjerumus ke dalam pergaulan bebas yang akan merusak masa depan kita. Kuatkan iman dan terbuka kepada orang tua, keluarga, dan teman terdekat jika ada masalah agar kita tidak Depresi dan memicu kita melakukan perbuatan terlarang seperti mencoba menggunakan narkotika!"

3. Contoh teks drama tentang kebersamaan.

Contoh teks drama berbagai tema © berbagai sumber

foto: freepik.com

Suatu hari lima sekawan sedang bermain bola di lapangan desa tempat mereka tinggal. Mereka memang sering bermain bola sore hari di lapangan tersebut. Dan saat ini mereka sedang beristirahat di pinggir lapangan.

Bayu : "Dod, kamu dibawakan bekal apa sama ibumu? (sambil membuka kotak bekalnya)."

Dodi : "Aku dibawain bekal ayam goreng nih. Kalo kamu Bay?"

Bayu : "Aku dibawain bekal udang besar sama bundaku. Soalnya kemarin ayahku menangkap udang bersama ayah Ehsan."

Dodi : "Jadi bekalmu juga juga pake udang San?"

Ehsan : "Iya Dod. Aku samaan sama Bayu (tersenyum semringah)."

Dodi : "Waaahhh enaknya… aku juga suka sekali udang. Kalo kamu ham?"

Ilham : "Aku dibawain sayur daun ubi dengan ikan sambal Dod. Makanan kesukaanku."

Dodi : "Wahhh, itu juga tak kalah enaknya. Kalau kamu, Ton?"

Anton : (tersenyum meringis) "Aku gak bawa bekal. Ibuku pagi-pagi sekali suda bekerja karena abangku akan masuk SMA. Maka dari itu ayah sama ibu harus giat mencari uang. Jadi ibuku tak sempat masakin aku bekal (sedih)."

Dodi : "Ya sudah, Ton. Kamu masih bisa kok makan bersama kami."

Anton : "Maksudnya?"

Ehsan : "Gimana kalo kita ramai-ramai makannya biar Anton juga bisa makan, makanan kita."

Ilham : "Bagaimana caranya?"

Ehsan : "Begini saja, bagaimana kalo kita makannya pakai daun pisang? Jadi makanan kita, kita tuang ke daun pisang itu. Biar kita semua bisa makan bareng-bareng."

Dodi : "Ide bagus tuh. Ayo!"

Ilham dan Bayu mengambil daun pisang yang tak jauh dari tempat mereka. Dan mereka semua menuangkan makanannya di daun pisang tersebut. Mereka makan dengan lahap.

Anton : "Terima kasih ya teman-teman. Cuma kalian teman yang mengerti keadaanku."

Bayu : "Siap. Santai aja, Ton (tersenyum)."

4. Contok teks drama singkat tentang persahabatan.

Contoh teks drama berbagai tema © berbagai sumber

foto: freepik.com

Di kamar Freya, Nayla datang dan duduk di pinggir kasur. Sementara Freya sedang berbaring di kasurnya.

Nayla : "Frey, kamu kenapa?"

Freya : "Enggak papa kok Nay, aku cuma sedikit stress aja karena ujian masuk PTN tinggal sedikit lagi."

Nayla : "Oooh jadi itu yang membuat kamu mengurung diri di kamar terus? Terus kata mama kamu, kamu makannya sedikit."

Freya : "Iya, lagi gak mood buat ngapa-ngapain nih."

Nayla : "Frey, jangan gitu dong. Kalau kamu ga mau makan, mengurung diri terus di kamar, nanti kamu sakit. Terus kalau kamu sakit, kamu nanti enggak bisa ikut ujian tulis masuk PTN itu gimana ? Makin ribet nanti urusannya."

Freya : "Iya juga ya, tapi gimana dong. Aku bingung nih."

Nayla : "Yang kamu bingungin apa, Frey?"

Freya : "Aku bingung, nanti kalo aku gak masuk PTN, aku harus gimana?"

Nayla : "Sekarang, kamu jangan mikirin hasilnya dulu. Kamu belajar aja dulu yang rajin, banyakin jawab-jawab soal ujian tahun lalu. Urusan hasil itu belakangan."

Freya : "Udah kok, Nay. Tapi, aku masih aja merasa takut ngebayangin kalau aku enggak diterima."

Nayla : "Kayaknya kamu perlu untuk refreshing deh. Biar kepala kamu enggak pusing. Gimana kalau kita belajar bareng? Kita bisa cari tempat di luar sana kayak taman, kafe, dan yang lain. Biar kamu enggak tertekan, sekalian bisa liat pemandangan yang bagus terus hirup udara segar. Gimana menurut kamu?"

Freya : "Wah ide bagus tuh. Aku juga mau hirup udara segar. Otakku udah mumet banget nih."

Nayla : "Ya udah, ayo."

Freya : "Terima kasih ya Nay, kamu selalu ada di saat aku lagi butuh bantuan."

Nayla : "Iya sama-sama, Frey."

Freya dan Nayla pun saling berpelukan.

5. Contoh teks drama tentang keluarga.

Contoh teks drama berbagai tema © berbagai sumber

foto: freepik.com

Kala senja itu ibu dan anak gadisnya seperti biasa duduk di bangku panjang depan rumahnya. Mereka tengah menatap senja menunggu, menanti seseorang yang telah lama dinanti. Setelah larut dalam diam beberapa saat, sang anak memulai

pembicaraan.

Anak : "Ibu...jangan kau ceritakan lagi apa pun tentang ayah."

Ibu : "Kenapa?"

Anak : (Sambil memandang ke arah langit) "Karena Ayah tak pernah datang, dan ku kira ia memang tak akan pernah datang."

Ibu : "Ayahmu berjanji akan datang saat senja."

Anak : "(Meninggikan nada bicara) Sudah tak terhitung lagi jumlah senja yang kita lalui..di sini..tempat ini...sedari dulu waktu aku masih dalam kandungan hingga kini, namun Ayah tak jua datang."

Ibu : "Ayahmu lelaki yang baik. Ia akan datang, ia pasti datang menepati janjinya.

Anak : (Terus mencecar) "Kenapa Ayah berjanji akan datang saat senja? Kenapa tidak pagi atau siang saja?"

Ibu : "Karena senja bukan akhir, ia adalah permulaan sebuah hari."

Anak : (Dengan nada tinggi) "Haaaaah....Sudahlah! Aku tak mengerti maksud perkataan Ibu itu. (Masuk ke dalam rumah)

6. Contoh teks drama tentang komedi.

Contoh teks drama berbagai tema © berbagai sumber

foto: freepik.com

Siang itu lima sekawan yakni Danu, Dina, Dita, Didi, dan Dadang sepakat untuk mengerjakan tugas sepulang sekolah bersama.

Dita : "Nanti kita kerjakan tugas di tempat biasa ya teman-teman."

Didi : "Di balai desa atau di rumah Danu?"

Dita : "Di balai desa saja."

Dina : "Baiklah teman-teman, kalau begitu saya pulang ganti baju dan makan dulu baru saya ke balai desa."

Setelah mereka semua pulang ke rumah masing-masing dan jam menunjukkan pukul empat sore, Dina, Dita, dan Didi segera berangkat menuju balai desa. Hanya Danu yang tidak berangkat karena sepulang sekolah ia tertidur pulas dan lupa jika sudah sepakat mengerjakan tugas.

*Sampai di balai desa*

Didi : "Danu mana ya? Sudah hampir jam lima dia tak kunjung datang."

Dina : "Jangan-jangan dia lupa jika sekarang kita akan mengerjakan tugas?"

Dita : "Atau mungkin dia mengira kalau kita akan mengerjakan tugas di rumahnya. Sebaiknya kita ke rumahnya mungkin dia sudah menunggu kita."

Dadang : "Mungkin dia ada urusan tetapi lupa memberitahu kita. Kita tunggu saja disini sembari menyelesaikan separuh tugas."

Mereka berempat mengerjakan tugas bersama terlebih dahulu sembari menunggu kedatangan Danu. Setelah jam tangan Dadang menunjukkan angka pukul 5:30 sore, terlihat dari jauh anak laki-laki terengah-engah berlari membawa tas.

Didi : "Tuh kan, Danu baru kemari."

Dina : "Eh.. iya. Tetapi kenapa dia berlari seperti dikejar hantu dan memakai seragam sekolah?"

Danu : "Teman-teman? Sedang apa kalian sepagi ini di balai desa? Apa kalian tidak takut terlambat kesekolah?"

Seketika Dita, Dina, Didi dan Dadang tertawa terbahak-bahak.

Dita : "Ini masih sore, Danu. Pasti kamu baru bangun tidur kan?"

Dina : "Makanya Dan, kita dilarang tidur sampai hampir petang."

Wajah Danu memerah disertai rasa malu dan menyesal.

7. Contoh teks drama tentang Covid-19.

Contoh teks drama berbagai tema © berbagai sumber

foto: freepik.com

Sore itu ada dua orang remaja putri yang ingin pergi ke sebuah mini market untuk membeli camilan namanya Sarah dan Siti.

Siti : "Sar aku lapar! yuk kita otw mini market terdekat."

Sarah : "Pas Sekali aku juga lapar yuk beli camilan."

Setelah perbincangan tadi mereka memakai motor dan helm tapi tidak pakai masker.

Siti : "Ayok sar kamu yang bawa motornya aku yang bonceng ya."

Sarah : "Ok."

(Saat tiba di depan indomaret mereka berdua kaget karena ada polisi sedang berpatroli masker karena sedang dalam kondidi PPKM Covid 19, lalu mereka kaget bukan kepalang karena mereka berdua gak pakai masker)

Sarah : "Sit gimana ini ada polisi aku lupa gak bawa masker."

Siti : "Aduh aku juga lupa lagi gak bawa masker."

(Selanjutnya polisi datang dan menanyai mereka lalu di beri hukuman untuk menghafalkan pancasila)

Polisi : "Selamat sore dik, kok gak pakai masker?"

Sarah : "Anu pak lupa tadi saya."

siti : "Saya juga lupa pak."

polisi : "Begini ya dik. masker itu untuk melindungi diri sendiri dan orang lain dari paparan virus Covid 19 dek. lain kali jangan lupa ya. sekarang karena kalian berdua gak bawa masker kalian harus melafalkan pancasila."

Sarah : "Baik pak kami bersalah tidak akan lupa bawa masker lagi."

Lalu mereka berdua melafalkan pancasila.

8. Contoh teks drama tentang musikalisasi.

Contoh teks drama berbagai tema © berbagai sumber

foto: freepik.com

Rana merupakan salah satu siswi sebuah SMA yang sangat berbakatdibidang seni, musik dan sastra. Karya-karyanya selalu mengisi mading sekolah dan dimuat di beberapa koran dan majalah. Hari ini Rana kedatangan teman-teman sekolah yang ingin melihat karya-karya lain Rana yang belum dipublikasikan.

*Di rumah Rana*

Rana : "Silakan masuk teman-teman. Maaf rumah saya sempit."

Difka : "Maaf juga sebelumnya kita merepotkanmu, Rana."

Rana : "Tidak apa-apa teman-teman, justru saya senang kalian berkunjung ke rumahku dan tertarik melihat karyaku."

Aina : "Kamu memang hebat Rana!Puisi yang kamu buat selalu menyentuh hati siapa saja yang membacanya"

Rana : "Bisa saja kamu Aina. Saya juga masih belajar. Karyaku masih tidak seberapa dengan karya para sastrawan lainnya."

Anya : "Kalau terus diasah, suatu saat kamu juga dapat menyaingi para sastrawan yang terkenal itu."

Zahra : "Iya Rana. Kami juga mau melihat karya-karyamu yang belum dipublikasikan, boleh?"

Endita : "Sekalian juga kita ingin belajar kepadamu, supaya nilai pelajaran sastra kita naik."

Fina : "Aku juga ingin diajarkan membuat puisi yang bagus supaya nanti jika ada ujian sastra aku tidak kesulitan."

Rana : "Boleh saja teman-teman. Ayo masuk ke kamarku!Disana banyak karya-karyaku yang telah kusimpan dan belum dipublikasikan."

Mereka semua kemudian masuk ke kamar Rana.

Indah : "Wah, ternyata kamu juga sangat pandai melukis ya,Rana. Kenapa kamu tidak memasang lukisanmu juga di mading sekolah? Pasti banyak yang suka."

Rana : "Sebenarnya itu lukisan terakhirku, ayahku tidak suka melihatku melukis dan meminta kepadaku untuk fokus sekolah dahulu karena aku selalu menghabiskan waktu melukis berjam-jam dan lupa belajar."

Fina : "Lalu, bagaimana dengan karyamu yang lain seperti puisi dan karya sastra lainnya?"

Rana : "Kalau soal itu, ayahku tidak mengetahui karena kalau membuat puisi dan karya sastra lainnya, ayahku mengangggap aku sedang belajar."

Gita : "Lalu,bagaiamana dengan ibumu?"

Rana : "Kalau ibuku setuju saja serta membiarkanku mengembangkan bakat dan minatku."

Kartika : "Aku dengar kamu juga pintar menyanyi ya,Rana?"

Rana : "Tidaksepintar itu, hanya saja aku sering menulis lirik lagu dan menyanyikannya menggunakan gitar kesayangku."

Tiara : "Kamu memang hebat Rana!Selain pintar sastra juga pintar memainkan alat musik gitar."

Anya : "Coba nyanyikan salah satu lagu ciptaanmudong,Rana! Kami ingin mendengarkannya!"

Rana : "Saya tidak terlalu pandai menyanyi teman-teman. Saya hanya menciptakan lirik dan membuat arasemen musiknya."

Zahra : "Ayolah Rana, jangan malu-malu."

Rana : "Baiklah."

Rana mulai memetik senar gitar dan menyanyikan sebuah lagu karyanya. Teman-teman yang lain hanya mendengarkan dan menikmati suara Rana yang beradu dengan suara petikan senar gitar. Setelah Rana mengakhiri lagunya, semua teman-temannya memberikan tepuk tangan yang meriah.

9. Contoh teks drama tentang kejujuran.

Contoh teks drama berbagai tema © berbagai sumber

foto: freepik.com

Dalam suasana belajar mengajar di dalam kelas dan sedang dilakukan ulangan mendadak serta mengumpulkan tugas.

Guru : "Anak – anak, silakan dikumpulkan tugas karya tulis minggu kemarin."

Kemudian satu persatu siswa naik mengumpulkan tugas karya tulis masing-masing.

Guru : "Karena ini merupakan tugas perorangan, maka penilian akan dilakukan berdasarkan isi dari karya tulis kalian. Oke, masukkan buku kalian semua. Bapak akan mengadakan ulangan."

Reni : "Hah, ulangan apa lagi pak? baru saja 2 hari yang lalu diadakan ulangan."

Guru : "Rara, tolong dibagikan kertas folio ini ke semua siswa."

Rara : "Baik pak."

(Suasana ruang kelas berubah menjadi gaduh karena setiap siswa mengeluh tentang diadakannya ulangan mendadak ini)

Guru : "Pada ulangan kali ini, bapak ingin kalian menulis ulang pokok-pokok dan kesimpulan dari karya tulis yang kalian buat."

Kemudian siswa hening dan sibuk mengerjakan ulangan. Sedangkan pak guru sibuk memeriksa tugas karya tulis yang tadi dikumpulkan. pak guru menemukan keanehan pada tugas karya tulis milik Rara dimana isinya sama persis dengan karya tulis milik Rina. Setelah 20 menit berlalu, kemudian kertas ulangan dikumpulkan.

Guru : "Baiklah yang lain bisa istirahat. Tolong Rara dan Rina tetap disini, bapak mau bicara."

(semua siswa keluar ruang kelas kecuali Rara dan Rina)

Guru : "Bapak minta kalian berdua jujur kepada bapak. Kenapa tugas kalian bisa sama persis, bahkan titik dan komanya juga."

Rara : "Saya mengerjakan karya tulis itu sendiri pak."

Rina : "Saya juga mengerjakan karya tulis saya sendiri."

Guru : "Lalu, Mengapa isi dari jawaban ulangan kalian tadi tidak sama dengan isi karya tulis kalian?"

(lama Rara dan Rina terdiam, takut-takut untuk memulai berbicara)

Rina : "Maaf pak. Kalau saya jujur, apakah kalau saya berkata jujur maka bapak akan memaafkan saya?"

Guru : "Tentu."

Rina : "Saya mendapatkan materi untuk tugas karya tulis dari internet pak. Saya langsung copy paste dan tidak saya baca lagi. Itulah mengapa ulangan tadi tidak sama dengan isi karya tulis saya."

Guru : "Baiklah, alasan bisa bapak terima. terus kamu Rara?

Rara : "Saya minta tolong Reni mengerjakan tugas karya tulis itu pak. Dan kelihatannya dia mencari sumber dari internet."

Guru : "Kalau begitu tolong panggilkan Reni."

Rara : "Baik pak." (Rara pun keluar memanggil Reni)

Reni : "Bapak memanggil saya?"

Guru : "Iya, bapak ingin bertanya, apa benar murid 1 minta tolong pada kamu untuk mengerjakan tugasnya?"

Reni : "Iya pak, maafkan saya pak. Rara bilang dia tidak mengerti tugas dari bapak terlebih dia bilang dia tidak bisa mencari tugas tersebut dari internet karena dia tidak punya uang untuk ke warnet

Guru : "Baiklah kalau begitu. Tugas karya tulis dan ulangan kalian bapak kembalikan. kalian harus membuat karya tulis lagi dan dikumpulkan dalam 3 hari."

Rina : "Baik pak."

Rara : "Baik pak, akan saya kerjakan sendiri tugasnya."

10. Contoh teks drama menggunakan bahasa Jawa.

Contoh teks drama berbagai tema © berbagai sumber

foto: freepik.com

Ing desa Taman tirto nyelenggara patemoning pemuda ing 40 taun. (Anto, Murti, Tejo, Jalal, Sri, Mawar, Radit, Tio, Melati, lan Cempaka)

Anto : "Wengi iki awake kabeh bakal nemtokake apa kegiatan sing bermanfaat lan kompetisi sing dianakakekanggomengeti 40 taun desa Tamantirto. Apa anaususlluwih inovatif saka kanca? Utawa kita bakal nahan balapan lan kegiatan kaya taun kepungkur?"

Jalal : "Kita kudu mikir babagan aktivitas lan kompetisi sing rada beda supaya wong ora bosen."

Murti : "Aku ngajak nyengkuyung kontes puisi lannyusun babagan lingkungan desa kanggo bocah-bocah supaya ekspresi, pamikiran lan keterampilan ing sastra lan seni disalurake."

Mawar : "Sarujuk. Saliyane ngasah bakat, kontes puisi ugami gunani minangka sarana pendidikan kanggo wong-wong mau."

Tio : "Aku ngusulake kegiatan sajrone karya bakti, kita bakal mbantu anak yatim piatu lan wong miskin oramunging desa kita nanging uga ing desa-desa tetanggan."

Cempaka : "Aku seneng banget karo gagasan Tio, supaya kita ora senenging dina kuwi, nanging kabeh dianggep minangka wong saka desa."

Radit : "Lajeng kita mbetahaken kathah dana kangge nindakaken tugas."

Tejo : "Aku bakal nggawe proposal sing ditujokake kanggo kepala desa babagan kegiatan, kompetisi lan biaya sing dibutuhake. Sakdurunge kita dibagi ing ngarep sing njupuk care saka balapan lan sing njupuk care saka aktivitas."

Mawar : "Kita bakal mbagi sumbangan berupa dhuwit utawa barang? Yen barang-barang kui saya sukarela ing sesi pameran."

Melati : "Ya, kita kudu ngedistribusikan barang-barang keperluan sapertos lenga, beras lan gula. Aku nggabung karo Mawar."

Sri : "Kanggo konsumsi umum, tak saranke nggawe beras kuning lan es woh dadi luwih bervariasi lan panganan sing menarik amarga warna-warna."

Tejo : "Inggih, Sri mbagi konsumsi kaliyan Cempaka."

Cempaka : "Aku setuju, aku bakal mulai nggoleki barang-barang konsumen sesuk."

Radit : "Oke, kanca-kanca liyane sing ora duwe tugas gabung karo aku kanggo nyedhiyakake peralatan lan dekorasi acara panggung."

Anto : "Oke, kabeh kanca ayo podo semangat!! Ben kabeh iso mlaku kanthi lancar."

11. Contoh teks drama tentang kisah cinta.

Contoh teks drama berbagai tema © berbagai sumber

foto: freepik.com

Semenjak sekolah dasar sampai tingkat atas, Amel dan Wahyu selalu bersama. Karena rumah mereka berdekatan dan keluarga keduanya sudah mengenal satu Sama lain. Sehingga tidak salah jika Amel dan Wahyu selalu berjalan bersama.

Rina : "Mel, kenapa kamu tidak jadian saja Sama Wahyu? Kurang apa coba Wahyu? Ganteng, keren, Pinter."

Amel : "Bukannya aku tidak mau jadian Rin, tapi APA benar kalau cewek duluan yang ngungkapin perasaannya?"

Rina : "Iya juga sih. Wahyu terlihat polos begitu kalau tidak kamu dulu bagaimana kalian bisa berpacaran."

Amel : "Aku malu Rin."

Rina : "Kamu juga lugu dan polos Mel." (Batin Rina)

Wahyu : "Mel, kamu tidak makan siang? Ayo ke kantin bareng?"

Amel : "Aku … aku …"

Rina : "Kita belum makan Yu, kamu ajak Amel aku ada urusan."

Rina tiba-tiba pergi untuk memberi kesempatan Amel dan Wahyu makan siang bersama di kantin sekolah. Namun di tengah jalan Doni anak orang kaya kakak kelas Amel memanggilnya. Semenjak masuk sekolah, Amel tertarik atas penampilan dan gaya Doni yang keren dan cool.

Doni : "Amel mau ke mana?"

Amel : "Aku mau ke kantin kak."

Doni : "Aku ada kesulitan untuk tugas bahasa Indonesia."

Amel : "Kakak Kan sudah kelas 3, sedangkan aku?"

Doni : "Kamu sudah terkenal Pinter mel, tolong ajarin aku ya? Please!"

(Amel terdiam dengan memandang Wahyu yang sudah kelihatan rasa kecewanya.)

Amel : "Nanti sepulang sekolah saja ya kak. Amel mau makan siang dulu."

Doni : "Aku tunggu di gerbang sekolah."

Setiba di kantin, Wahyu banyak menasehati Amel untuk menjauhi Doni yang terkenal sebagai cowok playboy. Namun hati Amel sudah kepincut untuk lebih dekat dengan Doni.

Amel : "Tidak usah khawatirkan aku Wahyu. Aku bisa menjaga diri."

Wahyu : "Aku takut kamu kenapa-kenapa Mel."

Sepulang sekolah, Doni sudah menunggu dengan motor gedenya di gerbang sekolah.

Wahyu : "Mel, hati-hati Sama Doni."

Amel : "Iya aku tahu Yu."

Doni : "Ayo Mel, kita belajar bersama."

Amel hanya tersipu dan segera naik di motor Doni. Sedangkan Wahyu hanya bisa memandang dari jauh.

Doni : "Mel, aku buatkan puisi untuk tugas Bahasa Indonesia hari ini?"

Amel : "Kakak tidak bisa buat puisi?"

Doni : "Tidak. Aku saja tidak paham."

Amel : "Puisi itu keindahan kata-kata yang disusun dengan bahasa yang indah dan bermakna."

Sampai menjelang sore Amel belajar bersama dengan Doni. Hal tersebut sudah berulang-ulang sampai beberapa kali. Mereka berdua diam-diam menjalin cinta di belakang Wahyu. Setiap sepulang sekolah Wahyu tidak pernah bertemu Amel lagi.

(brl/pep)

(brl/pep)