Brilio.net - Bagi kamu penggemar novel tentu familiar dengan nama Tere Liye. Ia merupakan penulis novel ternama yang sudah menghasilkan banyak karya berkualitas.

Novel yang ditulisnya pun selalu laris di pasaran. Sebut saja novel berjudul Hafalan Shalat Delisa, Rembulan Tenggelam di Wajahmu, Rindu, dan Tentang Kamu. Karya-karyanya tersebut sangatlah terkenal di kalangan pembaca novel.

Karya yang dihasilkan Tere Liye tak hanya menghibur para pembacanya, tetapi juga memiliki makna mendalam. Bahkan, banyak hal yang bisa jadi bahan renungan dan penyemangat hidup. Nah, berikut brilio.net rangkum dari berbagai sumber, Rabu (24/11), inilah kata-kata motto hidup dari Tere Liye yang menyentuh hati dan penuh makna.

Kata-kata motto hidup dari Tere Liye yang bisa jadi bahan renungan.

motto hidup dari Tere Liye © 2021 brilio.net

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

foto: Instagram/@gamis_chic

1. "Daun yang jatuh tak pernah membenci angin. Dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan, mengikhlaskan semua."

2. "Hanya karena seseorang itu sabar tingkat langit, maka bukan berarti dia lantas bisa disakiti, diinjak begitu saja. Hanya karena seseorang kuat, strong, maka bukan berarti dia jadi layak dikecewakan, dikhianati, dan diperlakukan tidak adil."

3. "Bagaimanapun keadaan kita, mau sedih, bahagia, waktu tidak pernah berhenti menunggu. Waktu tetap berjalan."

4. "Menangis tidak selalu simbol lemah tak berdaya. Menangis dalam situasi tertentu justru adalah simbol kekuatan, kesabaran, dan kehormatan."

5. "Apa pun yang terlihat, boleh jadi tidak seperti yang kita lihat. Apa pun yang hilang, tidak selalu lenyap seperti yang kita duga."

6. "Hidup ini adalah perjalanan panjang dan tidak selalu mulus. Pada hari ke berapa dan pada jam ke berapa, kita tidak pernah tahu, rasa sakit apa yang harus kita lalui. Kita tidak tahu, kapan hidup akan mebanting kita dalam sekali, membuat terduduk, untuk kemudian memaksa kita mengambil keputusan."

7. "Jika kita tidak mudah menyerah, maka kita sudah dekat sekali dengan kesuksesan."

8. "Di dunia ini, ada dua orang yang susah sekali dikalahkan, yakni orang yang sabar dan orang yang tidak mudah menyerah."

9. "Akan selalu ada hari-hari menyakitkan dan kita tidak tahu kapan hari itu menghantam kita. Tapi akan selalu ada hari-hari berikutnya, memulai bab yang baru bersama matahari terbit."

10. "Jangan sering-sering menoleh ke belakang kalau ingin melangkah maju, nanti kakinya tersangkut."

11. "Hidup ini sebenarnya perjalanan panjang, yang setiap harinya disaksikan oleh matahari."

12. "Dengan terus melangkah, cepat atau lambat, semua beban kenangan akan tertinggal di belakang."

13. "Kejujuran itu seperti cermin. Sekali dia retak, pecah, maka jangan harap dia akan pulih seperti sedia kala."

14. "Tidak masalah sering dihina, dicaci. Banyak orang mulia lahir dari seluruh penghinaan dan cacian."

15. "Hidup ini tidak seperti novel, yang kita bisa mengulang halaman pertama kapan pun kita mau. Dalam kehidupan nyata, saat sebuah kisah tidak lagi asyik, mulai menyakitkan, kita tidak bisa mengulanginya dari halaman pertama lagi. Tapi tidak mengapa, karena kita selalu bisa membuat bab baru, halaman baru."

16. "Inilah hidupku, dan aku tidak peduli apa pun penilaian kalian. Toh, aku hidup bukan untuk membahagiakan orang lain, apalagi menghabiskan waktu mendengar komentar mereka."

17. "Jangan menghukum kesempatan dengan penantian. Karena terkadang melepaskan sesuatu justru memperoleh yang terbaik."

18. "Hidup ini memang tentang menunggu. Menunggu kita untuk menyadari, kapan kita akan berhenti menunggu."

19. "Benarlah kata orang, meski semua hal itu adalah kenangan menyakitkan, kita baru merasa kehilangan setelah sesuatu itu benar-benar pergi, tidak akan mungkin kembali lagi."

20. "Tidak selalu yang kita pikirkan itu benar. Tidak selalu yang kita sangkakan itu kebenaran. Kalau kita tidak mengerti alasan sebenarnya bukan berarti semua jadi buruk dan salah menurut versi kita sendiri."

21. "Jadilah seperti lilin, yang tidak pernah menyesal saat nyala api membakarmu. Jadilah seperti air yang mengalir sabar. Jangan pernah takut memulai hal baru."

22. "Saat kita memutuskan memaafkan seseorang, itu bukan persoalan apakah orang itu salah, dan kita benar. Apakah orang itu memang jahat atau aniaya, bukan. Kita memutuskan memaafkan seseorang karena kita berhak atas kedamaian di dalam hati."

23. "Tidak ada kehilangan yang paling menyedihkan di dunia ini selain kehilangan kejujuran, harga diri, dan martabat."

24. "Melepaskan dengan tulus sesuatu yang amat kita inginkan tidak selalu berarti kita lemah."

25. "Pengalaman selalu lebih penting dibanding level pendidikan dan nilai akademis."

26. "Persahabatan itu tidak terbuat dari sesuatu yang besar. Melainkan, dibangun dari hal-hal kecil yang kemudian saat dikumpulkan ternyata menjadi besar."

27. "Sejatinya, dalam hidup ini kita tidak pernah berusaha mengalahkan orang lain, dan itu sama sekali tidak perlu. Kita cukup mengalahkan diri sendiri."

28. "Cinta adalah sabar. Orang-orang yang sabar akan memperoleh cinta yang istimewa."

29. "Seseorang itu mungkin terlihat banyak kekurangan di mata kita, tapi boleh jadi itu pilihan yang baik. Sebaliknya, seseorang itu mungkin terlihat perfect, sempurna di mata kita, tapi boleh jadi itu pilihan yang buruk."

30. "Sikap dan kehormatanlah yang membedakan seorang petarung dengan petarung lainnya."

31. "Orang kuat itu bukan berarti dia selalu kuat. Tidak. Melainkan dia tahu sekali kapan harus berjuang habis-habisan, kapan harus siap tulus melepaskan."

32. "Jangan habiskan waktu memikirkan seseorang yang boleh jadi tidak pernah memikirkan kita."

33. "Hidup harus terus berlanjut tidak peduli seberapa menyakitkan atau membahagiakan, biar waktu yang jadi obat."

34. "Jika kita berdoa, lantas situasi tetap begitu-begitu saja, tidak ada yang berubah, bukan berarti doa kita tidak makbul, boleh jadi, Tuhan sedang menguji agar hati kitalah yang berubah terlebih dulu."

35. "Bung, hidup ini hanya senda gurau. Jangan terlalu seriuslah apalagi ngotot-ngototan. Sesekali mari kita tertawa, mengolok-olok diri sendiri."

36. "Percayalah, sepanjang kita punya mimpi, punya rencana, walaupun kecil tapi masuk akal, tidak boleh sekalipun rasa sedih, rasa tak berguna itu datang mengganggu pikiran."

37. "Kepedulian kita hari ini akan memberikan perbedaan berarti pada masa depan. Kecil saja, sepertinya sepele, tapi bisa besar dampaknya pada masa mendatang."

38. "Kita tidak perlu menjelaskan hal-hal kepada orang yang tidak mau mendengarkan penjelasan. Jangan menghabiskan waktu."

39. "Kawan, jangan habiskan air mata menangisi seseorang yang jangan-jangan tidak pernah menangis untuk kita."

40. "Hidup kita memang tidak sempurna. Tapi kita bisa membuatnya lengkap dengan selalu berterima kasih."

41. "Jangan menggantungkan kebahagiaan kepada orang lain. Akan tetapi, gantungkanlah kepada sumber segala kebahagiaan."

42. "Biarkan saja orang-orang sibuk dengan masalah mereka sendiri. Kita memilih fokus terus melakukan yang terbaik dan terus memperbaiki diri."

43. "Hati manusia persis seperti lautan, penuh misteri. Kita tidak pernah tahu kejadian menyakitkan apa yang telah dilewati oleh seseorang."

44. "Jika kita tidak pernah bersyukur. Atas hari-hari lapang dan menyenangkan. Maka, apa pantasnya kita mengeluh pada Tuhan saat hidup kita sempit dan menyedihkan?"

45. "Hidup kita memang tidak hebat nan menakjubkan. Tapi kita bisa membuatnya utuh dengan senantiasa bersyukur."

46. "Tidak apa sering sakit hati, dilupakan, ditinggalkan. Banyak orang besar lahir dari sakit hati."

47. "Kawan, tidak perlu selalu cepat panas hati, karena boleh jadi, kita hanya keliru memahami, atau terlalu cepat mengambil kesimpulan."

48. "Begitulah hidup, kadang di atas, kadang di bawah. Kadang berjaya, kadang terhina."

49. "Ketika kita tidak bisa melupakan sesuatu, kejadian, atau seseorang, maka bukan berarti kita tidak bisa terus beranjak maju."

50. " Hidup ini kadang memang ganjil sekali. Ada miliaran orang, tapi kita menambatkan satu hati. Ada berjuta kesempatan, tapi kita memilih satu saja. Hidup ini memang kadang rumit sekali. Ada banyak hari esok, tapi kita tak beranjak. Terlalu banyak hari kemarin, tapi kita terus terbenam."

Kata-kata motto hidup dari Tere Liye yang penuh makna.

motto hidup dari Tere Liye © 2021 brilio.net

foto: Instagram/@literasimuda_indonesia

51. "Jika kita bisa bertahan, tidak hancur, maka kita akan tumbuh menjadi seseorang berkarakter laksana intan yang keras dan kokoh."

52. "Pertanyaan paling penting adalah bukan berapa kali kita gagal, melainkan berapa kali kita bangkit lagi, lagi, dan lagi dan lagi setelah gagal tersebut."

53. "Jika kita gagal 1000x, maka pastikan kita bangkit 1001x lagi."

54. "Jangan terlalu mengejar kehidupan, materi, nanti kita lupa hakikat hidup ini sendiri, dan lupa melaluinya penuh kesyukuran."

55. "Jika seseorang tetap menemani kita di masa-masa sulit. Maka dia berhak menemani kita di masa-masa mudah."

56. "Manusia mungkin saja merasa berkuasa di atas muka bumi, merasa sebagai spesies paling unggul, tapi mereka sebenarnya dalam posisi sangat lemah saat berhadapan dengn kekuatan alam."

57. "Dengan berprasangka baik saja, hati kau masih ketar-ketir memendam duga, menyusun harap, apalagi dengan prasangka negatif, tambah kusut lagi perasaan kau."

58. "Saat berkeluh-kesah, yang kita sampaikan tak mengubah situasi. Pun situasi tidak akan peduli dengan keluh-kesah kita."

59. "Langit selalu punya skenario terbaik, saat itu belum terjadi, bersabarlah."

60. "Isi hari-hari dengan kesempatan baru. Lanjutkan hidup dengan segenap perasaan riang."

61. "Jangan menitipkan harapan di hati orang lain. Melainkan, titipkanlah ke muasal semua harapan."

62. "Mata itu selalu lebih mudah tergoda. Juga telinga. Manusiawi sekali kita senang mendengar dan membaca janji-janji indah."

63. "Orang-orang kuat itu selalu berbesar hati. Saking besarnya, kesedihan apapun, tetap muat di dalam hatinya, tidak luber, tidak membuatnya rusuh, banyak mengeluh, apalagi sampai merusak dirinya sendiri."

64. "Tapi sungguh, siapa pun yang sabar dan tekun akan mekar seperti bunga, akan indah seperti purnama dan menakjubkan seperti kupu-kupu."

65. "Bagi bayi, sakit adalah tahapan naik kelas. Bagi kita yang jelas tidak mengulum jempol lagi, sakit adalah proses pengampunan."

66. "Memaafkan itu harus tapi tidak melupakan agar jadi pelajaran dan tidak terulang."

67. "Kejadian besar selalu bisa membuat orang cepat dewasa. Mereka tidak bisa menghindar, tidak bisa melawan. Mereka hanya bisa memeluk semua kesedihan, memeluknya erat-erat."

68. "Meski terasa sakit, menangis, marah-marah, tapi pada akhirnya bisa tulus melepaskan, maka dia telah berhasil menaklukkan diri sendiri."

69. "Ingatlah nasihat lama, mencari ridha semua orang itu impossible, tapi mencari rida Allah, semua orang bisa melakukannya."

70. "Kamu tidak membutuhkan kekuatan besar, atau senjata-senjata terbaik untuk menemukan bunga matahari pertama mekar. Kamu cukup memiliki keberanian, kehormatan, ketulusan, dan yang paling penting, mendengarkan alam liar tersebut."

71. "Ketika situasi memburuk, ketika semua terasa berat dan membebani, jangan pernah merusak diri sendiri."

72. "Habiskan masa-masa sulit kau dengan teman terbaik, maka semua akan lebih ringan."

73. "Tidak usah jadi pengendali udara, pengendali air, atau pengendali api. Kita cukup jadi pengendali hati. Itu sudah cukup sakti."

74. "Berasumsi dengan perasaan, sama saja dengan membiarkan hati kau diracuni harapan baik, padahal boleh jadi kenyataannya tidak seperti itu, menyakitkan."

75. "Hanya orang-orang dengan hati damailah yang boleh menerima kejadian buruk dengan lega."

76. "Saat lahir, kita datang tanpa membawa apapun. Saat mati, kita pergi pun tanpa membawa apapun."

77. "Jika kita berdoa, lantas semuanya terwujud 100%, bukan berarti doa kita manjur, boleh jadi, Tuhan sedang menguji rasa syukur kita. Apakah kita berterima-kasih atau tidak."

78. "Sayangi rasa sakit yang kita terima. Peluk dengan erat. Maka semoga rasa sakitnya berkurang. Sungguh, apa-apa yang kita tidak sukai, boleh jadi itu amat baik bagi kita."

79. "Jadilah orang yang selalu memberikan kalimat-kalimat positif, semangat untuk orang banyak. Maka semoga itulah yang akan mantul kembali kepada kita."

80. "Jangan cuma bengong seperti ikan buntal."

81. "Sepanjang kita yakin telah melakukan sesuatu dengan baik, selalu belajar untuk lebih baik, terbuka dengan masukan, rasa nyaman dan tenteram itu akan datang. Kemuliaan hidup tidak pernah tertukar."

82. "Aku tidak akan menangis karena sesuatu telah berakhir, tapi aku akan tersenyum karena sesuatu itu pernah terjadi."

83. "Dunia ini selalu dipenuhi kabar buruk, anakku. Agar semua orang selalu menyadari, ada banyak kabar baik yang akan datang setelahnya."

84. "Hanya kesetiaan pada prinsiplah yang akan memanggil kesetiaan-kesetiaan terbaik lainnya."

85. "Jangan pernah bersedih ketika orang-orang menilai hidup kita rendah. Karena sejatinya kemuliaan tidak pernah tertukar. Boleh jadi orang-orang yang menghina itulah yang lebih hina."

86. "Jangan menghukum diri sendiri dengan pertanyaan-pertanyaan orang lain. Karena kita tidak menjalani kehidupan orang lain. Dan orang lain tidak menjalani kehidupan kita."

87. "Hidup ini tidak perlu dibuat rumit, kadangkala cukup dibiarkan saja mengalir seperti sungai. Bahkan saat bertemu bendungan yang tinggi sekali, air bisa terus bersabar, bersabar, dan bersabar, hingga terkumpul banyak dan bisa melampaui tinggi bendungan, lantas bisa melanjutkan alirannya."

88. "Segala sesuatu yang baik, selalu datang di saat terbaiknya. Persis waktunya. Tidak datang lebih cepat, pun tidak lebih lambat. Itulah kenapa rasa sabar itu harus disertai keyakinan."

89. "Kesibukan adalah cara terbaik melupakan banyak hal, membuat waktu melesat tanpa terasa."

90. "Sepotong intan terbaik dihasilkan dari dua hal, yaitu, suhu dan tekanan yang tinggi di perut bumi."

91. "Sesungguhnya ada banyak hal yang sebaiknya orang lain tidak perlu tahu, cukup kita simpan dalam hati."

92. "Saat kita keras kepala bilang betapa tidak adilnya orang lain ke kita, betapa pelitnya, betapa ini, itu yang jelek-jelek, saat itulah kita menutup pintu realitas kebenaran sejati."

93. "Masa lalu selamanya tidak akan pernah menang, karena ia selalu ada di belakang."

94. "Habis darah di badan, kering air mata, kita tidak bisa mengembalikan apa yang telah terjadi."

95. "Ketahuilah, sumber kekuatan terbaik adalah yang sering disebut dengan tekad dan kehendak."

96. "Penjelasan adalah penjelasan, terkadang tidak perlu diburu-buru, agar kita bisa lebih baik memahaminya."

97. "Rasa marah, panik, cemas, bisa diubah menjadi kekuatan besar. Tapi itu bukan sumber motivasi yang baik. Kita tidak berharap kamu terdesak oleh sesuatu baru berhasil mengeluarkan kekuatan itu, bukan?"

98. "Terkadang dalam banyak keterbatasan, kita harus bersabar menunggu rencana terbaik datang, sambil terus melakukan apa yang bisa dilakukan."

99. "Apa pun yang hilang, tidak selalu lenyap seperti yang kita duga. Ada banyak sekali jawaban dari tempat-tempat yang hilang. Kamu akan memperoleh semua jawaban. Masa lalu, hari ini, juga masa depan."

100. "Penjelasan akan tiba pada waktu yang pas, tempat yang cocok, dan dari orang yang tepat."

101. "Ada banyak masalah di dunia ini yang bisa jadi kita mati-matian menyelesaikannya, susah sekali jalan keluarnya, ternyata cukup diselesaikan dengan ketulusan, dan jalan keluar atas masalah itu hadir seketika."

(brl/red)