Brilio.net - Korea Selatan dikenal memiliki ras kulit kuning atau Mongoloid. Maka tak heran apabila warganya memiliki kulit yang cenderung terang. Berbeda halnya dengan seorang pria asal Ghana bernama Sam Okyere. Sam Okyere merupakan pria berkulit hitam yang datang ke Korea pada 2009 silam.

Sam datang ke Negeri Ginseng untuk menempuh pendidikan. Ia mendapat beasiswa dari Pemerintah Korea Selatan. Peserta beasiswa tersebut mewajibkan untuk belajar Bahasa Korea selama satu tahun pertama. Sam adalah satu dari dua pemohon asal Ghana yang diterima dalam program beasiswa Pemerintah Korea Selatan.

Sam O © 2017 brilio.net

foto: Nextshark

Momen pertama menginjakkan kaki di Korsel, masih teringat jelas di benak Sam. Kala itu Korsel sedang mengalami musim semi, namun demikian Sam merasa udaranya sangat dingin. Tak hanya itu, Sam juga terpesona dengan kecanggihan teknologi yang ada di Korea Selatan.

Loading...

Pada saat pertama ke Korea, Sam pun merasa asing. Selepas dari bandara, ia menaiki bus selama satu jam untuk menuju ke asrama. Sam hanya berdiam diri sembari mendengarkan perbincangan sang sopir dalam bahasa Korea. Sesampainya di asrama, ia bertemu dengan orang Kenya yang fasih bahasa Korea yang belajar selama dua tahun. Sam terpesona dengan kepiawaiannya dalam berbahasa. Ia pun merasa tertantang dan senang belajar hal baru di Korea.

Sam O © 2017 brilio.net

foto: Nextshark

Perjalanan dan pengalamannya tak dijalani dengan mudah. Sejak awal ia merasa kesepian, terutama saat Natal pertama tanpa orangtua. Selain itu, ia merasa dianggap aneh dan buruk saat di Korea. Contohnya ketika mendekati dua orang yang sedang bermain. Kedua orang itu mengemasi barang dan menjauhi dirinya. Orang-orang menatapnya dengan tatapan yang berbeda. Beberapa kali, sopir taksi atau bus tak ingin menjemputnya karena berbagai alasan. Salah satunya karena Sam berkulit hitam.

Sam O © 2017 brilio.net

foto: Nextshark

Hal yang diterima Sam bukan tanpa alasan. Seorang profesor pernah berkata mengapa orang Korea belum bisa membuka diri terhadap kulit hitam. Beberapa percaya bahwa orang kulit hitam ini mengingatkan mereka akan masa lalu mereka saat miskin. Ketika mereka melihat orang-orang dari Afrika yang notabene berkulit hitam, mereka langsung berpikir bahwa mereka miskin. Sementara orang kaya identik dengan kulit putih. Maka tak mengherankan apabila banyak orang Korea yang cenderung menjauhi orang kulit hitam. Orang Korea cenderung terobsesi dengan citra diri dan penampilan yang bagus dan terlihat cantik.

Pengalaman Sam yang menerima diskriminasi tersebut pernah terekam televisi setempat. Berikut video yang merekam cerita pengalaman diskriminasinya yang dialaminya di Korea dilansir dari Next Shark, Jumat (2/6).

Beberapa tahun tinggal di Korea Selatan, Sam belajar berbahasa. Ia pun mengalami progres yang cukup baik. Pada tahun 2013, ia menjajal tampil di reality show. Kemampuan bahasa dan komunikasi yang terjadi dengan bahasa Korea membuatnya takjub. Ia pun mulai dikenal banyak orang. Produser pun menyadari hal unik yang ada dalam diri Sam. Produser pun mengajak Sam di dunia hiburan Korea.

Sam O © 2017 brilio.net

Sam O © 2017 brilio.net

foto-foto: Nextshark

Ketenaran Sam di Korea Selatan pun melejit. Setiap ia keluar rumah, ia selalu dikerubungi warga Korea. Tak sedikit yang meminta foto dengannya. Banyak orang menilai dirinya mirip dengan Will Smith. Warga Korea pun banyak yang memanggilnya dengan Black Hyung atau kakak (berkulit) hitam. Ketenarannya pun melejit, banyak orang yang menganggap dirinya sebagai orang berkulit hitam paling terkenal di Korea.