Brilio.net - Nama Indonesia di bidang kedokteran internasional semakin berkibar berkat salah satu pria jenius bernama Taruna Ikrar. Sosok yang lahir di Makassar, Sulawesi Selatan ini namanya memang sudah sering nongol di penelitian yang berkaitan dengan otak, saraf, dan jantung.

Tapi yang menghebohkan adalah lulusan Universitas Hasanuddin ini ternyata masuk sebagai nominasi penerima penghargaan Nobel 2016. Wah, gimana ceritanya nih?

Setelah lulus dari Universitas Hasanudin, Taruna kemudian melanjutkan ke Universitas Indonesia dalam bidang farmakologi. Lalu, Taruna juga mendapatkan beasiswa dari  Pemerintah Jepang untuk menyelesaikan S3 di negera sakura tersebut. Setelah program visiting doctors di Italia, dia kemudian menyelesaikan studi postdoctoralnya di University of California, hingga sekarang menetap dan menjadi staf akademik di Fakultas Kedokteran.

Bagaimana dia bisa dinominasikan sebagai penerima nobel?

Semua itu berawal dari penelitian dan temuannya bersama timnya. Memang selain mengajar, basik dari Taruna adalah seorang peneliti. Bahkan temuannya juga sering digunakan oleh institusi bergengsi, salah satunya adalah Harvard University.

Loading...

"Dari semua penemuan kami selama ini, kami menemukan kurang lebih 54 penemuan penting dan dua dipatenkan," tuturnya kepada VOA di program VOA Executive Lounge beberapa waktu yang lalu, seperti dilansir brilio.net, Rabu (7/9).

Taruna Ikrar  © 2016 brilio.net

Penemuan yang telah dipatenkan pertama adalah Laser Photo-stimulation dan Voltage Sensitive Day Imaging. Temuan ini fungsinya adalah untuk melihat peran dan dinamika otak manusia untuk mengetahui aktivitas sel saraf satu dengan lainnya. Yang kedua adalah Opto-genetics Imaging, model penemuan untuk melihat aktivitas otak dengan menggunakan cahaya untuk mendiagnosis kondisi otak.

Lalu siapa yang mengajukan Taruna Ikrar sebagai nominasi penerima nobel?

Taruna sudah mengonfirmasi bahwa yang menominasikan dirinya sebagai penerima nobel adalah pihak University of California. Memang daftar nama nominasi ini tidak bisa diakses oleh pihak umum.

Untuk 2016, Taruna harus bersaing dengan 272 ilmuan lain di kategori kedokteran. Untuk pengumumannya sendiri akan dilakukan pada Oktober 2016.