Brilio.net - Keberadaan ojek online sudah menjadi pemandangan lazim di perkotaan. Mudah, cepat, dan murah menjadi faktor ojek online kian diminati masyarakat urban yang super sibuk dan selalu dihadapkan pada kemacetan.

Di tengah menjamurnya transportasi ojek berbasis aplikasi gadget ini sempat muncul anggapan bahwa sekarang ini pendapatan para pengemudi ojek online nggak seperti di awal keberadaannya. Malah terkadang pengemudi tekor bensin. Lho kok bisa?

Ya boleh jadi itu hanya dialami beberapa pengemudi saja. Buktinya, sampai sekarang, masih ada yang bisa meraih pendapatan sekitar Rp 10 juta per bulan. Inilah yang dialami Fury. Apa sih rahasianya?

Kuncinya, gigih menerima order penumpang. Ia selalu berusaha untuk mengambil order yang masuk ke aplikasi selulernya tanpa mengeluh jauh atau macet. Baginya, menjadi seorang pengemudi ojek online harus rajin-rajin mencari penumpang.

“Sampai sekarang saya masih betah banget gabung jadi Go-Jek. Yang paling terasa sih soal kesejahteraan. Jauh banget dibanding dulu. Hutang yang sudah bertahun-tahun akhirnya bisa terbayar. Biaya untuk anak istri juga jadi lebih dari cukup,” ujar Fury kepada brilo.net, Kamis (4/8).

Fury bergabung dengan Go-Jek sejak April 2015 lalu. Lantas pengalaman apa ya yang paling menarik? Rupanya dia pernah mengantarkan seorang CEO stasiun televisi ternama lho. “Saya pernah mengantar CEO stasiun TV nasional Indonesia sampai lobi kantornya,” kisahnya.

Keuntungan lain yang dia rasakan adalah memiliki waktu fleksibel. Bahkan, di sela-sela waktu kerjanya ia masih bisa menyempatkan tidur siang.

“Sampai sekarang pun tiap bulan saya masih dapat pemasukan sekitar Rp 9 juta-Rp 10 jutaan. Asalkan kita rajin-rajin saja kerjanya. Sehari saya bisa mengantar 15 orang, pemasukan sekitar Rp 350-Rp 400 ribu sehari. Saya nyaman saja bisa mengatur waktu kerja sendiri,” katanya.

Salut deh dengan kegigihan pengemudi gojek yang satu ini. Harus jadi inspirasi nih buat para anak muda.