Brilio.net - Usia bukan halangan bagi seseorang untuk memperjuangkan sesuatu.  Seperti Harohalli Srinivasaiah Doreswamy, kakek 98 tahun ini masih punya semangat memperjuangkan nasib kaum miskin. Dulunya, Harohalli merupakan mantan aktivis atau pejuang kemerdekaan di India.

Usia boleh bertambah, tapi idealisme ataupun cara pandangnya masih melekat. Harohalli masih memiliki sikap kritis akan suatu masalah yang menimpa negaranya. Bukan hanya itu, ia juga masih memiliki semangat untuk memperjuangkan hak-hak kaum miskin, sama seperti saat mudanya.

Dilansir dari bbc, Kamis (22/12) disebutkan bahwa pada musim dingin tahun ini, kakek berusia 98 tahun ini meninggalkan rumahnya, di kawasan Bangalore menuju ke negara bagian selatan India, Karnataka. Jarak yang ditempuh kurang lebih 500 kilometer. Maksud tujuan kesana adalah untuk memperjuangkan hak tanah petani. Kedatangan Harohalli pun disambut oleh Ketua Menteri Siddharanaiah dan beberapa politisi yang datang untuk menenangkan dirinya.

kakek harohalli © 2016 brilio.net

foto: bbc.co.uk

Loading...

Kakek Harohalli ini memang dikenal sebagai sosok yang mendedikasikandirinya untuk orang yang lebih membutuhkan. Dia lebih memilih membantu orang lain untuk meningkatkan taraf hidupnya. Ia dikenal memiliki pendirian yang kuat akan sesuatu yang tidak sesuai. Ia pun akan terus mengupayakan keadilan dan kejujuran ditegakan.

Kakek Harohalli ini memilih jalan hidupnya untuk membantu orang lain karena terinspirasi dari pemikiran Mahatma Gandhi. Ia pun menceritakan bahwa saat usia 15 tahun, ia membaca sebuah buku berjudul My Early Life karangan Mahatma Gandhi. Ia pun tertarik dengan gerakan kemerdekaan.

Pada saat usia muda, kakek Harohalli ini juga pernah ditangkap dan akhirnya harus mendekam selama 14 bulan di penjara. Kakek ditangkap karena memperjuangkan kemerdekaan yang dinilai bertentangan dengan rezim saat itu.

Seusai Inggris meninggalkan India, kakek Harohalli mendapat tawaran posisi di pemerintahan. Kendati demikian kakek menolak dan memilih untuk membantu sesamanya. Sekitar tahun 1950-an, Harohalli pun bekerja di Bhoodan movement di mana mengajak orang kaya untuk ikut membantu orang yang membutuhkan.

kakek harohalli © 2016 brilio.net

foto: bbc.co.uk

Setiap bulan, Harohalli bersama istrinya meluangkan waktu 24 hari untuk berkeliling desa ke desa. Ia pun menceritakan mendapat gaji 100 rupee per bulan ia berikan pada istrinya. Ia menikah dengan seorang gadis berusia 18 tahun, sedangkan ia saat itu berusia 31 tahun. Pernikahan mereka tak mudah, pasalnya Harohalli lebih memilih menikmati segala kegiatan sosialnya. Meski begitu, sang istri menerima dan kagum dengan sosok sang suami.

Seperti lansia pada umumnya, Harohalli pun kerap menderita sakit punggung dan penyakit usia tua. Kendati demikian, ia pun tak sungkan untuk terus menyuarakan apa yang ia nilai luput dari keadilan. Kakek Harohalli ini memang memiliki hati yang mulia, ia lebih membantu orang lain dibandingkan untuk dirinya. Salut dengan perjuangan kakek Harohalli. Sehat terus ya, Kek!