Brilio.net - Baru-baru ini muncul gagasan kalau salah satu perusahaan ojek online asal Indonesia, Go-Jek, diusulkan untuk mengaspal di Malaysia. Gagasan tersebut juga mendapat reaksi positif dari Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman.

Namun penolakan justru datang dari bos Big Blue Taxi Services bernama Shamsubahrin Ismail. Saat itu, video pernyataannya sempat jadi kontroversi. Shamsubahrin terdengar mengatakan, Malaysia adalah negara kaya, di mana para pemuda tidak miskin seperti rekan-rekan mereka di Indonesia.

Usai meminta maaf karena ulahnya dan menyatakan ingin membangun hubungan baik dengan Indonesia, bos perusahaan taksi Malaysia ini kembali berulah. Pernyataan baru dari dirinya kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Pada video tersebut, Shamsubahrin mengatakan kesalahan bukan ada pada rakyat Indonesia, melainkan pemerintahnya.

"Rakyat Islam Indonesia tak salah, kalau dikatakan miskin. Yang salah itu adalah kerajaan Indonesia, pemerintah Indonesia yang salah. Kenapa harus kita membiarkan anak muda kita, Malaysia, bekerja tanpa gaji tetap untuk bawa Go-Jek," ujar Shamsubahrin berapi-api, seperti dikutip brilio.net, Senin (2/9).

Loading...

Shamsubahrin Ismail juga menambahkan pemerintah Malaysia tidak perlu mengikuti apa yang dilakukan pemerintah Indonesia. Pada akhir video pernyataannya tersebut, ia juga menyinggung kalau driver ojek online tidak punya gaji tetap.

Video pernyataan kontroversi jilid dua yang diungkapkan Shamsubahrin ini tersebar di media sosial. Video yang direkam di dalam mobil yang sedang melaju tersebut diunggah oleh sejumlah akun gosip dan beberapa akun lain di Instagram.

Sebelumnya, Shamsubahrin menyampaikan permohonan maaf secara terbuka pada warga Indonesia pada Rabu, 28 Agustus 2019. Konferensi pers itu dilakukan setelah apa yang dilakukannya memicu kemarahan driver ojek online.

Dilansir brilio.net dari liputan6, Senin (2/9), sang bos taksi mengaku WhatsApp-nya sempat dibanjiri pesan kemarahan dari warga Indonesia yang kecewa dengan pernyataannya. Protes juga sempat terjadi di depan kedutaan Malaysia di Jakarta oleh presiden Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia, Igun Wicaksono dan driver ojek online lainnya.