Brilio.net - Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang perdana sengketa hasil Pilpres 2019 pada hari ini, Jumat (14/6). Sidang digelar usai adanya permohonan dari pemohon pasangan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno diterima MK pada 25 Mei 2019 lalu.

Proses tersebut tentunya membuat Presiden Joko Widodo ikut dibicarakan. Dilansir brilio.net dari merdeka.com, Jumat (14/6) capres petahana Joko Widodo atau Jokowi menghargai proses persidangan di MK.

"Itu proses hukum yang harus kita hargai, kita hormati," katanya di Pasar Sukawati Kabupaten Gianyar Bali, Jumat (14/6).

Dalam sidang perdana ini agendanya adalah pembacaan materi gugatan dari pihak pemohon. Di mana pihak pemohon adalah Prabowo Subianto- Sandiaga Uno sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara pemilu sebagai pihak termohon. Sedangkan, Jokowi sebagai pihak terkait.

Seperti yang diketahui bahwa KPU telah menyiapkan banyak alat bukti untuk menghadapi gugatan dari paslon 02. Tentunya pihak Prabowo Subianto- Sandiaga Uno juga sudah menyiapkan bukti yang dianggap cukup kuat.

Loading...

Komisioner KPU Hasyim Asy'ari melalui keterangan tertulis mengatakan akan menyerahkan 272 boks dari 34 KPU Provinsi. Dari 34 KPU Provinsi menyerahkan 8 boks atau kontainer alat bukti. Masing-masing boks berukuran panjang 60cm x lebar 40cm x tinggi 40cm = 96.000 cm3.

Sedangkan Tim Kampanye Nasional (TKN) dan Tim hukum Jokowi- Ma'ruf Amin juga menyiapkan bukti-bukti dokumen seperti formulir C1. Prabowo Subianto- Sandiaga Uno telah menyerahkan bukti-bukti kecurangan Pilpres 2019. Salah satu buktinya adalah terkait daftar pemilih tetap (DPT) yang dianggap tidak masuk akal. Kubu Prabowo menemukan data yang memiliki tanggal lahir sama berjumlah 17,5 juta orang.

Lalu mengenai rekonsiliasi, Jokowi siap membicarakannya dengan Prabowo di mana saja. Menurutnya tak ada masalah jika dilakukan di mana saja, termasuk ketika sedang berkuda.

"Ya di manapun bisa, bisa dengan naik kuda, bisa. Bisa di Jogja bisa, bisa naik MRT bisa," kata Jokowi di usai meninjau revitalisasi Pasar Sukawati Kabupaten Gianyar Bali, yang dilansir dari liputan6, Jumat (14/6).

Bahkan Jokowi beberapa kali telah mengungkapkan keinginannya untuk segera bertemu ketua Umum Partai Gerindra itu pasca-Pilpres 2019. Tetapi hingga saat ini belum terealisasi.