Brilio.net - Pertemuan antara Presiden Joko Widodo yang didampingi oleh Ibu Negara Iriana dengan Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti berlangsung di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/3). Pertemuan tersebut menjadi sorotan publik, khususnya masyarakat Indonesia.

Dilansir brilio.net dari liputan6.com, Raja Willem dan Ratu Maxima tiba di Istana Bogor sekitar pukul 10.30 WIB. Setibanya di halamam Istana, keduanya disambut oleh anak-anak yang berpakaian baju adat dari berbagai daerah di Indonesia.

Kedatangan Raja Belanda diawali dengan upacara penyambutan kenegaraan. Lagu kebangsaan Indonesia dan Belanda dikumandangkan. Jokowi juga mengajak Raja Willem dan Ratu Maxima untuk ikut upacara jajar pasukan dan penembakan meriam.

Pertemuan antara Jokowi dan Willem Alexander menghasilkan sejumlah kerja sama. Nantinya, Jokowi dan Raja Belanda akan memberikan pernyataan pers terkait sejumlah kerja sama yang disepakati.

Dalam pertemuan itu, sejumlah menteri tampak mendampingi Jokowi menyambut kunjungan Raja dan Ratu Belanda ke Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, hingga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim terlihat menyambut Raja dan Ratu Belanda.

Loading...

Ada satu hal yang cukup menarik dari pertemuan Jokowi dengan Raja Willem Alexander itu, yakni penyerahan secara langsung sebilah keris milik Pahlawan Nasional Pangeran Diponegoro ke Presiden Joko Widodo. Hal ini diketahui melalui unggahan Instagram Sekretariat Kabinet Pramono Anung.

"Keris Pangeran Diponegoro diserahkan oleh Raja Belanda Willem Alexander melalui Dubes Indonesia di Belanda pada tanggal 3 Maret 2020 kepada Presiden @jokowi dan dalam kunjungannya Raja Belanda hari ini, tanggal 10 Maret 2020 di Istana Bogor, Keris tsb dipamerkan #diplomasi #budayabangsa," tulis Pramono Anung.

Dilihat dari foto yang diunggah oleh Pramono Agung, keris milik Pangeran Diponegoro itu berwarna kuning di bagian sarungnya. Sementara itu, gagangnya berwarna cokelat. Keris itu terbungkus rapi dalam sebuah kotak kaca saat diserahkan Raja Willem Alexander  ke Jokowi.

Dilansir brilio.net dari liputan6.com, sebelum dikembalikan ke Indonesia, berbagai proses penelitian dilakukan oleh para peneliti. Hal ini untuk membuktikan kebenaran kepemilikan keris.

Keris itu didapatkan Belanda saat menangkap Pangeran Diponegoro setelah perang besar pada 1825-1830. Indonesia dan Belanda mempunyai sejarah panjang. Negara kincir angin itu pernah menjajah Indonesia selama tiga abad atau 300 tahun lamanya.