Brilio.net - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan keterangannya di Istana Merdeka Jakarta, Senin (2/3) tentang upaya-upaya penanganan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga terjangkit virus Corona.

Saat pertama kasus virus Corona muncul, pemerintah melakukan evakuasi terhadap 238 WNI yang ada di Wuhan, dan sudah mengikuti protokol yang ketat ke Natuna.

Dilansir Brilio.net dari YouTube Sekretariat Presiden, Senin (2/3), selama 14 hari di Natuna, WNI yang berasal dari Wuhan ini menjalani proses observasi mendalam hingga semua dinyatakan negatif dan bersih dari virus Corona. Setelah itu, baru warga bisa dikembalikan ke keluarga.


Evakuasi yang kedua dilakukan kepada WNI di kapal World Dream. Tindakan ini dilakukan saat kapal pesiar tersebut sudah berada di antara lautan Batam dan Singapura. Diketahui sebanyak 188 WNI dari kapal World Dream dievakuasi ke Pulau Sebaru, Kabupaten Kepulauan Seribu. Agar tak terjadi kesalahan dalam penanganan, evakuasi kedua ini dilakukan sesuai prosedur dan protokol yang ketat.

Evakuasi terakhir dilakukan tadi malam, Senin (1/3) kepada kru kapal Diamond Princess, sebanyak 69 WNI. Evakuasi juga dilakukan ke Pulau Sebaru, melalui airport Kertajati, Jawa Barat.

Pemerintah menunjukkan keseriusan menangani virus Corona dengan melakukan evakuasi-evakuasi secara serius dan mengikuti protokol yang ketat.

Selain evakuasi, pemerintah juga melakukan penjagaan di 135 pintu masuk ke negara Indonesia baik laut, darat maupun udara.

Selain penjagaan dan evakuasi, pemerintah sudah menindaklanjuti berita tentang orang Jepang yang datang ke Indonesia. Orang Jepang ini diinformasikan pernah singgah di Malaysia lalu ke Indonesia. Menurut informasi, orang Jepang tersebut positif terdampak Corona.

Setelah mengetahui orang Jepang ini terinfeksi Corona, pemerintah langsung menindaklanjuti, yakni menelusuri ke mana saja dia saat di Indonesia, dan siapa yang dia datangi di Indonesia.

Setelah dilakukan penelusuran, pemerintah berhasil menemukan bahwa orang Jepang ini menemui seorang ibu berumur 64 tahun dan anaknya berumur 31 tahun.

Setelah dilakukan pengecekan terhadap ibu dan anak ini, Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto akhirnya menginformasikan kepada Presiden, bahwa ternyata ibu dan putrinya ini juga positif terinfeksi Corona. Ini menjadi kasus Corona pertama di Indonesia.