Brilio.net - Sampah masih menjadi persoalan yang belum bisa sepenuhnya teratasi di Indonesia. Jumlah sampah yang kian meningkat dari tahun ketahun memunculkan keprihatinan untuk bangsa ini. Sampah menjadi masalah pelik dan serius yang harus segerasa di atasi.

Di Jakarta sendiri, dalam setiap harinya menghasilkan kurang lebih 5.300-5.400 ton. Belum lagi jika musim hujan, volume sampah bisa meningkat. Sampah yang terus menumpuk membuat kawasasn Bantargebang, bak gunungan sampah. Jika setiap hari sampah yang dihasilkan hingga ribuan, jelas saja tempat pembuangan di Bantargebang tidak mencukupi.

Sulit rasanya jika hanya mengandalkan cara pengelolaan sampah kovensional saja. Tanpa adanya kesadaran pada diri sendiri, maka masalah sampah akan terus menjasi persoalan besar di negeri ini.

Melihat kondisi Bantargebang saat ini sungguh memprihatinkan. Seluruh sampah yang dari Jakarta diolah di Bekasi, yaitu TPST Bantargebang. Pengelolaan ini runtin dilakukan. Namun, dengan banyaknya sampah yang menunpuk, pihak pengelola kewalahan.

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

Dilansir brilio.net dari beberapa sumber, Senin (22/10) begini lah potret kondisi Bantargebang bak lautan sampah.

1. "Bekasih kota patriot, bukan kota sampah,"  tulis pengguna akun Instagram yang menyatakan uneg-unegnya tentang TPST Bantargebang. 

Sampah istimewa

foto: Twitter/@blaurbambang

2. Dari video ini kita bisa melihat betapa banyaknya sampah yang menumpuk.

3. Aroma busuk dari sampah yang menumpuk. 

Sampah istimewa

foto: tpst_bantargebang

Bagi sebagian orang akan jijik melihat sampah sebanyak itu. Pasti sudah terbayang seberapa busuknya aroma dari sampah yang menumpuk berhari-hari. Namun itulah kenyataannya, sampah sebanyak itu diolah oleh beberapa orang yang tak peduli dengan betapa jijiknya bau sampah. Mereka adalah sekelompok orang yang bekerja di TPST Bantargebang.

4. Gunungan sampah sudah menjadi pemandangan tak mengenakkan bagi warga Bekasi

5. Sampah yang masuk setiap harinya, membuat polusi udara di Bantargebang.

Sampah istimewa

foto: Instagram/@indriati_dhedhe

(brl/lea)