Brilio.net -

Musibah menimpa Pondok Pesantren Pesantren Langitan, Jawa Timur. Perahu yang dinaiki 25 santri Langitan terbalik pada Jumat (7/10). 18 santri dilaporkan selamat, sedangkan 7 santri belum ditemukan.

Kabar insiden memilukan ini diunggah salah satu staf pengajar di Pondok Pesantren Langitan, Mufrodi Masyhadi,melalui akun Facebooknya seperti yang dikutip brilio.net, Jumat (7/10).

santri Langitan © 2016 brilio.net

"Data santri Ponpes Langitan yang naik perahu terbalik di Bengawan Solo saat mau ke Babat. Jumlah yang naik perahu 25 santri, yang selamat 18 dan yang belum ditemukan 7 santri. Mohon doanya semoga yg belum ditemukan dapat diselamatkan semua. Amin," tulis Mufrodi Masyhadi melalui akun Facebooknya.

Loading...

santri Langitan © 2016 brilio.net

Dari foto yang diunggah Mufrodi, usia santri yang menjadi korban pada kejadian itu berkisar antara 12 tahun hingga 23 tahun. Korban yang belum ditemukan yaitu Abdullah Umar (15), M. Barikli Amri (12), M. Lujainid Dani (13), M. Muhsin (16), Khabib Rizqi (15), Mabrur (19), dan Afiq Fadhil (19).

santri Langitan © 2016 brilio.net

Berdasarkan rilis dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban diceritakan kronologi kejadian itu. Kepala BPBD Kabupaten Tuban, Joko Mudiono, menyebutkan jika sekitar pukul 08.00 WIB para santri berangkat dari Pesantren Langitan, Tuban, menuju Pasar Babat untuk berbelanja.

"Sudah menjadi tradisi kalau hari Jumat ponpes libur, sehingga mereka pergi ke Pasar Babat untuk belanja keperluan dengan naik perahu," kata Joko, Jumat (7/10).

Sekitar pukul 09.00 WIB, perahu yang membawa  25 santri itu menyeberangi Sungai Bengawan Solo menuju Pasar Babat. Saat itu kondisi arus Sungai Bengawan Solo cukup deras pascapasang.

Di tengah perjalanan, sekitar 4 meter dari arah sandar perahu, tiba-tiba air masuk perahu. Sejumlah santri yang ada dalam perahu itu panik. Mereka sudah diperingatkan pemilik perahu untuk tidak panik. Tapi sebagian santri malah menyeburkan diri e sungai. Hal itulah yang membuat perahu goyang hingga akhirnya terbalik.

Sampai berita ini diturunkan pencarian terhadap 7 snatri masih terus dilakukan.