Brilio.net - Pada bulan Ramadan seperti sekarang ini, program televisi banyak menghadirkan acara-acara khusus. Program yang cuma tayang sebulan sekali ini biasanya diberi tajuk ngabuburit atau juga sahur. Tujuannya tentu saja untuk menemani pemirsa yang sedang menunggu waktu berbuka puasa dan juga hiburan di kala santap sahur.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberi sorotan khusus pada dua program bertema Ramadan, yakni Sahurnya Pesbukers dan Pesbukers Ramadan yang tayang di ANTV. Ramadan tahun 2018 lalu, dua program ini termasuk dari lima program yang MUI rekomendasikan untuk dihentikan tayangannya. Namun tahun ini dua acara tersebut masih tayang.

"Karena kontennya yang buruk, apalagi untuk bulan Ramadan. Tahun ini tetap tayang dan tanpa perubahan isi secara signifikan," kata Ketua MUI Bidang Indormasi dan Komunikasi, KH Masduki Baidlowi, di Jakarta seperti brilio.net kutip dari laman resmi MUI pada Rabu (29/5).

Masduki menambahkan, ada tiga program TV Ramadan lainnya yang direkomendasikan untuk berhenti pada Ramadan 2018 lalu. Di antaranya adalah Rumah Uya (Trans 7), Brownis Sahur (Trans TV) dan Ngabuburit Happy (Trans TV). Ketiga acara tersebut tahun 2019 ini sudah tidak tayang lagi.

"Tapi Sahurnya Pesbukers dan Pebukers Ramadan masih tayang Ramadan 2019 ini dan tetap dengan gaya konten yang tidak patut," katanya.

Loading...

Sejak tahun 2012, MUI telah memantau seluruh program Ramadan yang berasal dari program reguler yang hanya ditambahkan kata seperti 'sahurnya' dan 'Ramadan'. Dalam catatan Tim Pemantau MUI, tiap tahun acara Pesbukers Ramadan mendapat kritik dari MUI dan berkali-kali memeperoleh sanksi dan teguran dari KPI. Namun hingga tahun ini, tidak memperlihatkan perubahan berarti.

Ada beberapa catatan yang membuat tayangan Sahurnya Pesbukers dan Pesbukers Ramadan mendapat kritik serius. Yakni pada tayangan tersebut dialog berisi hinaan fisik. Sementara itu, kata Masduki, Sahurnya Pesbukers yang tayang tiap pukul 02.00-04.30 , ada episode yang diawali dengan tarian India.

Tarian tersebut menghadirkan penari-penari dari India yang meliuk-liukkan badan dan menonjolkan keseksian tubuh. Tarian itu juga dibawakan secara bersama oleh laki-laki dan perempuan.

"Ini tidak patut ditayangkan dalam acara sahur," tegas Masduki.

Dalam catatan lain, Masduki menyebutkan tayangan yang dibintangi Luna Maya dan Raffi Ahmad ini banyak berisi dialog dan adegan yang tidak pantas. Misalnya, adegan pelukan mesra antara seleb yang bukan suami istri. Tedapat pula dialog saling menghina.