Brilio.net - Proses pemakaman KH Hasyim Muzadi diiringi isak tangis dari para keluarga kerabat hingga warga yang mengenal betul sosok beliau. Sekitar pukul 16:30 WIB jenazah ulama besar itu dihantarkan ke peristirahatannya yang terakhir tepat di samping halaman Pondok Pesantren Alhikam, Depok, Jawa Barat.

Upacara pemakaman juga dipimpin langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Yang juga menyampaikan beberapa kata dalam pidatonya.

"Upacara sebagai penghormatan dan penghargaan pemerintah atas jasa dan darma bakti dan pengabdian almarhum kepada bangsa. Kepergian almarhum sungguh menimbulkan kesedihan khususnya sebagai keluarga yang ditinggalkan," kata JK dalam sambutannya di Pondok Pesantren Al Hikam, Beji, Kukusan, Depok, Jawa Barat, Kamis (16/3).

Hasyim muzadi © 2017 brilio.net

JK mengatakan para pihak yang merasa kehilangan atas kepergian KH Hasyim Muzadi harus menerima dengan ikhlas. Ia pun memanjatkan doa untuk mantan dewan pertimbangan presiden itu.

Loading...

"Tentunya sebagai manusia biasa tidak luput dari kekhilafan dan kealpaan. Saya mengajak hadirin untuk memaafkan almarhum semasa hidupnya. Kita mendoakan almarhum semoga dosa diampuni dan arwahnya diterima oleh Allah SWT," katanya.

Makam hasyim muzadi © 2017 brilio.net

"Kita harus dapat menerima secara iklhas karena itu keputusan dan kehendakNya. Mengucapkan sedalam-dalamnya atas wafatnya almarhum seraya memanjatkan doa atas kepergian Almarhum," tambahnya.

JK mengaku kehilangan salah satu putra bangsa yang memegang teguh prinsip perjuangan. Dia berharap teladan baik almarhum bisa dicontoh.

"Dengan kepergian almarhum kita telah kehilangan putra yang baik yang selalu memegang teguh prinsip-prinsip perjuangan. Tentu semua yang dilakukan almarhum semasa hidupnya, sangat bermanfaat untuk disuri tauladani bagi kita yang masih hidup," ucap JK.

Seperti yang diketahui, Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi wafat pada Kamis (16/3) pagi sekitar pukul 06.15 WIB setelah sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Lavalette, Malang, Jawa Timur, akibat sakit yang dialami.