Brilio.net - Kompetisi beasiswa Online Scholarship Competition (OSC) Medcom.id tak hanya mendapat perhatian para siswa yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi favorit. Tapi kegiatan ini juga mengundang pujian dari sejumlah akademisi. Salah satunya dilontarkan Rektor Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung, Imam Aschuri.

Menurutnya, OSC Medcom.id ini berhasil menjadi pionir dalam membuka akses pendidikan untuk putra-putri terbaik bangsa. Sistem seleksi yang super ketat dan berkualitas dianggap bisa menghasilkan bibit unggul calon mahasiswa berprestasi. Kegiatan ini ibarat jalan bagi para siswa untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi berkualitas.

“Perlu kita dukung, karena pertama bisa memberikan akses putra-putri Indonesia terbaik melanjutkan sekolah pada perguruan tinggi yang berkualitas,” kata Imam di sela-sela peluncuran OSC Medcom.id 2019, di Grand Studio Metro TV, Kedoya, Jakarta Barat, belum lama ini.

OSC 2018 © 2018 brilio.netBrilio.net/@yans_brilio

Melalui OSC juga, kata Imam, Medcom.id sebagai portal berita dan video di bawah naungan Media Group ini juga telah berkontribusi meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi Indonesia. Untuk diketahui, APK Pendidikan Tinggi Indonesia saat ini masih 34 persen.

Loading...

Sementara itu APK negara tetangga seperti Malaysia sudah mencapai 51 persen, Singapura sudah 82 persen, dan Korea Selatan telah mencapai 96 persen. “Dengan adanya OSC dapat meningkatkan APK pendidikan tinggi. Di Indonesia itu masih rendah, sekitar 34,58 persen di Indonesia,” ujar pria kelahiran Surabaya ini.

Bergabung sejak 2016, Imam merasa puas bisa mendapatkan input mahasiswa yang berkualitas. Hal itu tak lepas dari sistem seleksi yang berkualitas dan berdaya saring tinggi yang diterapkan OSC, hingga menghasilkan pemenang peserta terbaik hasil saringan dari seluruh peserta di Tanah Air.

OSC 2018 © 2018 brilio.netBrilio.net/@yans_brilio

“Dengan bergabung di OSC kami mendapatkan calon-calon mahasiswa yang berkualitas, karena dengan OSC pendaftarnya banyak, hampir dari seluruh Indonesia, seleksi dan persaingannya cukup ketat. Sehingga kami mendapatkan mahasiswa yang berkualitas,” jelas pakar Geoteknik ini.

Terbukti, berdasarkan hasil evaluasi Itenas, mahasiswa jebolan OSC mempunyai prestasi akademik yang sangat baik. Meski belum sampai mendapatkan capaian tingkat nasional, namun rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)-nya di atas 3.00 skala 4.00.

“Saya melihat hasil seleksi sudah benar. Karena melihat dari hasil pantauan kami, IPK baik, di atas 3,00 dan lulus tepat waktu, ini berarti seleksinya benar,” tuturnya.

Ke depan ia berharap OSC Medcom.id bisa meningkatkan lebih luas lagi akses pendidikan putra-putri terbaik Indonesia. Salah satunya dengan menggandeng lebih banyak lagi perguruan tinggi.

“Yang paling esensi itu program ini telah memberi akses anak-anak berpotensi akademik yang baik untuk bisa studi lanjut,” ujar Imam.