×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Ini komentar 6 tokoh publik soal kata pribumi di pidato Anies Baswedan

View Image

0

BRILIO » Serius

Ini komentar 6 tokoh publik soal kata pribumi di pidato Anies Baswedan

Polemik soal pribumi terus menggelinding.

17 / 10 / 2017

Brilio.net - Istilah 'pribumi' yang dilontarkan Anies Baswedan pada pidato perdana sebagai Gubernur DKI Jakarta memantik perbincangan panjang. Istilah ini dinilai mengandung unsur membeda-bedakan masyarakat berdasarkan ras sehingga tak tepat dilontarkan di depan publik oleh seorang pejabat publik.

Atas pernyataan Anies tersebut, beberapa tokoh publik urun komentar. Berikut beberapa di antaranya.

1. Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon (@fadlizon)

Komentar Pribumi  © 2017 twitter -foto: twitter/@fadlizon

"Kamus Besar Bahasa Indonesia: 'pri·bu·mi' :penghuni asli; yang berasal dari tempat yang bersangkutan. Blm dihapus dr kosakata bhs Indonesia.

Loading...

Pada baper dengan kata "pribumi," dari dulu kata ini biasa aja dipakai founding fathers, Bung Karno, Bung Hatta dan lainnya. Juga kata 'bumiputera'.

Yang tak boleh itu rasialis dalam kebijakan. Walaupun kadang perlu affirmative action bagi mereka yang tertinggal di daerah/etnik tertentu agar lebih maju,"

2. Budayawan Goenawan Mohamad (@gm_gm)

Komentar Pribumi  © 2017 twitter -foto: merdeka.com

"Reformasi menang, ribuan pemuda bergerak, konstitusi diperbaiki. Kata 'pribumi' yang diskriminatif itu dihapus. Kini kita gariskan lagi?

Jika keadilan sosial dilihat sebagai perbedaan etnis, kita akan mengabaikan ketidak-adilan lain. Manusia tak bisa diterjemahkan hanya dengan ras.

Kata 'pribumi' atau 'inlander' adalah cap yang dipakai pemerintah kolonial. Utk memecah-belah dan menguasai penduduk Indonesia.

Sebelum kekuasaan kolonial, penduduk atau rakyat tak kenal pembagian golongan spt yg diberlakukan rezim Hindia Belanda.

Revolusi 1945 sesungguhnya menghancurkan klasifikasi kolonial. Kata-kata pertama Proklamasi: 'Kami, bangsa Indonesia..."

3. Sejarawan Bonnie Triyana (@BonnieTriyana)

Komentar Pribumi  © 2017 twitter -foto: twitter/@BonnieTriyana

"Penggunaan kata pribumi dalam konteks kolonial itu udah rasis. Konsep rasialistis itu diatur dalam Regeeringsreglements 1854. Stelah 17 Agustus 1945 konsep itu diganti jadi kewarganegaraan.

Maksudnya baik. Tapi istilah "pribumi" itu bermasalah secara historis dan sosiologis. Seandainya gunakan kata "rakyat" saja udah bener.

Istilah pribumi itu rasistis. Terjemahan langsung dari inlander. Masy kolonial dibagi 3: Europeesch, Vreemde Oosterlingen (Cina, Arab, India, Jepang) dan Inlander. Setelah 1928 or payu lagi tuh. Apalagi setelah 17 Agustus 1945.

Bumiputera sdh ada unsur politisnya. Pengikat identitas kaum terjajah melawan penjajah. Tapi kolonialisme itu mmg rumit. Gak semata soal hitam-putih,"

4. Politisi Tsamara Amany Alatas

Komentar Pribumi  © 2017 twitter -foto: facebook/Tsamara Amany (@TsamaraAmany)

"Jika pribumi yang dimaksud adalah non warga keturunan, apakah saya ini sebagai keturunan Arab yang bukan pribumi tak boleh menjadi tuan rumah di negeri tempat saya lahir? Apakah saya hanya boleh menjadi pendatang, hanya boleh menjadi orang yang numpang, padahal saya hanya cinta Indonesia dan hanya Indonesia yang saya percaya sebagai rumah saya? Pertanyaan yang sama bisa diungkapkan oleh warga keturunan lainnya,"

5. Pengamat politik Burhanuddin Muhtadi (@BurhanMuhtadi)

Komentar Pribumi  © 2017 twitter -foto: twitter/@BurhanMuhtadi

"Istilah "pribumi" ini mirip dengan "taingyintha", ras nasional yg diakui di Myanmar. Ini akar genocida terhadap Rohingya, nonpri-nya Myanmar,"

6. Fadjroel Rachman (@fadjroeL)

Komentar Pribumi  © 2017 twitter -foto: merdeka.com

"WNI ya WNI tak peduli arab, china, india, eropa, dll. TAK ADA LAGI ISTILAH PRI vs NONPRI.

betapa berbahayanya menyulut kebencian SARA ini, sebuah retorika maut, retorika kematian.

yang tidak ikut #Reformasi1998 memang tak pernah tahu berdarah-darahnya menghentikan istilah rasis: pri vs nonpri.

Mari MEMBACA UU 40/2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Supaya tak ada Kebencian SARA!"





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    40%

  • Ngakak!

    20%

  • Wow!

    20%

  • Sedih

    20%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave more