Brilio.net - Siapa yang nggak tahu ondel-ondel, boneka raksasa khas Jakarta. Kalau dulu ondel-ondel hanya muncul pada acara pesta rakyat Betawi. Tapi sekarang sosok ondel-ondel sering lalu lalang di jalan-jalan ibu kota.

Ya saat ini nggak sedikit warga yang memanfaatkan ondel-ondel untuk mencari nafkah. Boneka raksasa yang terbuat dari kayu ini dijadikan alat untuk ngamen. Malah keberadaannya sudah menjamur.

Lebih sering sih di pusat keramaian di tengah kota seperti di wilayah Jalan Sabang, Jakarta Pusat. Padahal sudah ada peraturan daerah (Perda) nomor 8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum yang salah satu pasalnya memuat pelarangan pengamen ondel-ondel di Jakarta. Tapi, karena demi mencari nafkah, banyak warga yang nggak mengindahkan perda tersebut.

Masalah pengamen ondel-ondel ini juga sempat memunculkan kontroversi lho. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat secara tegas melarang ondel-ondel digunakan sebagai alat ngamen. Kata Djarot, itu bisa menyinggung warga Betawi.

Tapi beda lagi yang diungkapkan budayawan betawi Ridwan Saidi. Justru dia membiarkan hal itu terjadi karena juga dapat mempromosikan ikon Jakarta ke masyarakat. “Ya mau diapain lagi, biarin aja. Hitung-itung mempromosikan,” tegasnya kepada brilio.net, Jumat (15/4).

Nah, gimana kata warga Jakarta ya? Sebagian nggak peduli. Tapi sebagian lagi malah menolak karena dianggap menganggu pengguna jalan. Fildza misalnya. “Kalau di jalan ada ondel-ondel ganggu banget. Karena kan ondel-ondel badannya besar, jalannya pun di tengah gitu, jadi mempersempit ruas jalan,” katanya.

Dia juga menyayangkan, ikon Kota Jakarta justru malah disalahgunakan dan mengganggu aktivitas pengguna jalan. “Itu kan ikon Jakarta, kenapa malah dijadikan alat ngamen. Tidak apa-apa sih, cuma sayang aja. Saya takut malah warisan budaya itu diremehkan,” tambahnya.

Di tengah pro kontra warga Jakarta, ondel-ondel ngamen ini tetap saja berlenggak-lenggok di pusat keramaian kota. Gimana dong?