Brilio.net - Pandemi Covid-19 hingga kini belum dinyatakan selesai. Sejumlah orang masih melakukan aktivitas di rumah masing-masing. Namun tak sedikit pula yang menjalankan aktivitas di luar rumah, seperti bekerja dan liburan. Meski begitu mereka diwajibkan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku, seperti menggunakan masker, mencuci tangan, dan tetap menjaga jarak satu sama lain.

Saat pandemi, masyarakat mulai menerapkan pola hidup sehat, sehingga tanpa disadari muncul banyak tren gaya hidup sehat dengan menekuni beberapa hobi. Seperti bersepeda dan bercocok tanam. Ada hal lainnya lagi yang tak kalah unik adalah memelihara ikan.

Iya, memelihara ikan saat pandemi diyakini dapat mereduksi stres dan mendorong perasaan bahagia. Salah satu ikan yang jadi favorit masyarakat Indonesia untuk dipelihara adalah ikan cupang. Ikan yang hadir dengan berbagai macam jenis warna ini berhasil membius banyak orang. Alhasil pedagang ikan hias terutama cupang mengalami peningkatan dalam penjualan.

Seperti pengakuan seorang pedagang ikan hias di kawasan Pasar Pasty Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta. Pedagang bernama Muslich (29) tersebut mengakui, selama pandemi dagangan ikan hias terutama cupang memberikan untung yang cukup besar baginya.

Muslich mengatakan jika penjualan ikan cupang tak begitu ramai seperti sekarang ini. Namun memasuki masa pandemi, tepatnya di awal September 2020, Muslich justru mendapatkan penghasilan tiga kali lipat dari sebelumnya. Saat akhir pekan, Muslich bisa meraup penghasilan hingga jutaan rupiah dalam sehari.

Loading...

Ikan cupang jadi primadona di tengah pandemi © 2020 brilio.net

foto: brilio.net/Lola Lolita

"Pendapatannya (penjualan ikan cupang) sekitar tiga kali lipat dari sebelum pandemi. Misal penghasilan sebelumnya di bawah Rp 500 ribu, sekarang bisa sampai Rp 1 juta dan Rp 1,5 juta. Terkadang juga Rp 2 sampai 3 juta dalam sehari," ujar Muslich ketika ditemui di Pasar Pasty Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta, Senin (9/11).

Ikan cupang jadi primadona di tengah pandemi © 2020 brilio.net

foto: brilio.net/Lola Lolita

"Kalau weekend itu malah lebih tinggi lagi. Pas Sabtu dan Minggu gitu, penghasilannya ya bisa sampai Rp 5 juta," ungkapnya.

Pria yang berasal Sewon, Bantul ini sudah berdagang ikan hias sejak 2014, mengakui merasakan peningkatan penjualan ikan cupang yang sangat dratis dari sebelumnya.

Ikan cupang jadi primadona di tengah pandemi © 2020 brilio.net

foto: brilio.net/Lola Lolita

"Saya sudah jualan sejak 2014, baru di tengah pandemi ini penjualan ikan cukup naik 3-4 kali lipat. Dan penjualannya itu bisa sampai 50 sampai 70 ekor dalam sehari," ujarnya.

Pedagang asal Bantul lainnya, Robi yang memiliki kios kecil di kawasan yang sama juga mengungkapkan hal serupa. Selama pandemi dia juga mendapatkan untung yang lumayan besar dari penjualan ikan cupang.

Ikan cupang jadi primadona di tengah pandemi © 2020 brilio.net

foto: brilio.net/Lola Lolita

"Ada bedanya, kalau pas pandemi seperti sekarang ini ikan cupang laku banget. Sebelumnya saya menjual 30 ekor ikan cupang, sekarang pas pandemi bisa terjual 50 ekor cupang dalam sehari," ujar Robi.

Robi menjual ikan cupang dengan kisaran harga yang cukup murah, yakni Rp 10 ribuan untuk satu ekornya.

Saking larisnya, ia tak sempat menghitung jumlah pengunjung yang datang untuk membeli ikan cupang di kiosnya dalam sehari.

"Wah nggak kehitung, banyak banget. Dalam sehari itu yang datang buat beli ikan cupang itu benar-benar ramai," pungkasnya.

Alasan orang suka ikan cupang.

Ketertarikan memelihara ikan cupang di tengah pandemi ini datang dari berbagai latar belakang usia, mulai dari anak, remaja hingga dewasa. Bahkan kaum hawa pun tertarik untuk memelihara ikan cupang.

Berdasar penjelasan pedagang ikan hias, orang tertarik memelihara ikan cupang karena warnanya yang menarik dan proses pemeliharaannya yang mudah. Di mana seseorang cukup menyediakan wadah sesuai yang mereka suka dan meletakkan ikan cupang di sana, tanpa harus memberikan filter air dan sebagainya, tak seperti memelihara jenis ikan hias lainnya.

Jenis ikan cupang yang banyak diminati.

Salah satu jenis ikan yang cukup ramai diminati adalah jenis ikan cupang multicolor, bisa sampai 5-6 warna pada satu ikan. Jenis satu ini memiliki paduan warna yang indah. Sejauh ini, jenis inilah yang paling banyak diincar.

Ikan cupang jadi primadona di tengah pandemi © 2020 brilio.net

foto: brilio.net/Lola Lolita

Harga ikan cupang di tengah pandemi seperti sekarang ini juga naik. Hal ini dikarenakan penjualan meningkat, para petani atau penggiat ikan cupang turut menaikkan harga, sehingga mau tidak mau para pedagang harus menjual dengan harga yang lebih tinggi.

"Ada perbedaan harga, soalnya penjualan lebih cepat, jadi petani-petani pun dia menjualnya dengan harga yang lebih tinggi, soalnya mereka juga kekurangan barang," ujar Muslich.

Kisaran harga ikan cupang.

Ikan cupang bisa didapatkan mulai harga Rp 10 ribu hingga ratusan ribu rupiah, tergantung jenis. Semakin unik maka harganya pun semakin tinggi. Salah satu pedagang ikan hias di Pasty pernah menjual ikan cupang termahal seharga Rp 250 ribu. Namun yang lebih laku ikan cupang dengan kisaran di bawah Rp 200 ribu.

"Termurah saya ada yang Rp 10 ribuan, dan yang paling mahal itu Rp 250 ribu, jenis ikan cupang giant yang banyak dicari juga. Cuma sekarang ini yang laku itu cenderung yang harga Rp 150 ribuan, ya di bawah 200 ribu lah. Kalau di atas itu masih susah," kata Muslich.

Muslich menjelaskan bahwa selama ini pelanggannya datang dari berbagai kalangan, bahkan para penjual online pun membeli ikan cupang dari dirinya dan kemudian dijual lagi.

"Biasanya seller-seller online itu beli di sini, kemudian mereka jual lagi secara online. Jadi nanti cari untungnya di online," pungkasnya.

Pecinta cupang rela keluarkan ratusan ribu.

Benar saja, pecinta ikan cupang rela mengeluarkan ratusan ribu untuk bisa memiliki berbagai jenis ikan cupang yang mereka sukai. Seperti pengakuan Akbar (25) dari Kudus, Jawa Tengah. Dia mengaku sangat senang memelihara ikan cupang karena jenis warnanya yang sangat bagus. Sebagai pecinta ikan cupang, dia rela merogoh kocek dalam.

"Karena warnanya bagus. Pokoknya dilihat itu enak aja, apalagi yang hias-hias itu. Untuk beli ikan cupang saya ngabisin sekitar Rp 500 ribu," ujarnya.

"Kalau melihara cupang itu harus benar-benar jeli, harus dirawat. Paling nggak seminggu 2 kali bersihin airnya. Diberi daun ketapang kering, biar sirip dan ekornya bisa ngembang," ujar Akbar ketika dihubungi brilio.net, Senin (10/11)

Kegemaran memelihara ikan cupang di tengah pandemi juga dirasakan oleh seorang perempuan bernama Nindy (23), dia mengaku menyukai ikan cupang berawal dari temannya. Saat itu dia melihat beberapa peliharaan temannya dan akhirnya membuat dirinya tertarik untuk membeli ikan cupang.

"Kalo ikan hias, awalnya tuh gara-gara orang kantor pada mulai memelihara ikan. Aku tanyain itu ikan apa, susah nggak perawatannya. Ternyata ikannya kok bagus-bagus warnanya, aku suka warnanya. Kata mereka ini ikan lagi booming, terutama ikan jenis guppy dan cupang. Sekali beranak bisa banyak dan harganya bisa 100 ribuan. Trus aku mulai tertarik dari situ. Selain warnanya bagus ternyata bisa jadi ladang bisnis," ujar Nindy ketika dihubungi brilio.net, Senin (10/11).