Brilio.net - Gempa bumi dahsyat yang mengguncang Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9) lalu telah menimbulkan banyak korban jiwa. Terhitung hingga berita ini diturunkan, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bahwa 832 orang tercatat meninggal dunia pada Minggu (30/9).

Sementara itu, 540 orang mengalami luka berat dan sebanyak 16 ribu jiwa lebih mengungsi. Dilansir dari Liputan6, mereka mengungsi di 24 titik di Palu dan Donggala.

Lebih dari itu, infrastruktur penting yang ada di daerah tersebut pun ikut terkena dampaknya. Tak hanya jembatan, akses jalan raya itu sendiri pun terputus akibat 'naiknya' permukaan tanah karena gempa.

Hal tersebut dapat dilihat melalui sebuah video yang diunggah di akun Facebook Anak Timur. Dalam video tersebut, terlihat bahwa jalanan beraspal di Kota Palu 'naik' setinggi rumah yang ada di sana.

Loading...

'Kenaikan' tanah ditambah dengan banyaknya rumah yang hancur karena ambles akibat gempa tersebut pun semakin membuat proses evakuasi sulit dilakukan. Meski begitu, hal tersebut tak membuat jajaran tim evakuasi gabungan menyerah. Hingga saat ini mereka masih terus mencari korban yang terjebak di antara reruntuhan bangunan di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah.

Sejumlah bantuan pun masih terus berdatangan agar Sulawesi Tengah segera bangkit kembali. Dikutip dari akun Twitter Sutopo, pagi ini sendiri sejumlah genset sebagai tambahan listrik darurat dikirimkan ke Kota Palu dengan menggunakan pesawat Hercules TNI AU.

Pengiriman genset ini tak kalah penting mengingat penerangan dan suplai listrik menjadi salah satu kebutuhan yang mendesak.