1. BRILIO.NET
  2. »
  3. Serius
Ahada Ramadhana 14 Juli 2017 20:50

Banyak muatan radikalisme, Kemkominfo blokir akses aplikasi Telegram

Telegram tidak menyiapkan Standard Operating Procedure (SOP) penanganan konten-konten yang melanggar hukum.

Brilio.net - Dinilai menyebarkan propaganda radikalisme, 11 Domain Name System (DNS) milik Telegram diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo). Pihak Kemkominfo telah meminta Internet Service Provider (ISP) untuk melakukan pemblokiran.

"Pemblokiran ini harus dilakukan karena banyak sekali kanal yang ada di layanan tersebut bermuatan propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, disturbing images, dan lain-lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia," demikian siaran pers Kementerian Kominfo, Jumat sebaimana dikutip brilio.net dari Antara.

Adapun ke-11 DNS yang diblokir adalah t.me, telegram.me, telegram.org, core.telegram.org, desktop.telegram.org, macos.telegram.org, web.telegram.org, venus.web.telegram.org, pluto.web.telegram.org, flora.web.telegram.org, dan flora-1.web.telegram.org.

Dampak terhadap pemblokiran ini adalah tidak bisa diaksesnya layanan Telegram versi web (tidak bisa diakses melalui komputer).

"Saat ini kami juga sedang menyiapkan proses penutupan aplikasi Telegram secara menyeluruh di Indonesia apabila Telegram tidak menyiapkan Standard Operating Procedure (SOP) penanganan konten-konten yang melanggar hukum dalam aplikasi mereka. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," kata Dirjen Aplikasi Informatika Semuel A. Pangerapan.

BRILIO VIDEO

Tahu Gejrot Enak & Simpel!!
Salah satu olahan Tahu yang menjadi favorit banyak orang adalah Tahu Gejrot, makanan khas Cirebon. Saat ini penjual makanan bercitarasa pedas ini memang mudah dijumpai dimana saja. Tapi, daripada...

Aplikasi Telegram ini dinilai dapat membahayakan keamanan negara karena tidak menyediakan SOP dalam penanganan kasus terorisme.

Dirjen Aptika juga menegaskan bahwa dalam menjalankan tugas sebagaimana diamanatkan oleh Pasal 40 UU No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Kemkominfo selalu berkoordinasi dengan lembaga-lembaga Negara dan aparat penegak hukum lainnya dalam menangani pemblokiran konten-konten yang melanggar peraturan perundangan-undangan Indonesia.

 

(brl/nng)

YOU MAY ALSO LIKE

YT Hrithik Roshan, Artis Tertampan 2018
Hrithik Roshan, Artis Tertampan 2018 Yang Memesona.
Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

Share This Article

To:

Cc:

Subject:

Banyak muatan radikalisme, Kemkominfo blokir akses aplikasi Telegram.
Telegram tidak menyiapkan Standard Operating Procedure (SOP) penanganan konten-konten yang melanggar hukum.
https://www.brilio.net/serius/banyak-muatan-radikalisme-kemkofinfo-blokir-akses-aplikasi-telegram-170714v.html
SEND

WHAT DO YOU THINK

MORE STORIES


Show More Stories
TOP

Would you like to switch to the English Version?