Brilio.net - Penyanyi Bollywood, Kanika Kapoor mendekati Universitas Kedokteran King George (KGMU) menawarkan untuk menyumbangkan plasma-nya sebagai pengobatan pasien virus corona. Penyanyi itu memanggil kepala departemen kedokteran transfusi, Prof Tulika Chandra, lalu kemudian menawarkan diri untuk membantu pengobatan pasien Covid-19.

Sesuai para ahli, sampel Kanika akan diuji untuk beberapa hal sebelum dia dapat menyumbangkan plasma-nya. Dilansir brilio.net dari news18.com pada Selasa (28/4), Kanika harus menambah berat badan, tidak menderita diabetes, tidak mengidap penyakit kardiovaskular, malaria, sifilis, dan penyakit lainnya agar memenuhi syarat.

"Kemarin pagi saya menelepon rumah sakit untuk memberi tahu mereka bahwa saya ingin memberikan darah dan plasma saya untuk penelitian atau membantu orang lain jika memungkinkan. Saya ingin melakukan apa yang saya bisa untuk membantu", kata Kanika.

Kanika Kapoor telah menjadi berita utama bulan lalu ketika dia menjadi selebriti Bollywood pertama yang dites positif terinfeksi virus corona. Kemudian ia dirawat di rumah sakit selama lebih dari dua minggu di Sanjay Gandhi Post-Graduate Institute of Medical Sciences (SGPGIMS).

Pada tanggal 26 April, Kanika mengeluarkan pernyataan yang menjelaskan perjalanannya sampai terinfeksi Covid-19. Ia menyatakan bahwa dia sadar akan kesalahpahaman dan informasi yang ia terima seputar corona, tetapi ia memilih untuk tetap diam sampai siap untuk berbicara di depan khalayak.

Loading...

Dalam postingan Instagramnya, Kanika mengatakan bahwa semua orang yang melakukan kontak dengannya di Inggris, Mumbai, dan Lucknow telah dites dan hasilnya negatif.

Kanika Kapoor sumbangkan plasma darah. © 2020 brilio.net

foto: Instagram/@kanik4kapoor

Sementara itu, KGMU pada Minggu 26 April, melakukan transfusi plasma pertama pada seorang pasien 58 tahun dari Orai yang merupakan dokter pemerintah yang kondisinya sedang kritis. Para dokter mengatakan bahwa pasien merespons transfusi dengan baik.

Pihak universitas telah menerima tiga sumbangan plasma dari pasien Covid-19 yang pulih sepenuhnya, dua dari dokter dan satu dari seorang pria Lakhimpur