Brilio.net - Lingkungan hidup hingga kini masih menjadi persoalan di berbagai negara di dunia termasuk Indonesia. Salah satu faktor yang menjadi penyebab kerusakan lingkungan adalah gaya hidup yang abai terhadap keberlanjutan. Masih banyak orang yang tak peduli dengan kebersihan, misalnya membuang sampah sembarangan. Belum lagi soal penggunaan kendaraan yang tidak ramah lingkungan sehingga menyebabkan polusi.   

Nah menghadapi persoalan lingkungan, nggak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Perlu aksi kolaborasi semua pihak yang dilakukan secara kontinyu. Selain itu, kesadaran akan lingkungan juga harus dilakukan dari diri sendiri. Ya mulailah dari hal-hal kecil dalam keseharian.  

Andien peduli lingkungan © 2020 brilio.netAndien saat menjadi peserta salah satu webinar terkait lingkungan hidup belum lama ini.

Cara inilah yang telah lama dilakukan Andien. Penyanyi jazz kelahiran Jakarta, 25 Agustus 1985 ini sekarang bukan hanya dikenal sebagai penyanyi. Tapi ia juga tercatat sebagai salah satu pegiat gaya hidup ramah lingkungan.

Andien mulai berpikir untuk berperan dan bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan setelah menyadari banyaknya kerusakan yang disebabkan gaya hidup kita sendiri.

Loading...

“Di keluarga aku sering travelling. Kita sesekali justru refreshingnya bersihin sampah, aku ajak anakku, jadi membuat itu jadi sesuatu yang fun. Di rumah pilih-pilih sampah juga, sudah mengkompos itu sudah dua tahun, termasuk mengurangi penggunaan plastik," ujar Andien dalam webinar katadata yang digelar Selasa (24/11).

Nah seperti apa aksi Andien dan sejumlah pihak untuk turut menjaga lingkungan hidup dari hal kecil, berikut faktanya yang dirangkum Brilio.net dari acara webinar sesi 6 Unilever Katadata: Sustainability Day 2020.  

1. Memulai dari hal kecil

Andien peduli lingkungan © 2020 brilio.netInstagram @andienaisyah

Andien mengaku mulai menerapkan gaya hidup ramah lingkungan secara serius sejak 2018. Pola hidup ini terus dilakukan Andien secara konsiten. Awalnya Andien memulai aksi tersebut dari hal-hal kecil dalam aktivitasnya sehari-hari.

2. Mendirikan Yayasan Setali

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Setali Indonesia (@setali.indonesia)

Selain aksi kecil dalam keluarganya, Andien juga mendirikan Yayasan Setali. Bersama yayasan tersebut, ia mengampanyekan penggunaan produk fashion yang merupakan barang daur ulang.

3. Kesadaran lingkungan yang mulai meluas

Andien peduli lingkungan © 2020 brilio.netSalah satu kegiatan Yayasan Setali yang bekerjasama dengan beberapa public figure, content creator, dan influencer untuk menjual barang-barang preloved mereka. Hasil penjualannya akan didonasikan untuk campaign dan project Yayasan Setali. (Instagram @setali.indonesia)

Menurut Pendiri Komunitas Zero Waste Indonesia, Maurilla Imron, saat ini kesadaran serupa yang dilakukan Andien ini sudah mulai berkembang luas di tengah masyarakat, khususnya generasi milenial. Maurilla mengatakan, berdasarkan surveinya sudah lebih dari 50 persen generasi milenial yang saat ini merasa bertanggung jawab atas lingkungan.

“Hampir 3 tahun ini bisa terlihat dari tren yang ada di masyarakat mengenai gaya hidup berkelanjutan. Ada sebuah kebanggaan tersendiri mereka melakukan itu, sekarang juga sudah jauh lebih banyak influencer bahkan juga bisnis yang membahas hidup berkelanjutan,” ujar Maurilla.

4. Kini perusahaan pun terus memperkuat konsep ramah lingkungan

Andien peduli lingkungan © 2020 brilio.net

Bicara soal andil dunia bisnis, Unilever sebagai salah satu Fast Moving Consumers Goods (FMCG), di mana produknya digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, sudah mulai memperkuat konsep keberlanjutan dan meningkatkan produksi produk ramah lingkungannya. Upaya ke sana, kata Home Care Director PT Unilever Indonesia Veronika Utama, diwujudkan melalui lima pilar utama yang diperhatikan perusahaan dalam proses produksi. Mulai dari penggunaan kemasan yang bisa dilihat apakah berbahan karbon atau plant base, hingga dari segi instruksi penggunaan air.

“Salah satu perwujuduan nyata ini yaitu Home Care, di mana September lalu kita mendeclair our produk dengan transisi bahan baku yang tadinya 100 persen carbon, secara parsial kami mulai transisi ke bahan baku terbarukan,” tutur Veronika.

Kemudian mereka juga melakukan transisi produk berjejak karbon rendah. Serta pembuatan produk dengan upaya menghemat penggunaan air, kemasan hasil daur ulang, hingga transisi produk berbahan kimia ke produk yang diformulasikan dengan cermat untuk konsumen.

5. Mengajak konsumen bijak memilih produk

Andien peduli lingkungan © 2020 brilio.netInstagram @setali.indonesia

Upaya yang dilakukan perusahaan tersebut, menurut Produk Development R&D Manager Home Care Unilever Indonesia, Effendi Yonathan, bertujuan untuk mengajak konsumen bisa lebih bijak dalam memilih produk yang digunakan sehari-hari.  Ia memberi tips, agar para konsumen bisa lebih jeli dalam memilih barang-barang yang dipakai.

“Pertama yang kita bisa lihat produk rumah tangga yang biasa kita temui, yang baik adalah sudah melalui izin registrasi Kemenkes. Dari sana secara regulasi sudah memenuhi minimum persyaratan,” ujar Effendi.

Dengan lebih meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, minimal dari langkah kecil sebagai konsumen ini, ia yakin upaya menjaga bumi agar lebih bersih di masa depan, akan lebih mungkin untuk terealisasi.