Brilio.net - Setiap orang tentunya memiliki tujuan keuangan masing-masing dengan kebutuhan yang berbeda. Di era yang canggih seperti sekarang ini rasanya ada saja halangan seseorang untuk menyisihkan penghasilannya. Sekarang ini orang terbilang cukup mudah untuk memperoleh yang diinginkannya, hanya dengan gadget orang bisa belanja apapun yang diinginkan.

Hal ini tentunya membuat kita menjadi sedikit susah untuk menabung, karen mudah tergiur dengan berbagai produk yang ditawarkan. Untuk menghindari hal-hal seperti itu tentunya setiap orang dianjurkan untuk mengendalikan diri. Cara ini memang tidak mudah, di mana menabung menjadi sangat sulit dilakukan.

Mungkin trik dari Adrian Maulana ini bisa membantu kamu dalam menabung. Seperti yang diketahui bahwa Adrian Maulana merupakan aktor sekaligus presenter yang kini fokus berkarier menjadi pekerja kantoran di sebuah perusahaan manajer investasi.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Ini makan siang saya sehari-hari di kantor, teman2. Gado2 15rb. Ada juga lha sesekali makan salad yg 50rb an. Tapi lebih sering makan gado2 dg bumbu kacang dipisah. Sehat & hemat. Insya Allah, mampu kok beli makan siang ratusan ribu juga. Tapi kebayang ngga sih, teman2. 50 rb yg sy bisa hemat dari makan siang saya, 35-40 rb yg saya hemat dari 1 cup kopi (yg sebelumnya saya minum 2-3 cangkir/hari beli di coffee shop), & 50rb yg saya hemat dari transport (krn sekarang tiap pulang kerja saya pilih naik MRT/bis dimana sebelumnya selalu naik mobil/taxi biru. Bensinnya, parkirnya, tolnya. Hehehe... Kalo di total, dalam 1 hari setidaknya saya berhemat 140rb lho. Ada 20 hari kerja kantor, jadi dalam sebulan minimal 2,8 jt bisa saya gunakan untuk hal lain yg lebih bermanfaat tanpa mengorbankan kesehatan saya, hobi ngopi saya & aktifitas lainnya. Yg saya lakukan hanya berhemat, tapi ternyata besar manfaat. Kalau dulu, segala yg saya lakuin buat kebaikan diri sendiri. Sekarang sedang terus belajar gimana supaya apa yang kita lakuin bisa bermanfaat buat orang lain. Mungkin kecil buat kita, tapi bisa besar artinya buat orang lain. #gadogado #kuliner #indonesia #murah #sehat #manfaat #favorit #adrianmaulana #health

A post shared by Adrian Maulana (@adrianmaulana) on

Melalui unggahan Instagram pribadinya, ia membagikan makanan yang ia konsumsi sehari-hari Hidangan tersebut tidak lain adalah gado-gado seharga Rp 15 ribu. Namun hal ini bukan berarti ia tidak mengonsumsi makanan mahal lainnya, seperti salad seharga Rp 50 ribu.

Loading...

"Tapi lebih sering makan gado2 dg bumbu kacang dipisah. Sehat & hemat. Insya Allah, mampu kok beli makan siang ratusan ribu juga," tulis Adrian.

Di balik kebiasaannya itu, ada fakta-fakta lain mengenai gaya hidup sehat dan hemat. Ia membandingkan nominal-nominal Rupiah yang ia hemat dari konsumsi sehari-hari.

"Tapi kebayang ngga sih, teman2. 50 rb yg sy bisa hemat dari makan siang saya, 35-40 rb yg saya hemat dari 1 cup kopi (yg sebelumnya saya minum 2-3 cangkir/hari beli di coffee shop)," tulisnya.

Langkah untuk berhemat tak hanya soal makanan dan minuman, tetapi juga ongkos transportasi yang dikeluarkan.

"50rb yg saya hemat dari transport (krn sekarang tiap pulang kerja saya pilih naik MRT/bis dimana sebelumnya selalu naik mobil/taxi biru. Bensinnya, parkirnya, tolnya. Hehehe," lanjut Adrian Maulana.

Di sisi lain, Adrian Maulana merasakan betul perbedaan setelah menjalankan gaya hidup sehat sekaligus hemat. Uang dari berhemat dapat ia gunakan untuk sesuatu yang lebih bermanfaat.

"Kalo di total, dalam 1 hari setidaknya saya berhemat 140rb lho. Ada 20 hari kerja kantor, jadi dalam sebulan minimal 2,8 jt bisa saya gunakan untuk hal lain yg lebih bermanfaat tanpa mengorbankan kesehatan saya, hobi ngopi saya & aktifitas lainnya. Yg saya lakukan hanya berhemat, tapi ternyata besar manfaat," tulis ayah dua anak tersebut.

Adrian melanjutkan, jika dahulu segala sesuatu yang ia lakukan hanya untuk kebaikan diri sendiri. Namun saat ini, ia pun sedang terus belajar agar apa yang dilakukan dapat bermanfaat bagi orang lain.

"Mungkin kecil buat kita, tapi bisa besar artinya buat orang lain," demikian tutup Adrian Maulana.