Brilio.net - Sudah bukan rahasia umum lagi jika ajang pencarian bakat menjadi cara instan orang biasa untuk meraih kesuksesan di dunia hiburan. Ajang pencarian bakat ini macam-macam bidangnya. Mulai dari menyanyi, memasak hingga sulap. Semua punya fansnya masing-masing.

Namun bagaimana pun juga, kita tak akan pernah bisa melawan takdir dari yang Kuasa. Di tengah puncak karir, para artis jebolan ajang pencarian bakat dipanggil Yang Maha Kuasa. Apalagi kebanyakan dari mereka meninggal di usia masih muda. Siapa saja ya mereka?

Nah, berikut daftar artis jebolan ajang pencarian bakat yang telah menutup usia di puncak karirnya, seperti dihimpun brilio.net dari berbagai sumber:

Usianya masih 22 tahun kala itu. Namun gadis yang mempunyai nama asli Resa Permatasari ini harus mengembuskan napas terakhirnya pada 15 Januari 2014. Juara satu acara Stardut tahun 2007 ini meninggal setelah berjuang melawan penyakit komplikasinya.

Kontes Dangdut Indosiar atau Kondangin pada tahun 2008 ini mengantarkan salah satu finalis bernama Seni Maryani masuk 5 besar. Meski tak berhasil finish menjadi juara satu, namun hal itu tak membuat Seni berhenti menyanyi dangdut. Sayang di tahun 2010 dia memutuskan keluar dari dunia dangdut lantaran menikah. Lalu ketika hamil 7 bulan, dunia hiburan dangdut nasional berembus kabar Seni meninggal dunia karena penyakit kuning.

Akademi Fantasi Indosiar (AFI) mungkin bisa disebut sebagai ajang pencarian bakat pertama di Indonesia yang mendulang banyak kesuksesan. AFI juga pernah mengantarkan sosok wanita asal Surabaya bernama Luri masuk 4 besar AFI 2005.

Dari situ, Luri bertemu jodohnya, Arjuna AFI dan mereka memutuskan untuk menikah. Namun sayang nyawa Luri tak bisa bertahan saat dia melahirkan anak pertama mereka pada tahun 2009.

Masih dari AFI, kali ini finalis AFI 3, Randy juga baru saja dipanggil Tuhan Yang Maha Esa pada tahun 2015 lalu. Randy dikabarkan sakit yang berhubungan dengan syaraf. Diketahui sebelumnya, Randy sempat amnesia dan koma sebelum mengembuskan napas terakhir.

Audisi pelawak TPI pada 2005 silam ini sukses mendebutkan grup lawak asal Medan bernama Nyahnyah. Grup ini terdiri dari Fahmi, Ophe dan Abrar. Sayang di tahun 2007, Nyahnyah harus kehilangan salah satu membernya, Fahmi karena penyakit asma dan diabetes.

Ajang Indonesia Mencari Bakat (IMB) generasi pertama berhasil membawa nama grup musik Klantink menjadi juara pertama. Sayang 5 tahun setelah ditetapkan juara, salah satu membernya, Budi menghembuskan napas terakhir karena diduga berlebihan mengonsumsi obat pelangsing.


Sekali lagi, selamat jalan untuk kalian semua. Karya-karyamu akan selalu dikenang oleh masyarakat Indonesia di masa depan.

 

Dunia musik Indonesia kehilangan musisi bersuara emas, Mike Mohede. Penyanyi jebolan Indonesian Idol season 2 (2005) ini menghembuskan nafas terakhir di RS Bintaro petang ini diduga akibat serangan jantung.

Ucapan duka datang dari musisi-musisi Tanah Air seperti Raisa Andriana. “We have lost a great soul. May you rest in peace, Mike... #RIPMikeMohede” tulis Raisa dalam akun resminya di Twitter.

Ucapan duka lainnya juga datang dari aktor Ciccho Jerikho lewat akun Twitternya ‏@cjerikho829. “Rest in peace bung mike mohede. Jesus love you!”

Kabar wafatnya Mike disampaikan Kunto Aji dalam akun Twitter pribadinya. “Innalillahi wa innaillaihi roji'un. Telah berpulang sahabat, saudara dan panutan kami Mike Mohede. Minta doanya ya teman teman,” tulis Kunto Aji sekitar pukul 19.00 WIB.

Penyanyi berusia 32 tahun ini merupakan pemenang Indonesian Idol Season 2 (2005). Suaranya yang merdu dan bakatnya yang kuat membuatnya mudah menarik penikmat musik. Dia menelorkan album perdana bertitel “Mike” dengan single “Semua Untuk Cinta” tidak lama setelah menang Indonesian Idol 2.