Brilio.net - Ceramah adalah sebuah kegiatan berbicara di depan umum yang bertujuan untuk menyampaikan informasi, pengetahuan, atau nasihat tentang suatu hal, terutama yang berkaitan dengan agama. Ceramah berbeda dengan pidato atau sambutan. Pasalnya, ceramah lebih menekankan pada aspek edukatif dan persuasif, sedangkan pidato atau sambutan lebih bersifat formal dan protokoler.

Ceramah juga berbeda dengan khotbah. Pasalnya, khotbah lebih spesifik mengenai ajaran-ajaran keagamaan atau praktik beribadah.

Sementara itu, teks ceramah adalah naskah atau transkripsi dari ceramah yang disampaikan oleh penceramah. Teks ceramah biasanya memiliki struktur yang terdiri dari pendahuluan, isi, dan penutup.

Teks ceramah juga memiliki ciri-ciri kebahasaan yang khas, seperti penggunaan kata sapaan, kata ganti orang, kata seru, kata tanya, kata ajakan, kata penegasan, dan lain-lain. Teks ceramah juga sering menggunakan kalimat-kalimat yang bersifat retoris, metaforis, atau analogis untuk memperkuat pesan yang ingin disampaikan.

Nah, supaya mudah memahami ceramah bahasa Indonesia, yuk simak penjelasan lengkap tentang 9 contoh ceramah bahasa indonesia dengan berbagai tema, singkat dan mudah dipahami. Dilansir brilio.net dari berbagai sumber Selasa (7/11).

Ciri-ciri ceramah bahasa Indonesia.

Contoh ceramah bahasa indonesia dengan berbagai tema © 2023 brilio.net

foto: freepik.com

Ceramah adalah sebuah kegiatan berbicara di depan umum yang bertujuan untuk menyampaikan informasi, pengetahuan, atau nasihat tentang suatu hal, terutama yang berkaitan dengan agama.

Ceramah memiliki beberapa ciri-ciri, antara lain:

1. Ceramah memiliki struktur yang terdiri dari pendahuluan, isi, dan penutup. Pendahuluan berisi salam, sapaan, pengantar topik, dan tujuan ceramah. Isi berisi pembahasan topik secara mendalam, lengkap, dan sistematis. Penutup berisi rangkuman, kesimpulan, pesan, dan salam penutup.

2. Ceramah menggunakan bahasa yang sopan, santun, dan mudah dipahami oleh pendengar. Ceramah juga menggunakan kata sapaan, kata ganti orang, kata seru, kata tanya, kata ajakan, kata penegasan, dan lain-lain untuk membangun hubungan dengan pendengar.

3. Ceramah menyampaikan materi yang sesuai dengan kegiatan, konteks, dan kebutuhan pendengar. Ceramah juga menyampaikan materi yang bersifat objektif, jelas, dan terbukti kebenarannya. Ceramah menghindari hoaks, kebohongan, atau hal-hal yang bisa menimbulkan perselisihan di masyarakat.

4. Ceramah menggunakan metode dan media yang sesuai dengan materi, tujuan, dan situasi ceramah. Metode ceramah bisa berupa impromptu, menghafal, membaca naskah, atau ekstemporan. Media ceramah bisa berupa alat tulis, gambar, grafik, video, atau alat bantu lainnya.