Brilio.net - Hasil Pilpres 2019 baru bisa diketahui secara pasti pada Mei mendatang. Sementara ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum mengeluarkan hasil Pilpres 2019 secara resmi. Namun hasil quick count dari beberapa lembaga survei menyatakan pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf unggul sementara.

Dilansir brilio.net dari Liputan6.com, Senin (22/4) bersamaan dengan keluarnya hitungan cepat Pilpres 2019 ini, Saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) merosot sepanjang sesi pertama perdagangan saham sejak Kamis (18/4). Berdasarkan data RTI, saham emiten yang salah satunya dipegang Sandiaga Uno ini dibuka turun 10 poin ke posisi 3.830 per saham dari penutupan perdagangan Selasa, 16 April 2019 yakni di posisi Rp 3.840 per saham.

SRTG merupakan perusahaan yang dibangun Sandiaga Uno sejak tahun 1997. Perusahaan ini merupakan sumber kekayaan Sandiaga Uno. Dilaporkan bahwa Sandiaga Uno merupakan calon terkaya yang bertanding di Pilpres 2019. Berdasarkan laporan KPU, jumlah kekayaan sandiaga Uno mencapai Rp 5 triliun. Jumlah itu didominasi surat berharga sebesar Rp 4,7 triliun.

Fenomena ini mendapat perhatian dari Associate Director of Research and Investment PT Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus, Nico Demus. Nico mengatakan persepsi dan opini yang beredar terkait pergerakan IHSG dan korelasinya terhadap Pilpres cenderung terlalu tinggi. Nico paham mengapa saham Sandiaga Uno turun. Namun ia juga yakin tak lama lagi saham itu segera naik.

"Tapi saya yakin kita semua sudah tahu kenapa saham Saratoga turun beberapa waktu lalu. Namun saya juga meyakini bahwa saham tersebut akan back on the track secepatnya," ujar Nico.

Nico mengatakan situasi politik ini tidak selamanya memengaruhi pergerakan saham. Ada faktor lain misalnya fundamental perusahaan, sehingga terbentuk valuasi terhadap kinerja perusahaan yang sesungguhnya. Kinerja keuangan juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan saham.

"Justru akan lebih mengkhawatirkan apabila penurunan saham Saratoga misalnya dikarenakan kinerja keuangan yang tidak baik. So far Saratoga masih akan baik-baik saja," jelas Nico.

Nico mengatakan laju saham perusahaan Sandiaga Uno akan tertolong jika fundamental perusahaan kuat. "Selama fundamental perusahaannya bagus tentu perusahaan akan survive dalam jangka waktu panjang," kata Nico.

Sebelumnya Sandiaga Uno menjual banyak saham sebelum Pilpres 2019. Berikut daftar penjualan saham Sandiaga Uno.

Mulai dari Oktober 2018:

2 dan 3 Oktober: 672 juta saham

Total: Rp 194,08 miliar

8 Oktober: 28 juta saham

9 Oktober: 2,1 juta saham

Total: Rp 113,71 miliar

-

Akhir November dan awal Desember 2018:

Sandiaga Uno terkuak sempat menjual saham pada akhir November hingga awal Desember 2019.

27 November: 5 juta saham

28 November: 15,90 juta saham

3 Desember: 10 juta saham

4 Desember: 10,9 juta saham

Total: Rp 157,8 miliar