Brilio.net - Dunia sepak bola Indonesia berduka. Mantan pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl meninggal dunia pada Selasa (8/9). Riedl menghembuskan napas terakhirnya di kampung halamannya di Wina, Austria pada usia 70 tahun.

Kabar kepergian Riedl tersebut pertama kali disampaikan oleh mantan asisten pelatih Timnas Indonesia, Wolfgang Pikal melalui pesan singkat.

"Alfred Riedl tutup usia kemarin malam di umur 70 tahun. RIP coach Alfred teman dan mentorku. Terima kasih untuk persahabatan, ilmu dan pengalaman yang kamu bagikan kepada saya," ujar Pikal seperti dikutip brilio.net dari liputan6.com, Selasa (8/9).

Kepergian Alfred Reidl tak hanya menyisakan duka mendalam bagi rekan dan keluarga, tapi juga masyarakat Indonesia. Pasalnya, selama menjadi pelatih, ia meninggalkan kesan mendalam bagi dunia sepak bola Tanah Air.

Tiga kali menduduki kursi pelatih, Riedl menorehkan catatan gemilang. Ia berhasil membawa tim Merah Putih finis sebagai runner-up di Piala AFF 2010. Catatan yang sama juga ditorehkan saat kembali menangani timnas saat bertanding di Piala AFF 2016.

Dilansir brilio.net dari berbagai sumber pada Selasa (8/9), berikut lima fakta terkait meninggalnya mantan pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl.

1. Punya penyakit jantung akut.

Di usianya yang semakin lanjut, kondisi kesehatan Riedl memang sempat menurun. Sebelum meninggal, Riedl diketahui sudah mengidap penyakit jantung akut. Kondisi tersebut membuat pelatih yang juga sempat menangani Timnas Laos ini harus menjalani operasi di Austria. Namun hingga kini, penyebab pasti meninggalnya Riedl sendiri belum diketahui.

2. Sempat operasi cangkok ginjal.

Tak hanya berjuang melawan penyakit jantung, Riedl juga sempat mengalami masalah pada ginjalnya. Kondisi tersebut ia alami saat masih menjalani pelatih Timnas Vietnam. Masalah kesehatan tersebut membuat Riedl harus menjalani operasi cangkok ginjal pada 2007.

Dilansir dari liputan6.com, Riedl menerima donor ginjal dari seorang warga Vietnam. Saat menjadi pelatih, sosok Riedl memang begitu dicintai masyarakat Vietnam. Saat ia diumumkan harus menjalani cangkok ginjal, banyak masyarakat Vietnam yang dengan sukarela mengajukan diri sebagai pendonor.

3. Sempat digadang-gadang latih Persebaya.

Sebelum kondisi kesehatannya menurun karena penyakit jantung yang diderita, Riedl sempat digadang-gadang menjadi pelatih tim Persebaya. Namun sayang, rencana tersebut gagal membawanya kembali ke Tanah Air.

Kondisi kesehatan yang mengharuskannya menjalani operasi baypas jantung, membuat Riedl gagal kembali ke Tanah Air. Padahal saat itu, Riedl sudah menandatangani kontrak denagn klub berjuluk Bajul Ijo tersebut.

4. Pernah dikabarkan meninggal dunia pada 2015.

Lima tahun lalu, dunia maya sempat dihebohkan dengan kabar meninggalnya Alfred Riedl. Tak jelas bagaimana awal mula kabar tersebut bisa beredar di media sosial. Namun, hoax tentang meninggalnya Alfred Riedl saat itu ramai dibicarakan di media sosial.

Hoax tersebut pun sempat sampai ke telinga pelatih kelahiran 1949 tersebut. Dengan cepat, ia menyampaikan konfirmasi secara langsung bahwa kondisinya baik-baik saja saat itu. Satu tahun dari kabar tersebut, Riedl kembali dipercaya sebagai pelatih Timnas Indonesia.

5. Mengaku stres selama pandemi.

Melewati masa pandemi dengan penyakit jantung akut yang diderita membuat Riedl tak mudah menjalani masa karantina. Dalam sebuah interview bersama media Austria, Kurier, Riedl mengungkapkan ia merasa ketakutan dan tertekan saat menjalani masa karantina mandiri.

Pasalnya, pandemi ini mengubah kehidupannya. Ia tidak berani keluar rumah karena risiko yang terlalu besar. Sebagai sosok yang suka kebebasan, Riedl juga mengaku stres karena harus mengurung diri di rumah.

"Saya tidak keluar rumah sama sekali, risikonya terlalu besar," ungkapnya.

Selamat jalan coach!