×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Sarjana UGM ini pilih jadi tukang cuci ketimbang jadi pegawai BI

View Image

0

BRILIO » News

Sarjana UGM ini pilih jadi tukang cuci ketimbang jadi pegawai BI

Melihat bisnisnya sudah cenderung stabil, ke depan Agung berencana tak melupakan bidang yang pernah didalaminya di kuliah.

18 / 07 / 2015

Brilio.net - Agung Nugroho Susanto dikenal sebagai owner tempat cuci ternama yang sudah tersebar di nusantara, Simply Fresh Laundry & Wet Cleaning. Tapi tahukah kamu bahwa dia sebenarnya alumnus Fakltas Hukum UGM Yogyakarta?

Bisnis yang jauh dari bidang keilmuannya ini merupakan percobaan ketiganya, setelah lebih dulu mencoba bisnis distro dan konter handphone bersama rekannya sejak kuliah di semester 4 namun berhenti di tengah jalan sebab belum adanya visi dan misi yang jelas. Bisnis baru ini ia modali dari sisa hasil dua bisnis sebelumnya dan dari lembaga peminjaman keuangan untuk pembelian satu unit mesin cuci dan satu unit mesin pengering serta beberapa perlengkapan laundry. Untuk sewa tempat Agung mendapat bantuan dari orangtuanya di Jalan Flamboyan Yogyakarta.

Berjalan kurang lebih satu tahun sudah berdiri tiga cabang. Namun setelah lulus, orangtuanya menginginkan Agung untuk menjadi karyawan dengan gaji yang menjanjikan, bukan berbisnis yang penghasilannya tak tentu.

Tentangan dari orangtuanya hadir, "Sudah sekolah jauh di Jogja dan Sarjana Hukum UGM dengan IPK 3,30 kenapa hanya jadi 'tukang cuci'?" Ditambah di keluarganya tidak ada basic pengusaha, sehingga wajar orangtua tidak yakin akan keputusan menjadi pengusaha.

Setelah lulus, atas permintaan orangtua, Agung mendaftar di Bank Indonesia. Tak disangka jalannya mulus, meskipun sebenarnya Agung tak berniat berkarir di sana. Delapan ribu pendaftar dia singkirkan, Agung telah melewati tahap tahap seleksi dan hampir dipastikan Agung bakal punya penghasilan Rp 15 juta per bulan sebagai karyawan BI, tinggal satu tahap lagi yang harus dilalui. Tapi kemudian Agung memilih melepas kesempatan itu.

Loading...

"Saat itu bisnis yang saya jalankan masih belum stabil, naik turun, namun telah ada bayangan prospek yang cerah. Saya meyakini jika saat bekerja sebagai karyawan BI paling ya kerja maksimal juga ga lebih besar dari 15 juta/bulan, dibanding menjadi pengusaha yang hasilnya bisa tak terbatas. Walau memang saat awal merintis akan adanya ketidakpastian di sana. Namun dengan tekad yang kuat saya yakin bisa jauh lebih berhasil dengan menjadi pengusaha," ungkap pria yang tinggal di Yogyakarta sejak SMP ini pada brilio.net, beberapa waktu lalu.

"Akhirnya ya adalah dengan pembuktian meminta waktu setelah lulus kuliah 1 tahun untuk menunjukkan, dan alhamdulillah ternyata dapat berhasil membuktikan, dari yang tadinya hanya 3 outlet setahun kemudian menjadi sekitar 30 outlet," ungkap pria kelahiran Sumatera ini.

Melihat bisnisnya sudah cenderung stabil, ke depan Agung berencana tak melupakan bidang yang pernah didalaminya di kuliah. "Tetap bidang hukum saya tekuni dengan bersama ayah saya yang juga seorang pengacara dengan membentuk law firm, ini juga sebagai bagian untuk memback up bisnis dari sisi hukum positif."

BACA JUGA:

Misteri tempat yang ditunjuk Patung Pancoran

Innalillahi, ibu dan anak meninggal dalam waktu bersamaan

VIDEO: Kisah kue ibu untuk anakku yang akan membuatmu menangis

VIDEO: Misteri lubang pemakan belasan pohon hanya dalam 30 detik

9 Penjelasan unik tentang mimpi yang pernah kamu alami selama tidur

Santap makanan ini sebelum tidur dipercaya bisa merangsang mimpi indah

Karya-karya luar biasa ini dibuat terilhami mimpi

Bikin anak didik enjoy belajar? Lihat cara Komunitas Saung Mimpi ini







Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    33%

  • Ngakak!

    33%

  • Wow!

    33%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave more