Brilio.net - Tidak ada yang menyangkal kalau kopi merupakan salah satu minuman paling populer di dunia. Iya kan? Aroma dan rasanya yang khas membuat banyak orang begitu menggilai kopi. Hmm...

Biasanya setelah secangkir kopi habis dinikmati, ada ampas kopi di dasar cangkir. Kebanyakan orang akan membuang dengan begitu saja ampas kopi yang ada di dasar cangkir, hal itu nggak berlaku buat Ghidaq Al Nizar (26). Di tangan cowok asli Bandung ini, ampas kopi diubahnya menjadi karya seni yang ciamik abis.

Ghidaq bercerita lebih kurang tiga tahun bergelut di dunia sen ampas kopi. Awal inspirasi Ghidaq membuat karya seni ampas kopi karena pertemuannya dengan pola The Grim, anjing hitam pada seri film Harry Potter, yang terbentuk di dasar cangkir kopinya.

"Saat itu saya sedang bosan bukan main. Menikmati kopi sambil mendengarkan musik sepertinya jadi hal yang paling pas deh.  Hingga akhirnya saya sampai ke dasar cangkir. Saat air kopinya mulai habis, saya menatap dasar cangkir sambil mulut masih menempel di bibir cangkir. Ada pola yang saya lihat, The Grim!!!" kata Ghidaq kepada brilio.net, Senin (12/10).

Cowok kelahiran 9 september 1989 itu kemudian mengambil tusuk gigi dan sehelai tisu untuk menyempurnakan pola si Anjing Hitam yang ada di dasar cangkirnya itu. Sejak saat itu, petualangan Ghidaq dimulai. Dia terus mencoba berkreasi dengan ampas kopi. Dasar Ghidaq gila kopi, ia mencoba memainkan seni ampas kopi dari berbagai jenis kopi.

Loading...

Ghidaq, sulap ampas kopi jadi karya seni yang ciamik

Ampas kopi. Setiap kopi punya tekstur yang berbeda.

Dari situ lulusan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung ini mengerti jika tekstur ampas kopi yang berbeda tiap jenis kopi dapat digunakan untuk karya seni yang berbeda pula. Foto hasil karya seninya yang diunggah di Instagram Coffetopia dan Fanpage Facebook Ghidaq Gallery pun mendapat respon yang sangat tinggi.

Menariknya latar belakang pendidikan Ghidaq tak ada hubungannya dengan seni lukis ataupun seni rupa. Ghidaq adalah lulusan jurusan Sastra Inggris UPI. Ia menganggap jika kemampuan seninya ketika SD hingga SMA tertidur dan baru terbangun saat kuliah. Tapi baginya, dunia sastra yang ia tekuni selama ini sangat berpengaruh terhadap karya seninya saat ini.

Ghidaq, sulap ampas kopi jadi karya seni yang ciamikBanyak peminat. Karya seni ini diapresiasi orang dari penjuru dunia.

"Saya menyukai sastra dan menggemari buku buku cerita anak-anak dan novel-novel fantasi. Semua itu berpengaruh terhadap karya seni saya. Lukisan saya berbicara tentang keluarga, fantasi yang berarti peri-peri, dan makhluk makhluk fantasi lainnya, utopia dan tentang cinta," terangnya.

Apresiasi karya seni Ghidaq tak hanya datang dari dalam negeri saja, melainkan juga datang dari luar negeri. Banyak follower Ghidaq dari luar negeri yang antusias membeli printed edition yang ia tandatangani maupun membeli foto dengan resolusi lebih tinggi untuk dibuat desain kaos maupun desain tato.

Saat ini Ghidaq berencana untuk menggelar solo exhibition agar bisa bertemu langsung dengan para followernya.

Kita tunggu saja ya?