Brilio.net - Baru-baru ini netizen diramaikan dengan kisah Kakek Suaedi yang berkostum Winnie The Pooh di sekitaran Lippo Mall Sidoarjo untuk mencari nafkah. Para netizen merasa iba dengan kisah kakek yang diberitakan hidup sebatangkara tersebut.

Setelah ramai menjadi perbincangan di media sosial, akhirnya Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Sidoarjo mnenjemput kakek tersebut untuk dimintai keterangan agar bisa ditindaklanjuti. Usai dibawa ke Lingkungan Pondok Sosial(Liponsos) Sidoarjo dan dimintai keterangannya pada Minggu (14/6), ternyata banyak temuan baru tentang kehidupan kakek tersebut.

Kakek Suwadi (sebelumnya Suaedi) ternyata berusia 74 tahun. Kakek Suwadi saat ini tercatat sebagai warga Dusun Bulu, kelurahan Sawo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Ia tak hidup sendiri. Ia masih mempunyai istri yang bernama Karsi.

Kakek ini hidup sebatang kara, setiap hari berkostum Winny the Pooh

"Setelah sebelumnya mengaku anaknya, ibu itu akhirnya mengaku sebagai istrinya," ujar Husni Tamrin, Kepala Dinsosnaker seperti dikutip brilio.net dari Suara Surabaya, Senin (15/6).

Loading...

Fakta kakek berkostum Winnie The Pooh, penghasilannya Rp 500 ribu/hari

Selain masih mempunyai istri, ia juga memiliki 5 orang anak yang sudah mandiri. Setiap harinya Kakek Suwadi berangkat dari Mojokerto ke Sidoarjo ditemani istrinya. Kakek Suwadi dan istrinya tak bekerja setiap hari. Ia hanya bekerja empat hari dalam seminggu. Penghasilannya pun tak bisa dibilang sedikit karena dalam sehari bisa mencapai ratusan ribu. "Kalau sudah 500 ribu baru pulang ke Mojokerto lagi," kata Suwadi.

Selama setahun bekerja menjadi badut di Sidoarjo, Kakek Suwadi mengaku sudah bisa membangun rumah di kampungnya yang menghabiskan biaya Rp 70 juta dan dapat membeli sepeda motor Yamaha Vixion dan motor matic.

BACA JUGA:

Mbah Misari, dulu pejuang kemerdekaan, kini jualan sangkar burung

Nasib Mbah Dul, karena buta aksara harus kehilangan kios, tragis!

Imbalan tak seberapa, Mbah Hadi tetap senang menjadi penenun stagen

Kisah Mbah Srilah jaga tradisi membuat stagen dengan alat tenun kayu

Kesetiaan Mbah Yudo ke Keraton, 12 tahun kerja bergaji Rp 15.000/bulan

Mbah Dumiyo, usia 90 tahun tetap semangat jualan 'es jadul'

Usia senja, Mbah Temo semangat jualan peyek demi untung tak seberapa

Kisah Mbah Sugeng, tak mau minta-minta meski tinggal di kos reyot

Cara ibu membahagiakan kamu lebih dari yang kamu sadari

Gigihnya Mbah Kom, 32 tahun jajakan sapu lidi meski tak melihat