Brilio.net - Orang tua adalah panutan bagi setiap anak. Tapi tidak jarang, keretakan hubungan yang terjadi di antara orangtua juga berpengaruh terhadap kondisi psikologi yang dialami oleh anak. Hal itulah yang dirasakan Ardiansyah (23).

Bagi Ardiansyah bukan perkara mudah melihat oragtua bertengkarapalagi sampai bercerai. Ardiansyah mengatakan dia menahan beban psikologis itu sendirian. "Saya merasa seorang diri dan tidak ada satupun yang saya percaya. Saya mengalami depresi saat itu," cerita Ardiansyah kepada brilio.net melalui layanan story telling, Minggu (8/11).

Ya, keretakan hubungan antara ayah dan ibunya membuat Ardiansyah kecewa berat. Pada akhirnya dia melampiaskan rasa marahnya kepada dirinya sendiri. Dia mengurung diri dari kamar, karirnya berantakan dan dia jadi pengangguran. Bahkan dia menjadi anak yang sangat nakal.

Pada suatu hari dia membuka ruang untuk bertemu dengan ibu kandungnya. Segala kegundahan tercurahkan saat bertemu sang ibu. Setelah 20 tahun berlalu baru pertama kalinya dia memiliki dorongan hati untuk terbuka dan menceritakan segalanya pada ibunya, mulai dari kebenciannya hingga pada hal-hal yang membuatnya merasa depresi.

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

"Ibu saya waktu itu langsung memeluk saya, hangat sekali, dan dia menyuruh saya untuk tenang dan mengatakan doanya selalu bersama dengan saya," lanjut karyawan salah satu perusahaan swasta ini.

Berselang tiga hari dari pertemuan dengan ibunya itu, Ardiansyah merasakan terjadi perubahan dalam hidup. Dia merasa segala urusannya mendapatkan kemudahan. Mulanya Ardiansyah ingin melanjutkan studi sarjana, namun karena masalah biaya niat tersebut dia urungkan. Ardiansyah mengaku sempat ditawari pekerjaan sebagai staf tata usaha di sekolah tempat pamannya mengajar. Namun karena kendala jarak dan gaji yang tak seberapa Ardiansyah menolak.

"Ibu saya tahu kalau saya menolak pekerjaan dari paman saya, dia tidak memarahi saya dia hanya berucap bahwa dia akan selalu memdoakan semoga saya mendapatkan pekerjaan," lanjutnya.

Tidak lama berselang, doa dari sang ibu pun terkabul. Ardiansyah  mendapatkan panggilan kerja dari salah satu perusahaan pengolahan karet dengan gaji yang cukup. Ardiansyah menangis haru mengetahui dirinya berhasil diterima kerja. Ardiansyah sangat percaya bahwa keberuntungan yang dia dapat tidak lepas dari doa ibu. "Saya membuktikan sendiri bahwa doa ibu sangat mujarab, jangan pernah sia-siakan ibu kalian." ujarnya.

Berkat doa sang ibu, tidak hanya pekerjaan yang berhasil diperoleh oleh Ardiansyah. Bahkan kini dia telah menemukan jodohnya dan memiliki satu orang putri. Kisah Ardiansyah berhasil membuktikan bahwa doa ibu adalah doa yang mujarab. Bagaimana denganmu? Kamu punya cerita menarik juga?

Cerita ini disampaikan Ocha melalui telepon bebas pulsa Brilio.net di nomor 0-800-1-555-999. Semua orang punya cerita. Ya, siapapun termasuk kamu punya kisah tersembunyi baik cerita sukses, lucu, sedih, inspiratif, misteri, petualangan menyaksikan keindahan alam, ketidakberuntungan, atau perjuangan hidup yang selama ini hanya kamu simpan sendiri. Kamu tentu juga punya cerita menarik untuk dibagikan kepada kami. Telepon kami, bagikan ceritamu!

(brl/ani)