Brilio.net - Zaman sekarang anak muda peduli sesama adalah pemandangan yang langka, tapi tidak berlaku bagi komunitas ini. Yap, Ketimbangngemis namanya.

Lahir di Yogyakarta pada awal tahun 2015, sang pendiri Rizki Pratama Wijaya awalnya lewat Instagram, hanya ingin membantu mempromosikan jualan para mbah-mbah yang masih punya semangat untuk tetap mencari rezeki dengan jualan bukan dengan mengemis.

“Awalnya Mas Rizki itu jalan-jalan di sekitar Kota Jogja, kemudian ada seorang ibu yang masih sehat badannya mengemis. Selang beberapa saat kemudian mas Rizki juga melihat mbah-mbah yang sudah tua renta tapi masih berusaha untuk jualan, bukan mengemis. Nah, dari situ lah ide untuk membantu mereka yang berani untuk tidak mengemis walaupun kondisi fisik seperti sudah tidak memungkinkan," tutur Reza, Ketua Ketimbangngemis Regional Jogjakarta.

Komunitas ini membantu kaum papa yang berjualan. (foto: instagram @ketimbang.ngemis.yogyakarta)

Sampai saat ini, Ketimbangngemis sudah menyebar di tiap daerah di Indonesia, lebih dari 40 kota di Indonesia sudah punya akun sendiri, dan memiliki kepengurusan sendiri.

Komunitas unik ini memang lain daripada yang lain. Uniknya adalah komunitas ini tidak memberikan bantuan langsung kepada mereka yang membutuhkan, tapi komunitas ini lewat slogan nya “media promosi bagi mereka yang berani say no to mengemis” membantu mempromosikan usaha atau jualan mereka-mereka yang secara fisik atau usia sudah seharusnya tidak bekerja lagi tapi masih punya semangat untuk mencari rejeki lewat jualan bukan dengan mengemis.

Membantu menjualkan barang yang mereka jual. (foto: instagram @ketimbang.ngemis.yogyakarta)

“Kita punya kriteria tersendiri untuk orang-orang yang akan kita bantu promosi, antara lain kondisi fisik memang sudah seharusnya bukan untuk bekerja, usia yang seharusnya tidak layak untuk berjualan lagi tapi mereka masih punya semangat untuk tidak mengemis. Tidak hanya orang tua renta, kita juga bantu anak-anak yang seharusnya fokus untuk menimba ilmu tapi mereka juga harus mencari rejeki karena keterbatasan ekonomi," sambung Reza kepada brilio.net, Rabu (4/11).

Tidak hanya sekadar mempromosikan mereka-mereka yang berani say no to mengemis, komunitas Ketimbangngemis juga sesekali mengadakan kegiatan sosial lainnya seperti bakti sosial, bazar baju murah di desa tertinggal, dan bagi-bagi takjil pada bulan puasa lalu.

(brl/swh)

(brl/swh)