×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
 Roti panggang yang terlalu renyah bisa picu kanker, waduh!

View Image

0

BRILIO » News

Roti panggang yang terlalu renyah bisa picu kanker, waduh!

Roti atau kentang yang dipanggang dalam suhu lebih dari 120 derajat celcius mengandung acrylamide.

16 / 11 / 2015

Brilio.net - Apa sarapanmu pagi ini? Bubur, soto atau nasi pecel? Atau bisa juga kamu penggemar roti panggang? Setangkup roti panggang dengan olesan selai dan susu bisa jadi sarapan favorit beberapa orang di dunia.

Namun sekarang kamu patut waspada jika mengonsumsi roti panggang. Maunya kenyang, salah-salah malah bisa bikin kena kanker?

 Roti panggang yang terlalu renyah bisa picu kanker, waduh!

Ya, baru-baru ini Food Standars Agency (FSA) mengeluarkan pernyataan mengejutkan. Menurut penelitian yang mereka lakukan, roti panggang yang terlalu renyah atau yang dipanggang dalam suhu lebih dari 120 derajat celcius, bisa meningkatkan risiko kanker. Hal itu juga berlaku pada kentang panggang.

Dikutip dari dailymail, Senin (16/11), penelitian menunjukkan, roti atau kentang yang dipanggang dalam suhu lebih dari 120 derajat celcius mengandung acrylamide. Acrylamide sendiri merupakan karsinogen yang terbentuk dari reaksi antara asam amino, gula dan air. Zat ini dapat menyebabkan risiko kanker.

Loading...

Namun, FSA tidak begitu saja melarang orang untuk mengonsumsi roti dan kentang panggang. Masyarakat tetap bisa mengonsumsi makanan tersebut asal dimasak dalam suhu sewajarnya. Tingkat kematangan yang baik adalah saat roti dan kentang berwarna keemasan, bukan cokelat yang terlalu renyah.







Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave more