Brilio.net - Kamu pasti sering mendengar tentang budaya Jepang dalam kehidupan sehari-hari, antara lain terbiasa berdisiplin dan bekerja keras. Selain itu juga sering mendengar bahwa rata-rata usia mereka juga lebih lama, untuk wanita bisa mencapai rata-rata 87 tahun, sedangkan pria sampai 81 tahun.

Nah, kok bisa sih, rata-rata usia mereka bisa lebih lama? Selain faktor genetika, ternyata sejumlah faktor yang berkontribusi dalam hal ini. Sebagaimana dilansir brilio.net dari Lifehack, Rabu (16/12), berikut tipsnya buat kamu:

1. Olahraga rutin

Orang Jepang mungkin banyak yang merokok, namun mereka mengimbanginya dengan rutin olahraga setiap hari. Olahraga mereka tidak selalu dengan pergi ke gym atau ikut latihan Zumba, melainkan olahraga ringan rutin yang memang sudah menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari sejak kecil. Misalnya saja menurut data dari World Health Organization (WHO), ada 98% dari anak-anak berjalan atau bersepeda ke sekolah, lho.

Kegiatan pola hidup sehat tersebut berlanjut sampai dewasa dan banyak dilakukan oleh orang dewasa sebagai rutinitas keseharian. Oleh karena itu, obesitas dan masalah terkait kesehatan jarang terjadi di Jepang. Tingkat obesitas nasional Jepang hanya sebesar 3,5%, dibandingkan dengan 30% tingkat obesitas di Amerika Serikat.

Loading...

2. Hobi makan ikan

Pokok dari diet orang Jepang adalah ikan, dan penelitian telah menunjukkan bahwa ada sejumlah manfaat kesehatan dari mengonsumsi ikan secara teratur. Misalnya saja berkurangnya kolesterol, ketimbang mengonsumsi daging merah yang mendatangkan banyak kolesterol. Sebagai informasi daging merah banyak dikonsumsi di negara lain, termasuk Indonesia. Namun begitu, ada pula kekhawatiran terhadap masalah yang timbul dari konsumsi ikan, yakni kandungan merkuri. Tapi tetap saja ada yang bisa mendapatkan ikan segar di sana.

3. Gorengan oke tapi sedikit saja

Meskipun ikan merupakan komponen penting dari kebiasaan makan sehat orang Jepang, ada bagian lain yang penting dari pola pengaturan makan atau diet mereka. Mereka jarang minum susu, melainkan lebih banyak makan sayuran, nasi, dan teh herbal. Sesekali mereka juga makan gorengan seperti tempura, namun tak sesering makan makanan sehat lainnya seperti sayuran dan buah-buahan, pun teh herbal.

4. Tetap aktif setelah pensiun

Saat sebuah studi menyatakan orang Jepang memiliki tingkat stres kerja tinggi, mereka justru mengelak. Mereka beralasan bahwa meskipun stres tinggi, banyak pekerja yang memutuskan pensiun tapi tetap bekerja. Namun bukan berarti mereka membutuhkan uang. Dalam banyak kasus, hal tersebut disebabkan mereka menemukan pekerjaan yang bermanfaat dan menggugah semangat mereka. Usia pensiun cukup rendah di usia 60 tahun, pun data statistik pemerintah menunjukkan bahwa 1 dari 5 orang yang lebih tua dari 65 tahun ternyata masih bekerja.

5. Mendaftar asuransi

Ada banyak pembicaraan tentang bagaimana orang Jepang berhasil hidup begitu lama. Tentu saja jawabannya adalah negara ini memiliki kesehatan universal yang terjangkau untuk semua orang. Memang tidak ada sistem yang sempurna dan tanpa masalah, akan tetapi gaya hidup sehat orang Jepang sebagian besar memang dianggap sebagai gaya hidup positif yang menjaga mereka tetap sehat.

Tak hanya itu, mereka juga sudah sadar untuk mendapat asuransi kesehatan yang tepat. Membuat mereka mempertimbangkan untuk berinvestasi sebanyak mereka mampu untuk memastikan mereka menerima perawatan yang layak melalui asuransi kesehatan.

Usia memang urusan Tuhan, tapi kelima tips di atas dapat menjadi pandangan dan masukan untuk kamu berubah menjalani pola hidup sehat sehingga bisa menyokong umur lebih panjang. Selamat hidup sehat. Kesehatanmu, lho!