Brilio.net - Ponsel sudah jadi salah satu aset penting buat kamu yang punya banyak kegiatan di luar rumah. Ya, mulai dari memotret, mengetik tugas, sampai streaming video atau film favorit. Sayangnya, fungsi-fungsi tersebut masih sering terkendala oleh baterai yang lekas habis. Ya nggak?

Iya kalau kamu punya powerbank, kalau nggak? Kamu harus sibuk cari colokan listrik buat nge-charge ponsel biar tetap hidup. Masalahnya, proses nge-charge baterai ponsel nggak hanya sejam dua jam, kadang malah sepanjang malam pas kamu tidur menunggu pagi. Ponsel pun seringkali harus bolak-balik dicolokkan ke charger.

Tapi semisal nih, kamu lagi terburu-buru karena 30  menit lagi kamu harus ketemu sama dosen, tapi baterai ponsel tinggal 10 persen, pasti dong kamu ingin mengisinya dengan cepat dan optimal? Supaya bisa tepat waktu dan nggak mengganggu kegiatan lain.

Keinginan itu tak mustahil diwujudkan, asalkan kamu memilih metode pengisian daya yang tepat. Berikut ini, seperti dirangkum brilio.net dari Ubergizmo, Sabtu (8/8), empat cara yang bisa dipakai untuk mempercepat charging baterai ponselmu. Cekidot!

1. Matikan ponsel

Loading...

Mematikan ponsel dapat meningkatkan kecepatan pengisian, karena tidak ada energi yang sedang habis atau digunakan pada saat yang sama. Meski ponsel kamu sedang tidak dipakai sama sekali, bila dalam keadaan menyala tetap ada aplikasi-aplikasi yang berjalan di background.

Nah, meskipun kecil, kinerja aplikasi tersebut tetap menyedot daya dan membuat proses pengisian daya melambat. Karena itu cobalah untuk mematikan ponsel. Ketika dimatikan, maka seluruh aplikasi ikut mati. Efeknya membuat seluruh daya yang disalurkan benar-benar masuk dan terkumpul.

Bila kamu tak ingin mematikan ponsel, kamu juga bisa mengaktifkan Airplane Mode. Mode tersebut berguna menghentikan transmisi sinyal seluler dan Wi-Fi yang berperan besar menyedot daya di bateraimu.

Kalau memang tidak sempat mematikan ponsel atau menggunakan Airplane Mode, setidaknya kamu jangan menggunakan aplikasi yang 'haus kekuasaan' seperti video game, download atau aplikasi kamera.

2. Jangan charge via port USB komputer

Output daya dari port USB komputer biasanya berkisar antara 0,1A hingga 0,5A. Ini jauh lebih rendah energinya dibandingkan output menggunakan charger khusus ponsel yang mencapai 2A atau lebih.  

Berarti kecepatan pengisian daya juga akan jadi lebih rendah. Bila kamu sedang terburu-buru, jangan charge ponsel menggunakan port USB komputer. Sebaiknya langsung saja memakai charger bawaan.

Perlu diketahui bahwa port USB di sebagian komputer yang mendukung intrerface USB 3.0 mampu menyalurkan arus sebesar 1A sehingga tetap bisa dipakai untuk mengisi daya ponsel dalam waktu relatif singkat, atau setidaknya sama cepat dengan charger bawaan ponsel. Tapi tetap yang aman adalah dengan menggunakan charger ponsel asli atau charger USB bertenaga tinggi.

3. Pakai kabel USB terbaik

Meksi terkesan sepele, kualitas kabel dapat mempengaruhi kecepatan charge ponsel. Kabel USB murah, biasanya dibuat sangat tipis dan tidak menghantarkan daya yang cukup (aman). Untuk mengurangi biaya produksi, kabel yang dipakai ini mengandung logam berkualitas rendah sehingga tidak bisa menangani listrik berdaya tinggi.

Sebaiknya gunakan kabel USB dari paket pembelian ponsel. Jika tidak tersedia sebagai alternatif, carilah USB kualitas terbaik buatan brand yang sudah kamu percaya.

4. Jangan sentuh ponsel

Selain tidak menggunakan aplikasi berat seperti download aplikasi, memutar video atau bermain game, sebaiknya jangan pakai ponsel saat di-charge. Cobalah untuk menahan hasrat mengecek ponsel kecuali memang ada pesan atau panggilan penting yang masuk.

Alasannya, saat kamu mengecek ponsel maka layarnya akan menyala. Padahal layar merupakan salah satu komponen yang paling menguras daya baterai pada ponsel.

Nah, setelah selesai di-charge dan kamu ingin menghemat baterai? Kamu bisa mengurangi tingkat kecerahan layar gadget kesayanganmu. Selamat mencoba!