Brilio.net - Kebanyakan dari kamu mungkin masih asing mendengar kalimat I La Galigo Asekku (Ila Galigo namaku). Ya, inilah pementasan teater yang mengangkat kerumitan kisah cinta masyarakat Bugis. Pementasan teater persembahan Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin Jabodetabek ini merupakan kisah masyarakat Bugis yang menjadi bagian tak terpisahkan dari Ikon Sureg Galigo.

Menariknya, pada 2011 lalu, Sureg Galigo diakui Unesco sebagai epik mitos terpanjang di dunia, sekaligus sebagai warisan budaya dunia dalam kategori “Memory of The World”. Pentas teater inilah yang disajikan pada 12-13 Mei lalu di Graha Bahakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Muatan isi cerita pentas ini sebenarnya cukup sederhana dengan mengandalkan kekuatan ekspresi para pemain. Kisahnya memuat perjalanan cinta terlarang Sawerigading yang mencintai We Tanri Abeng, saudara kembarnya yang dipisahkan. Cinta tak terbalas itu akhirnya menciptakan kerumitan.

Beberapa waktu lalu, I La Galigo Asekku dipentaskan di Kuala Lumpur Malaysia. Rencananya, Juni mendatang pentas yang sama juga akan digelar di Paris. Tuh keren kan, salah satu budaya Indonesia  makin dikenal dunia.

Loading...