Brilio.net - Membahas mengenai suku dan budaya di Indonesia memang tidak pernah ada habisnya. Setiap provinsi memiliki keunikan dan keanekaragaman. Salah satunya adalah Sumatera Barat. Selama ini kita mungkin hanya tahu suku Minangkabau saja. Tapi di sana juga ada suku Mentawai.

Suku ini memiliki keragaman budaya yang tak kalah dengan daerah lain, termasuk wilayah “ibu” mereka di Sumatera Barat. Tuh lihat saja aneka turuk (tarian) yang bersifat menghibur atau untuk mengungkapkan kegembiraan.

Uniknya, begitu sipaturuk (penari) memakai pakaian lengkap dalam upacara atau ritual-ritual adat seperti pengobatan atau yang disebut lia, hal tersebut akan menjadi magis atau mistis. Dalam proses ini hanya boleh dilakukan oleh seorang sikerei (dukun).

Menurut Hasnah, staf kelembagaan kebudayaan Mentawai, tarian-tarian suku Mentawai lebih banyak menggunakan gerakan tarian alam, seperti meniru gerakan hewan. “Sebagaian penduduk di Mentawai masih berburu. Mereka menari biasanya atas dasar ungkapan kegembiraan dan kebahagiaan atas hasil jerih payah berburu,” ujar Hasna kepada brilio.net.

Mau tahu bagaimana tarian suku Mentawai? Berikut tiga jenis tarian yang kerap dilakukan masyarakat suku Mentawai. Yuk kita lihat

Loading...

1. Turuk Uliat Bilou.

Mentawai © 2016 brilio.net

Tarian ini disebut juga dengan tarian monyet. Menceritakan tentang monyet dan kawanannya yang selalu gembira, bernada ria dan bernyanyi pada saat cuaca cerah.  Dalam tarian ini akan melibatkan dua sampai tiga penari, dibantu tiga pemusik (penabuh gendang).

2. Turuk Uliat Manyang.

Mentawai © 2016 brilio.net

Tari elang mencari ikan. Menceritakan tentang dua ekor burung elang yang saling berebut seekor ikan, timbul perkelahian namun tidak menimbulkan korban. Kedua ekor elang itu saling membagi rata ikan yang ada di hadapan mereka. Tarian ini menyampaikan pesan bahwa perseteruan atau pertengkaran tidak akan menyelesaikan persoalan. Jalan baiknya adalah berdamai.

3. Turuk Pokpok.

Mentawai © 2016 brilio.net

Tarian ini mengungkapkan kegembiraan pada saat adanya pesta atau punen. Umumnya dilakukan kaum wanita atau ibu-ibu dengan cara menepuk-nepuk pinggul sebelah kanan dan kiri sambil kaki dientakkan.