Brilio.net - Sejak 32 tahun lalu, pemerintah Inggris memberikan program beasiswa Chevening (The British Chevening Awards) kepada lulusan sarjana dari Indonesia untuk menempuh pendidikan lanjutan di Inggris. Oh ya, beasiswa Chevening adalah program beasiswa global dari pemerintah Inggris.

Saat ini tercatat sudah ada 46.000 alumni program ini di seluruh dunia. Nah dari jumlah itu, 1.400 orang dari Indonesia yang tersebar di 34 provinsi. Nah baru-baru ini, mereka kumpul bareng di Jakarta untuk mendirikan Asosiasi Alumni Chevening Indonesia.

Hal ini pun mendapat sambutan hangat dari pemerintah Inggris melalui Kedutaan Besarnya di Jakarta. "Ini adalah sebuah perayaan yang luar biasa. Saya senang sekali menyaksikan berdirinya asosiasi alumni chevening Indonesia," ujar Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik di Hotel Le Meridien, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut Malik, asosiasi ini menjadi tempat bagi para alumni menjalin hubungan baik mereka setelah menyelesaikan studi di Inggris. Selain itu para alumni ini juga menjadi pusat jaringan bagi hubungan pemerintah Inggris dan Indonesia ke depan.

chevening Inggris © 2017 brilio.netDuta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik (brilio.net/Yani Andryansjah)

Loading...

"Selalu menyenangkan bagi saya bertemu alumni Inggris dan bagaimana kontribusi mereka sebagai agen perubahan bagi kemajuan Indonesia," kata Malik.

Oh ya, tahun ini ada 3.239 aplikasi yang diterima pemerintah Inggris untuk program Chevening. Ini menjadi bukti Inggris punya daya tarik luar biasa ya. Hanya saja, pemerintah Inggris hanya memberikan 83 beasiswa untuk Indonesia dan Timor Leste. Jumlah ini lebih banyak dibanding tahun lalu, yang hanya ada 67 beasiswa Chevening yang diberikan kepada sarjana Indonesia.

"Tahun lalu kami meningkatkan program ini tiga kali lipat. Ini menjadi program terbesar ke-4 yang ditawarkan. Kami juga berkomitmen mendukung pembangunan Indonesia," sambung Malik.

Menurut Malik, Indonesia punya potensi yang sangat besar tapi butuh investasi di bidang sumber daya manusia. Yang jelas, program ini ingin mengajak anak muda Indonesia yang cerdas untuk membuka mata agar bisa mengembangkan kemampuan dan potensi mereka.