Brilio.net - Masker menjadi barang langka semenjak virus corona mewabah di dunia. Benda ini diperebutkan dimana-mana untuk melindungi diri dari paparan Covid-19. Bahkan beberapa waktu yang lalu di Indonesia, sempat terjadi kelangkaan masker dan mengakibatkan melonjaknya harga masker. Hal ini tentu mengkhawatirkan, terlebih untuk para tenaga medis.

Masker medis yang kerap kita temukan di apotek menjadi kebutuhan penting bagi petugas kesehatan yang menangani Covid-19. Jika benda tersebut langka, tentu akan membuat para dokter dan perawat menjadi kewalahan dalam menangani pasien. Maka dari itu, banyak anjuran agar masyarakat tidak melakukan punic buying alias memborong masker agar para tenaga kesehatan bisa menangani pasien Covid-19 dengan aman.

Bahkan seorang ahli epidemiologi dan ahli statistik di Tianjin China, Elaine Shuo Feng, mengamati, selama wabah virus Corona di China, banyak masyarakat yang menggunakan masker. Namun berbeda ketika ia kembali ke Inggris saat masa awal corona mewabah disana, justru Feng melihat pemandangan yang berbeda.

"Ketika wabah mulai di sini, saya tidak menemukan siapa pun, atau jarang seseorang mengenakan masker. Kadang-kadang ketika orang Asia memakai masker wajah di sini mereka memiliki beberapa masalah, seperti dikritik atau distigmatisasi, " kata dia.

Kondisi seperti in juga sempat menimbulkan banyak perdebatan mengenai efektivitas penggunaan masker. Karena sempat beredar juga anjuran agar masker hanya digunakan oleh orang yang sakit saja. Maka pahami yuk seberapa besar pengaruh masker selama wabah corona menurut para ahli. Berikut ulasan brilio.net pada Kamis (2/4) dari businessinsider.sg.

Loading...

Efektifitas masker © 2020 brilio.net

foto: unsplash.com

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), tidak merekomendasikan mengenai penggunaan masker untuk masyarakat umum. Hal ini disampaikan sejak mewabahnya virus corona yang bermula dari Wuhan, China. Ahli bedah umum AS, Jerome Adams juga mengingatkan masyarakat mengenai seberapa penting pengaruh masker terutama bagi petugas medis.

"Serius, tolong berhenti membeli masker. Masker tidak efektif dalam menghindarkan masyarakat dari virus corona, tetapi jika penyedia layanan kesehatan tidak bisa membuat mereka merawat pasien yang sakit, itu membuat mereka dan masyarakat kita dalam risiko!," tegur Adams melalui Twitternya pada (29/2) lalu.

Seorang profesor epidemiologi dan peneliti masker di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hong Kong, Ben Cowling, sudah melakukan penelitian yang cukup pada masker, untuk mengetahui bahwa itu bukan alat kesehatan masyarakat yang sempurna, terutama karena orang sering tidak memakainya dengan benar.

"Orang yang menggunakan masker itu bukan berarti mencegah semua orang dari infeksi. Namun itu akan sedikit memperlambat penyebarannya," ujar Cowling.

Dan perlu dipahami bahwa masker tidak begitu efektif untuk menangkal virus seperti influenza. Di sisi lain, masyarakat juga harus memahami bagaimana penggunaan masker yang tepat. Sehingga bisa dengan begitu bisa memaksimalkan fungsi masker untuk pencegahan.

"Jika kamu tidak memakai masker dengan benar, terutama di lingkungan yang memiliki resiko penularan virus yang tinggi, maka kondisi itulah yang membuat masker menjadi tidak efektif," ujar Cowling.

Efektifitas masker © 2020 brilio.net

foto: unsplash.com

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menambahkan bahwa tidak ada orang yang perlu menggunakan masker, kecuali mereka yang sakit atau mereka yang perlu merawat orang sakit.

"Dan saat ini orang-orang yang paling berisiko dari virus ini adalah petugas kesehatan garis depan yang terpapar virus setiap detik setiap hari," ujar Direktur eksekutif WHO untuk kedaruratan kesehatan, Mike Ryan.

Penelitian mengenai virus corona ini masih terus dilakukan, namun para ilmuwan telah memperkirakan bahwa sekitar setengah dari orang yang mendapatkan Covid-19 dapat menularkan virus ke orang lain sebelum mereka menunjukkan gejala. Maka hal ini yang perlu diwaspadai oleh masyarakat.

Meski begitu, masker masih bisa membantu terutama untuk mereka yang harus bekerja di luar. Apalagi bagi mereka yang memiliki resiko tinggi seperti orang yang lanjut usia atau yang sudah memiliki penyakit tertentu.

"Terutama orang-orang yang harus melalui daerah padat seperti kereta bawah tanah dan sistem angkutan umum. Mengenakan masker bagi mereka bisa sangat berguna," kata Cowling.

Penggunaan masker tidak bisa mencegah wabah secara langsung. Namun para ahli mengatakan masker bisa dianggap sebagai salah satu strategi yang bisa dilakukan masyarakat selama wabah virus corona ini. Dan sekali lagi yang perlu diingat adalah, jika kita memakai masker dengan cara yang tidak tepat juga akan membuat fungsinya menjadi tidak maksimal.