Brilio.net - Perkembangan pandemi virus corona Covid-19 di Indonesia semakin tinggi. Berdasarkan data yang dihimpun hingga Kamis (16/4) pukul 12.00 WIB, terjadi penambahan 380 kasus Covid-19 di Tanah Air. Dengan begitu, kasus pasien positif Covid-19 mencapai 5.516 kasus, sejak kasus ini muncul pada 2 Maret 2020 lalu.

Meningkatnya angka pasien yang terinfeksi, masyarakat terus melakukan upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus tersebut. Selain itu, pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan mulai dari diri sendiri dengan rajin mencuci tangan.

Salah satu kebiasaan sehat yang harus kita lakukan sehari-hari untuk mencegah datangnya sejumlah penyakit adalah mencuci tangan. Salah satu hal yang biasa digunakan adalah sabun antiseptik untuk menghilangkan kuman sepenuhnya.

Saat membersihkan diri, penggunaan sabun antiseptik perlu demi membantu membunuh kuman yang ada pada permukaan tangan.

Ketua Departemen Laboratorium Mikrobiologi FKUI, dr Anis Kurniawati, Sp.MK mengatakan, di saat data efektivitas terhadap SARS-CoV-2 masih terbatas, penggunaan antiseptik dengan aktivitas mikrobisidal yang berspektrum luas, seperti contohnya Povidone-Iodine dapat mendukung dalam mencegah penyebaran infeksi saat wabah Covid-19.

Loading...

Hal serupa juga disampaikan oleh Educator & Trainer Mundipharma, dr. Mery Sulastri, mengatakan ”The Association for Professionals in Infection Control and Epidemiology (APIC) dan The US Centers for Disease Control (CDC) merekomendasikan penggunaan sabun antiseptik untuk membunuh dan menghambat pertumbuhan organisme dan mengurangi jumlah mikroba lebih lanjut.

Salah satu antiseptik, Povidone-Iodine (PVP-I), terbukti secara klinis memiliki spektrum luas terhadap virus, bakteri, dan kuman pathogen termasuk SARS-COV dan MERS-COV.

Dalam riset secara in vitro menunjukkan indikasi bahwa PVP-I skin cleanser 7,5% dan PVP-I Gargle and Mouthwash 1% efektif melawan SARS COV, dan MERS CoV.

Melihat penelitian secara in vitro yang telah terbukti dari PVP-I, menurutnya, metode tersebut efektif untuk mencegah pertumbuhan dan penyebaran virus dari udara/tetesan yang mengandung virus dari hidung dan mulut orang yang terinfeksi. Metode tersebut juga berpotensi dapat mengurangi viral load Covid-19 pada hidung, nasofaring dan orofaring dengan demikian dapat membantu mengurangi infektivitas individu yang terinfeksi di komunitas dan membantu memutus pandemi Covid-19.

"Selain itu sebuah RS di UK juga telah menggunakan Povidone – Iodine selama pandemi Covid-19 untuk melindungi petugas kesehatan dan mengurangi infeksi silang,” ungkap Dr Mery dikutip dari siaran persnya.

Lebih lanjut, Dr Mery menjelaskan, dari riset tersebut menunjukkan jika infeksi virus seperti coronavirus (hCOV, SARS-COV, dan MERS-COV) dapat dicegah dengan menjaga kebersihan diri dengan cara :

a. Menjaga kebersihan tangan dengan mencuci menggunakan sabun antiseptik yang mengandung povidone iodine dan atau dengan hand sanitizer yang mengandung alkohol 70%,

b. Menjaga kebersihan saluran pernapasan salah satunya menggunakan preparat alami dengan kandungan iota caragenan yang memiliki efek antivirus,

c. Menjaga kebersihan rongga mulut dan tenggorokan dengan berkumur ( gargle ) menggunakan obat kumur antiseptik yang mengandung povidone iodine.

”Hidung adalah salah satu jalur utama masuknya penyebab Covid-19 oleh karena itu kebersihan saluran pernapasan sangat penting. Untuk kebersihan saluran pernapasan, sebuah riset menunjukkan jika Iota Carrageenan memberikan efek antivirus terhadap sejumlah besar virus yang menyebabkan penyakit penapasan termasuk common cold dan influenza, termasuk human coronavirus.,” tambah Dr Mery.

“Dengan edukasi ini, kami optimis tenaga kesehatan akan dapat menjalankan tugasnya dengan lebih baik dan membawa Indonesia cepat terbebas dari Covid-19, tutup Ibu Mada Shinta Dewi.

Sementara itu, Mundipharma Indonesia mendukung ADINKES untuk mengadakan edukasi secara online dalam 2 topik terkait pencegahan dan penanganan Covid-19 dengan antiseptik bagi seluruh anggota ADINKES yaitu Dinas Kesehatan dan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Kesehatan dari 34 Provinsi dan 514 Kab/Kota, di Indonesia.

Ketua Umum ADINKES, dr. Krishnajaya, MS mengatakan, Asosiasi Dinas Kesehatan senantiasa mendukung pemerintah dalam pengembangan upaya kesehatan masyarakat, perorangan dan pemberdayaan masyarakat terutama pelayanan primer.

"Untuk itu, kapabilitas Dinas Kesehatan beserta Unit Pelaksana Teknis Daerah harus terus dikembangkan. Salah satunya melalui edukasi. Dan kali ini, melihat Indonesia sedang berjuang melawan Covid-19, maka edukasi fokus pada Penguatan Manajemen Response Pandemi Covid-19," pungkasnya.