Brilio.net - Kanker merupakan momok bagi siapa saja. Penyakit ini ada banyak sekali jenisnya, mulai dari kanker serviks, kanker payudara, kanker mulut, dan masih banyak lagi. Hingga kini, belum diketahui secara pasti obat akurat untuk menyembuhkan penyakit ini. Namun biasanya dokter memberi obat pereda sakit dan juga kemoterapi.

Saat pandemi covid-19 seperti sekarang, tentu memberi imbas kepada pasien kanker. Di satu sisi harus terus melakukan perawatan, tapi di sisi lain ada virus bahaya yang menyerang sistem imun, di mana bagi pasien penderita kanker sistem imunnya sangat lemah.

Namun, kini tak perlu khawatir lagi, khusus pasien kanker payudara, Pfizer Indonesia bekerjasama dengan Halodoc dan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) meluncurkan Asa Dara. Layanan ini dimaksudkan sebagai program bantuan pasien unik berbasis digital yang diperkenalkan untuk membantu pasien kanker payudara mendapatkan akses terapi yang dibutuhkan para pasien.

Asa Dara memberikan layanan yang nyaman bagi pasien untuk dapat mengakses program bantuan pasien melalui platform ekosistem kesehatan digital yang dikelola oleh Halodoc dan YKI. Melalui program ini, setelah pasien berkonsultasi dengan dokter ahli kanker atau spesialis dan mendapatkan resep terapi kanker payudara Pfizer, pasien akan memiliki akses mendapatkan keringanan dalam membeli obat dan layanan antar dari apotik resmi ke rumah pasien. Dengan begitu, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan membeli dan kepatuhan pengobatan pasien.

Asa dara © 2020 brilio.net

Loading...

President Director PT Pfizer Indonesia Anil Argilla menjelaskan, pihaknya menggunakan pendekatan layanan pasien yang inovatif termasuk program membantu pasien dalam mendapatkan obat-obatan yang dibutuhkan sejalan dengan tujuan untuk menghadirkan terobosan terbaru yang dapat meningkatkan kualitas hidup pasien.

“Kami menjajaki peluang kerjasama ini sejak akhir tahun lalu dan program ini semakin relevan pada saat kita beraktivitas di lingkungan baru dengan mobilitas terbatas karena ancaman global pandemi Covid-19. Kerjasama kami bersama YKI dan Halodoc mencerminkan komitmen bersama kami bagi pasien yan akan berlanjut di masa depan dalam rangka mendukung sistem kesehatan Indonesia guna memberikan solusi perawatan kesehatan inovatif melalui teknologi digital,” katanya dalam acara peluncuran yang dilakukan secara virtual baru-baru ini.

Anil memahami bahwa masih banyak hal yang masih perlu dilakukan, yakni dalam memberikan informasi yang komprehensif dan kredibel untuk pasien penderita kanker payudara, termasuk mereka yang menderita kanker payudara metastatik HR+ dan penyakit HER 2-.

Sebagai catatan, Penyakit Hormone receptor-positive (HR+), human epidermal growth factor receptor 2-negative (HER2-) adalah subtipe kanker payudara yang paling umum, mewakili sekitar 73% dari semua kasus, diikuti dengan HER2+ dan kanker payudara triple negative.

“Rencana selanjutnya dari kerja sama kami adalah bagaimana mengembangkan program ini lebih lanjut dengan program pendidikan pasien, sehingga dapat memberikan manfaat kepada komunitas pasien yang lebih luas di Indonesia,” tambah Anil.

Sementara itu, CEO of Halodoc Jonathan Sudharta mengatakan kemitraan dengan Pfizer dan YKI untuk ASA DARA menciptakan manfaat yang unik bagi pasien kanker payudara dan akan semakin memperkuat ekosistem kesehatan digital di Indonesia. Dia berharap manfaat yang diciptakan dari kerja sama ini dapat mengatasi tantangan yang dihadapi pasien Indonesia dalam hal akses terhadap terapi inovatif, dengan memberikan mereka layanan yang lebih sederhana dan nyaman.

Senada, Ketua Umum YKI Prof. Dr. dr. Aru Sudoyo, SpPD KHOM, FINASIM, FACP. menyebut pihaknya mendukung program bantuan pasien Asa Dara sebagai terobosan baru dan inovatif dalam memfasilitasi akses yang lebih luas bagi pasien kanker payudara di seluruh Indonesia untuk mendapatkan obat yang dibutuhkan,” ujar Ketua Umum YKI Prof. Dr. dr. Aru Sudoyo, SpPD.

“Peran kami adalah memastikan bahwa hanya pasien yang direkomendasikan oleh ahli onkologi dan telah memenuhi persyaratan administrasi program Asa Dara yang berhak mendapatkan akses program ini,” kata Aru.

Aru menjelaskan persyaratan administrasi yang harus dipenuhi oleh pasien kanker payudara untuk mendapatkan akses Asa Dara antara lain KTP, resep yang disertai cap resmi dokter onkologi, serta formulir Asa Dara yang telah diisi kepada Halodoc untuk dilakukan verifikasi oleh YKI.

Kanker payudara adalah salah satu bentuk kanker paling umum di dunia. Menurut studi Globocan tahun 2018, penyakit ini menempati urutan pertama dalam kasus kanker yang dilaporkan di Indonesia dengan angka 58.256 kasus baru pada 2018 dan menempati urutan kedua sebagai penyebab kematian kanker dengan angka 22.692 kasus setelah kanker paru-paru.

Kanker payudara adalah kanker invasif yang paling umum pada wanita. Lebih dari 2 juta wanita terkena dampak setiap tahunnya.