Brilio.net - Proning atau prone position menjadi salah satu teknik yang banyak dianjurkan dalam penanganan pasien Covid-19. Proning dapat meningkatkan kadar oksigen, baik yang dirawat di rumah sakit atau isolasi mandiri.

Dilansir brilio.net dari Indian Express, Senin (5/7), proning atau posisi tengkurap adalah teknik yang diakui secara medis dan dipromosikan oleh Kementerian Kesehatan India dalam sebuah pedoman melakukan proning.

Proning merupakan teknik yang membuat posisi pasien berbaring tengkurap untuk meningkatkan kadar oksigennya. Proning memiliki manfaat yang dapat langsung dirasakan dalam menaikkan kadar oksigen.

Teknik pernapasan ini disarankan untuk pasien Covid-19 sehingga tidak memerlukan dukungan oksigen tambahan.

Kegunaan proning untuk pasien Covid-19 © Indian Express

foto: Indian Express

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan mengenai teknik proning.

1. Posisi proning.

Pasien dibaringkan tengkurap menggunakan bantal. Lalu pasien berbaring di sisi kanan, sisi kiri, duduk dengan posisi membentuk sudut 60-90 derajat, kemudian kembali pada posisi tengkurap.

Secara medis dokter menyarankan agar pasien tetap tengkurap minimal 30 menit dan maksimal 2 jam.

"Ini membantu meningkatkan ventilasi ke paru-paru dan kadar oksigen mulai membaik," jelas Dr Surendra Gupta, seorang dokter yang berbasis di Ludhiana, India, seperti dilansir brilio.net dari laman Indian Express. 

2. Meningkatkan kadar oksigen.

Jika saturasi oksigen (Sp02) turun di bawah 94, proning yang dilakukan dengan waktu yang tepat dan mempertahankan ventilasi dengan baik, dapat menyelamatkan nyawa.

Proning meningkatkan ventilasi ke paru-paru, dan menjaga unit alveoli (struktur berbentuk balon kecil yang merupakan lorong terkecil dalam sistem pernapasan) terbuka, sehingga memudahkan pernapasan.

3. Yang dibutuhkan untuk proning.

Yang dibutuhkan untuk melakukan proning adalah 4-5 bantal. Satu bantal diletakkan di bawah leher, 1-2 bantal di bawah dada melalui paha atas, dan 2 bantal di bawah tulang kering.

Seorang pasien harus berbaring tengkurap, sisi kanan dan kiri secara bergantian. Namun, para ahli menyarankan bahwa setidaknya 30 menit harus dihabiskan di setiap posisi tengkurap untuk hasil terbaik.

4. Yang tidak boleh melakukan proning.

Proning tidak boleh dilakukan selama masa kehamilan, atau oleh pasien yang memiliki trombosis vena dalam (diobati dalam waktu kurang dari 48 jam). Pasien dengan kondisi jantung berat, tulang paha yang tidak stabil atau patah tulang panggul harus menghindari proning.

5. Anjuran dan larangan dalam proning.

Hindari tengkurap selama satu jam setelah makan. Seseorang harus tetap dalam satu posisi selama waktu yang dapat ditoleransi oleh mereka.

Bantal dapat disesuaikan sedikit untuk mengubah area tekanan dan kenyamanan. Ruangan tempat pasien berbaring harus berventilasi baik.

Seseorang tidak boleh mengabaikan luka tekanan cedera. Kementerian Kesehatan India juga mengatakan bahwa seseorang mungkin bisa tengkurap hingga 16 jam sehari dalam beberapa siklus selama merasa nyaman.

6. Cara lain untuk meningkatkan kadar oksigen.

Untuk menaikkan kadar oksigen saat melakukan isolasi mandiri di rumah, seseorang dapat bernapas dalam-dalam, pranayama yoga, akses yang cukup ke udara segar, tetap terhidrasi, makan makanan kaya zat besi serta olahraga ringan.

(brl/red)

(brl/red)