Brilio.net - Kematian Adam Fabumi menjadi kabar duka bagi khalayak Indonesia. Bayi dari pasangan Ludi dan Ratih ini menghembuskan nafas pada Rabu, (22/11). Adam yang baru berusia 7 bulan meninggal dua hari setelah grup vocal RAN menciptakan lagu khusus buatnya. Publik pun ikut berduka, tak terkecuali kalangan selebriti papan atas Tanah Air. Mereka mengucapkan bela sungkawa di media sosial, seperti Mona Ratuliu, Yura Yunita, Tantri, Tya Aristya, dan lainnya.

Adam meninggal akibat serangan penyakit langka. Ia pengidap sindrom Patau, juga dikenal dengan trisomy 13 atau dandy walker syndrome. Selain itu ada beberapa penyakit lain seperti jantung bocor. Dokter menyatakan bahwa usia Adam tidak akan lama. Benar saja sindrom Patau tak bisa dilawan lagi. Seperti apa sih sindrom patau tersebut? Yuk simak informasinya di bawah ini dilansir brilio.net dari nhs.co.uk, Kamis (23/11).

1. Pengidap sindrome Patau memiliki tiga salinan kromosom 13.

Orang yang normal memiliki 23 pasang kromosom. Namun pengidap sindrome Patau memilki 3 salinan pada kromosom ke 13.

Loading...

2. Berat yang ringan.

Bayi pengidap sindrom ini biasanya bergerak lambat di kandungan. Ketika lahir, beratnya lebih ringan dari bayi pada umumnya.

3. Menimpa 1 dari setiap 5.000 kelahiran.

 

#ootd dari tante suster boleh uga nih.. sticker sama baju dibikin matching biruu birruuuww

A post shared by Adam Fabumi Kamaludin (@adamfabumi) on

Penyakit ini tergolong sangat langka. Dari setiap 5000 kelahiran di dunia, hanya ada satu bayi yang mengalami sindrom ini.

4. Pengidap sindrom bisa meninggal setelah lahir.

Sindorm ini sungguh mematikan. Sekitar 9 dari 10 bayi pengidap sindrome ini langsung meninggal setelah lahir.

5. Bukan penyakit bawaan.

Sindrom ini diidap bukan karena turunan penyakit dari orangtua. Sindrom ini tumbuh dari kesalahan pembelahan sel ketika sperma dan sel telur bertemu.

6. Sindrome dapat dideteksi sejak dalam kandungan.

Janin yang mengidap sindrom ini dapat diketahui sejak dalam kandungan. Ibu bisa mengecekkan kandungannya saat minggu ke-10 dan 14 masa kehamilan untuk mengetahui apakah bayinya mengidap sindorm Patau.

7. Tes genetik untuk tindakan pencegahan.

Bagi orang tua yang anaknya pernah mengidap sindrom ini, baiknya melakukan tes genetik. Hal ini bermanfaat untuk merencanakan kehamilan berikutnya agar berjalan normal.