Brilio.net - Papua merupakan salah satu wilayah bagian timur Indonesia yang memiliki keeksotisan alam dan budaya yang luar biasa. Sayangnya, masih banyak daerah-daerah di bagian Papua yang sulit dieksplor karena akses yang sulit. Apalagi banyak rute pesawat sangat jarang sekali ada.

Salah satu daerah Papua yang sulit dijangkau karena hanya sedikit rute pesawat menuju tempat tersebut adalah Kabupaten Kaimana di bagian Papua Barat. Kabupaten Kaimana memiliki potensi dalam bidang pariwisata yang mampu bersaing dengan kabupaten lainnya dalam lingkup wilayah Pulau Papua.

Banyak objek wisata di Kaimana yang sudah mendapat perhatian oleh wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Terkenalnya nama Kabupaten Kaimana tidak terlepas dari salah satu peran primadona wisata Kaimana bernama Teluk Triton yang telah dikenal oleh dunia internasional khususnya penggemar wisata bahari.

Bagi kamu yang akan berkunjung ke wilayah Papua Barat, ada baiknya memasukkan Kabupaten Kaimana ke daftar kunjunganmu. Karena di sana kamu bisa menikmati berbagai wisata, baik wisata alam, sejarah maupun budaya.

Kabupaten Kaimana dikenal dengan julukannya sebagai Kota Senja. Banyak alasan yang melatarbelakangi julukan tersebut, salah satunya adalah senjanya yang begitu indah dan mungkin jarang dijumpai di wilayah mana pun. Mengagumi ciptaan Tuhan yang ada di Kaimana inilah yang membuat Alm. Alfian menuangkan kekagumannya dalam sebuah lagu yang berjudul Senja di Kaimana dan populer di era tahun 1970-an.

Melihat banyaknya potensi wisata yang bisa dijamah oleh wisatawan asing dan mancanegara, sayang sekali kalau hanya sedikit rute penerbangan ke daerah tersebut. Demi membantu pengembangan sektor Pariwisata di daerah tersebut, salah satu maskapai terbaik di Indonesia membuka rute baru penerbangan menuju Kabupaten Kaimana, Papua Barat dari Ambon.

General Manager Garuda Indonesia Kantor Cabang Manokwari Sapto Hariadi yang juga didampingi Manajer Sales dan Marketing Garuda Indonesia cabang Ambon Agny Gallus Pratama mengatakan rute baru ini akan melayani penerbangan Ambon-Kaimana-Manokwari dan Ambon-Kaimana-Nabire.

"Pesawat yang melayani rute penerbangan ini jenis ATR-600 dengan kapasitas penumpang 70 orang," kata Sapto melalui siaran pers, Kamis (13/4).

Dia menjelaskan, pengembangan rute penerbangan maskapai Garuda Indonesia dilakukan sesuai kesiapan atau kondisi bandar udara di setiap daerah. Terkait pembukaan rute Kaimana pihaknya sudah melakukan survei untuk mengetahui visibility serta kelayakan bandara di daerah tersebut.

Selain itu, terkait program pariwisata dilakukan sesuai spot-spot atau titik pariwisata. Sehingga koordinasi pun dilakukan dengan instansi terkait yang mengelola program pariwisata.

"Di Papua Barat bandara cukup banyak, tapi belum tentu seluruhnya layak untuk pesawat landing. Untuk Kaimana sudah sangat layak karena potensi pariwisatanya,” tandasnya.