Brilio.net - Banyak orang sangat menikmati aneka hidangan lezat yang diolah dari ayam. Hal ini diyakini bahwa ayam merupakan sumber protein terbaik bagi tubuh manusia. Tapi bagaimana jika ada keuntungan lain yang bisa kamu dapatkan dari hewan bertelur ini?

Siap-siap kaget ya. Pasalnya menurut sebuah studi yang dilakukan para ilmuwan dari Ethopia dan Swedia telah mengklaim bahwa bau dari ayam dapat membantu melindungi manusia dari serangan nyamuk malaria. Wah, kok bisa ya?

Dikutip brilio.net dari Times of India, Rabu (27/7), para ilmuwan menemukan bahwa nyamuk menyukai bau manusia tapi cenderung menghindari bau ayam dan burung lainnya. Inilah alasannya mengapa manusia bisa terhindar dari penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk.

BACA JUGA: Kamu kurang kerjaan, mungkin kamu pernah ngalamin 1 dari 12 foto ini

Para peneliti di Swedish University of Agricultural Sciences and Addis Ababa University, Ethiopia menemukan bahwa nyamuk malaria, menghindari ayam ketika mencari makan. Hal ini menunjukkan bahwa tak seperti manusia, sapi, kambing dan domba, ayam adalah spesies yang bukan favorit nyamuk.

Loading...

"Kami terkejut menemukan bahwa nyamuk malaria menolak bau yang dikeluarkan ayam. Studi ini menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa nyamuk malaria secara aktif menghindari spesies hewan tertentu untuk makan," ujar penulis studi, Rickard Ignell.

Nyamuk menggunakan indra penciuman mereka untuk menemukan mangsanya. Landasan inilah yang digunakan oleh para ilmuwan untuk melakukan penelitian lebih lanjut. Para peneliti mengumpulkan rambut, wol dan bulu dari spesies tertentu untuk menganalisis senyawa bau yang dipancarkan.

Peneliti juga mengidentifikasi senyawa tertentu yang hanya ada di bulu ayam untuk menguji kemampuan mengusir nyamuk, lalu membuat perangkap. Ada empat senyawa, yaitu naftalena, isobutyl butyrate, trans-limonene dan hexadecane disebut sebagai senyawa tertentu pada ayam. Senyawa inilah yang diyakini menjadi alasan di balik nyamuk ogah untuk mendekati ayam.

Lebih lanjut, para peneliti membuat perangkap di 11 rumah jerami selama 11 hari. Di setiap rumah, seorang relawan tunggal berusia 27-36 tahun tidur di bawah kelambu tanpa lotion anti nyamuk.

Hasilnya diketahui bahwa secara signifikan lebih sedikit nyamuk tertangkap dalam perangkap berumpan senyawa ayam. Meletakkan kandang ayam di sebelah perangkap juga memiliki efek ampuh untuk membuat nyamuk mendekat.

Nah, lewat metode ini bisa dijadikan salah satu cara untuk mengendalikan malaria. Mengingat menurut WHO, sekitar 3,2 miliar orang berisiko terjangkit malaria.