Brilio.net - Perawatan kulit memang banyak ragamnya, mulai dari yang natural hingga di klinik kecantikan. Namun, kamu tahu nggak kalau ternyata banyak mitos yang berkembang seputar kulit yang telanjur dipercayai banyak orang? Padahal ada banyak mitos tentang kulit yang entah dari mana berhembus dan nggak diketahui persis kebenarannya.

Semakin banyak membaca tentang perawatan kulit, kamu semakin yakin kalau mitos yang berkembang ternyata salah. Meskipun mitos-mitos itu terlanjur dipercayai banyak orang, nggak ada salahnya kamu mulai untuk berhenti percayai.

Nah, pengen tahu apa saja? Yuk, simak sembilan mitos tentang kulit yang nggak perlu kamu percayai lagi, sebagaimana brilio.net lansir dari Gurl, Senin (24/4).

1. Pori-pori yang membuka dan menutup.

mitos tentang kulit  © 2017 berbagai sumber

Loading...

foto: birchbox.com

Kamu pasti sering dong melakukan facial di salon? Nah, biasanya ada tuh satu step di mana wajah diuapin agar pori-pori terbuka lalu komedo mudah untuk dihilangkan. Dan selanjutnya menggunakan es untuk menutup kembali pori-pori. Pori-pori itu bukan pintu yang bisa membuka dan menutup, lho. Tujuan wajah diuapin adalah untuk melembutkan kulit sehingga pori-pori mudah dibersihkan.

2. Mengalami breakout setelah pakai produk untuk jerawat dianggap wajar.

mitos tentang kulit  © 2017 berbagai sumber

foto: bunbunmakeuptips.com

Kamu pasti tahu dong, ada produk-produk tertentu yang ketika digunakan akan menimbulkan breakout pada kulit. Banyak dari kamu yang percaya kalau setelah kulit mengalami breakout maka kulit akan menjadi lebih baik. Padahal nyatanya nggak seperti itu. Simpelnya, jika kamu sedang nggak menggunakan produk tersebut dan kulit wajah malah breakout, kamu harus segera berhenti menggunakan produk itu.

3. Orang berkulit gelap nggak butuh tabir surya.

mitos tentang kulit  © 2017 berbagai sumber

foto: popcrush.com

Banyak yang berpikir kalau orang dengan kulit gelap nggak perlu pakai tabir surya. Mereka menganggap orang berkulit gelap sudah banyak memproduksi melanin yang melindungi dari sinar matahari. Padahal kenyataannya nggak seperti itu. Meskipun banyak melanin, sinar matahari juga tetap bisa menyebabkan kerusakan seperti hiperpigmentasi, bintik matahari, keriput, kulit kasar, sengatan matahari dan bahkan kanker kulit.

4. Makeup menyumbat pori-pori.

mitos tentang kulit  © 2017 berbagai sumber

foto: windmill-resort.com

Nggak ada satu bahan pun dalam setiap produk makeup yang bisa menyumbat pori-pori. Pori-pori bisa tersumbat kalau kamu tidur dengan kondisi makeup masih ada di wajah. Dan beberapa orang, ada yang memang sensitif terhadap bahan tertentu yang ada di dalam produk makeup.

5. Produk perawatan kulit berbahan alami lebih baik.

mitos tentang kulit  © 2017 berbagai sumber

foto: activeskin.com.au

Memang benar kalau memiliki pola makan sehat bisa membuat kulit yang menakjubkan. Namun bukan berarti segala produk perawatan kulit yang bersifat alami lebih baik. Misalnya ditulis ekstrak aloe atau dengan essens bunga apa dan seterusnya. Padahal, nggak semua kulit cocok dengan bahan alami tersebut. Bisa saja malah kulit menjadi semakin buruk. Belum ada bukti pasti kalau perawatan kulit berbahan alami lebih baik daripada yang nggak alami.

6. Tidak menggunakan produk mengandung minyak untuk kulit berminyak.

mitos tentang kulit  © 2017 berbagai sumber

foto: listovative.com

Punya wajah yang berminyak, bukan berarti nggak perlu menggunakan produk minyak yang baik buat kulit. Orang-orang dengan kulit wajah berminyak mengindikasikan kalau kulitnya malah kering sehingga kulit memaksa untuk memproduksi minyak yang berlebih. Kamu nggak perlu menjauhi produk-produk yang mengandung minyak. Kadang kala, ada produk yang nggak mengandung minyak malah membuat kulit jadi makin berminyak.

7. Jerawat hanya dialami oleh remaja.

mitos tentang kulit  © 2017 berbagai sumber

foto: ctvnews.ca

Banyak yang mengasumsikan puberitas yang dialami remaja dan membuat hormon mereka meningkat bisa menimbulkan jerawat. Padahal, banyak yang berusia 30 tahunan bisa jerawatan. Namun, ada juga yang masa remajanya malah nggak mengalami jerawatan dan malah jerawatan di usia 30 tahunan.

8. Produk yang bisa mengecilkan pori-pori.

mitos tentang kulit  © 2017 berbagai sumber

foto: oprah.com

Kamu pasti sering dong melihat produk kecantikan yang mengklaim mampu mengecilkan pori-pori. Sebenarnya tidak, entah itu serum, toner primer atau lainnya. Satu-satunya cara agar pori-pori lebih kecil adalah dengan membersihkannya secara deep cleaning. Yang menyebabkan pori-pori besar adalah kelebihan sebum (minyak yang dihasilkan oleh kulit).

9. Jangan pernah pecahkan jerawat.

mitos tentang kulit  © 2017 berbagai sumber

foto: cosmopolitan.co.uk

Kamu pasti sering dong mendengar mitos ini. Ya, banyak yang bilang jangan pecahkan jerawat agar nggak menimbulkan bekas. Padahal, kamu boleh kok melakukan hal itu. Yang perlu diingat adalah, pertama jangan pecahkan jerawat yang belum siap. Kalau pada jerawat sudah muncul putih-putih, kamu boleh memecahkannya. Kalau masih merah, jangan dipencet dulu.

Nah, yang kedua adalah cara yang tepat untuk memecahkan jerawat adalah dengan tidak menggunakan jari. Hangatkan jerawat dengan dikompres agar kulit lembut, lalu gunakan alat untuk komedo yang sudah disterilkan. Setelah pecah, usapkan asam salisilat atau peroksida benzoyl. Dan lakukan hal ini dengan pelan-pelan agar tidak menimbulkan bekas luka. Jika memang harus menggunakan tangan untuk memecahkan jerawat, pastikan tangan sudah dalam keadaan bersih.