6. The Valhalla Murders (2019).

<img style=

foto: imdb.com

 

The Valhalla Murders merupakan film serial Netflix detektif perempuan yang terinspirasi pada kejadian nyata yang pernah terjadi di Islandia pada tahun 1940an. Film ini mengisahkan sebuah pembunuhan misterius yang dilakukan oleh seseorang.

Kata dan Bjorn Thors segera bergerak ke lokasi kejadian. Sesampai di lokasi, mereka menemukan mayat Brynja dengan luka sayatan di matanya sama seperti para korban lainnya. Sejak saat itu, mereka segera menemukan bukti dan menguak sisi kelam di lokasi kejadian.

7. Delhi Crime (2019).

<img style=

foto: imdb.com

 

Delhi Crime merupakan film serial Netflix detektif perempuan yang mengisahkan Wakil Komisaris Polisi (DCP) Vartika Chaturvedi. Ia ditugaskan untuk menemukan pelaku yang bertanggung jawab atas serangan dan kematian korban wanita setelah pemerkosaan massal trjadi. Film ini merupakan adaptasi dari kisah pemerkosaan geng Delhi pada 2012 yang terjadi di lingkungan Munirka, Delhi Selatan.

8. Collateral (2018).

<img style=

foto: imdb.com

 

Collateral merupakan film serial Netflix detektif perempuan yang mengisahkan Inspektur Detektif Kip Glaspie saat memburu pelaku pembunuhan yang menimpa seorang pengantar piza. Ia temani oleh Nathan Bilk dalam proses penyelidikan. Dalam proses tersebut, mereka berdua berhasil mewawancari beberapa saksi penting pembunuhan tersebut dan membaca semua identitas korban. Kip dan Nathan mewawancari saksi pertama dan terakhir yang bertemu korban: pelanggan pizza dan manajer restoran piza Laurie Stone.

9. Signal (2016).

<img style=

foto: imdb.com

 

Signal merupakan film serial Netflix detektif perempuan Cha Soo-hyun (Kim Hye-soo) yang sekaligus menjadi petugas polisi wanita pertama di Satuan Tugas Khusus dan menjadi pemimpin regu kasus dingin Seoul. Signal merupakan drama Korea yang diangkat dari kisah nyata berbagai insiden kriminal kehidupan di Korea, termasuk pembunuhan berantai Hwaseong.

Signal mengisahkan kelompok detektif pada 1986 harus mengejar penjahat yang diburunya dan masuk ke dimensi masa depan pada 2015. Melalui sebuah walkie talkie memungkinkan seorang detektif pada tahun 1989 untuk berkomunikasi dengan seseorang yang dingin dari tahun 2015.