Brilio.net - Baru-baru ini daerah Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Riau digegerkan dengan insiden munculnya fenomena alam unik semburan gas misterius. Semburan gas misterius yang terjadi di Pesantren Al-Ihsan itu bahkan sampai membuat para santri setempat harus dievakuasi untuk menghindari kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi.

Kejadian misterius ini membuat tim dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Riau langsung bergerak, untuk memastikan apakah kandungan gas itu berbahaya dan dari mana sumber semburan gas misterius itu.

semburan gas misterius Instagram

foto: Instagram/@kec.tenayanraya

"Kawan-kawan ESDM dan EMP Bentu sudah ke lokasi untuk memastikan gas tidak berbahaya dan akan tangani langsung," ucap Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Riau, seperti dikutip brilio.net dari Antara News, Jumat (5/2).

Loading...

Berdasarkan laporan langsung dari tim dari pondok pesantren Al-Ihsan, mengatakan bahwa titik sembur gas itu berjarak hanya 180 meter saja dari EMP Bentu, dan berjarak 1 kilometer Sumur gas EMP Bentu.

Langkah utama yang dilakukan pihak ESDM adalah untuk menentukan kandungan yang ada di dalam gas itu, untuk mencari tahu apakah semburan gas itu berbahaya atau tidak.

Setelah dilakukan peninjauan di tempat, pihak ESDM mengumumkan bahwa semburan gas itu mengandung (Low Explosive limit) sebanyak 13% dan H2S sebanyak ppm, dan dikatakan berpotensi menghadirkan kebakaran.

"Artinya gas tersebut berbahaya, potensi terbakar dan beracun," ucap Riski dikutip dari Antara News.

Hingga kini sudah ada 34 santri diungsikan untuk menjauh dari lokasi kejadian karena takut terjadi hal yang bisa merugikan keselamatan para santri. Keputusan ini dinilai tepat, karena baru-baru saja ada bangunan rusak karena semburan gas misterius ini.

semburan gas misterius Instagram

foto: Instagram/@kabarpekanbaru

Selain mencari sebab dari fenomena semburan gas misterius ini, namun tim ESDM Riau juga langsung melakukan penggalian pada tanah sekitar lokasi kejadian, agar bisa menentukan solusi tercepat untuk menyelesaikan fenomena alam yang unik ini.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kecamatan Tenayan Raya (@kec.tenayanraya)